OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

02/04/25

Wabup Nursiah sidak enam puskesmas, apresiasi nakes yang bertugas

 
Wabup loteng nursiah

OPSINTB.com - Wakil Bupati Lombok Tengah, H Muhammad Nursiah melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke enam puskesmas sekaligus pada Selasa (1/4/2025) atau H+1 Lebaran.


Keenam puskesmas tersebut yaitu: Puskesmas Puyung dan Ubung di Kecamatan Jonggat, Puskesmas Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Puskesmas Aik Darek dan Mantang di Kecamatan Batukliang, dan Puskesmas Kopang, Kecamatan Kopang.


''Sidak ini tujuannya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal meski masih suasana libur Lebaran,'' ucap Nursiah.


Menurutnya, layanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia setiap saat. Oleh sebab itu, kata dia, pelayanan harus jadi perhatian dan jangan sampai terabaikan.


''Layanan kesehatan tidak boleh terhenti, bahkan di hari libur sekalipun, agar masyarakat dapat tetap mengakses fasilitas kesehatan,'' ujarnya.


Di beberapa puskesmas, ia sempat berdialog dengan warga guna mengetahui langsung kondisi layanan kesehatan di masing-masing puskesmas. Selain itu, ia juga mengapresiasi para tenaga medis yang yang tetap bertugas meski harus merelakan waktu berkumpul bersama keluarga.


Pihaknya berkomitmen meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam berbagai situasi, seperti momen Lebaran ini.


''Semoga tidak ada puskesmas yang tutup selama libur Lebaran,'' harapnya. (iwn)

PDAM Tiara tetap beroperasi selama cuti Lebaran

 
PDAM Tirta Ardhia Rinjani

OPSINTB.com - PDAM Tirta Ardhia Rinjani atau Tiara Lombok Tengah tetap membuka layanan pengaduan selama cuti Lebaran 1446 Hijriah, 28 Maret-7 April. Hal itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih para pelanggan tetap optimal.


''Petugas kami akan tetap siaga memastikan distribusi air bersih berjalan lancar,'' ucap Direktur Utama PDAM Tiara, Bambang Supratomo kepada wartawan, Rabu (2/4/2025).


Selain layanan pengaduan, layanan loket pembayaran juga tetap beroperasi. Petugas piket dan petugas gangguan tetap melakukan tugas seperti biasa, sesuai jadwal piket.


''Meskipun dalam suasana cuti bersama Idul Fitri, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,'' tambah Bambang.


Ia memastikan segala bentuk aduan pelanggan yang telah disampaikan melalui call center PDAM dipastikan dilayani sesuai tingkat kerumitannya. Aduan diharapkan disampaikan dengan sopan dan baik.


''Kami berusaha menyelesaikan setiap aduan secepat mungkin dan mengharapkan pengertian serta kesabaran pelanggan,'' katanya.


Terkait layanan sendiri, ia menyadari masih banyak yang perlu ditingkatkan. Oleh karenanya, pihaknya berusaha meningkatkan kualitas pelayanan dengan dukungan dari semua pihak.


Selama cuti Lebaran ada beberapa dinas di Pemda Lombok Tengah yang tidak libur. Karena tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti PDAM Tiara, Dinas Pemadam Kebakaran, dan bagian kebersihan Dinas Lingkungan Hidup. (wan)

01/04/25

Tiyu, tradisi berkuda warga Jantuk meriahkan Idul Fitri

 
Tradisi tiyu

OPSINTB.com - Warga Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, kembali gelar Tiyu. Tradisi satu ini merupakan gelaran tahunan setiap lebaran. 


Rasulullah SAW bersabda dalam Hadist Riwayat At Thabrani, “Ajari lah anak-anak kalian memanah, berenang, dan berkuda.”


Hadist inilah yang menjadi dasar digelarnya tradisi Tiyu di Desa Jantuk, saat lebaran tiba. Tepatnya dilaksanakan selama dua hari setelah Idul Fitri yaitu tanggal 1-2 Syawal. 


Tiyu, dalam bahasa Desa Jantuk berarti pawai menggunakan kuda. Tradisi satu digelar bemaksud untuk memeriahkan datangnya bulan syawal dan menyambut kemenangan. 


“Pawai kuda ini selalu kami laksanakan sejak dulu oleh para pendahulu kami di Desa Jantuk, rutin setiap tahunnya sampai sekarang," terang Azizul Hakim, Sekretaris Desa Jantuk, Senin (01/4/2025).


Dia menjelaskan, tradisi ini mulai dari sore kemarin, selesai shalat hari raya Idul Fitri. Kemudian dilanjutkan paginya, tujuannya itu untuk memeriahkan lebaran.


Dia menjelaskan, asal muasal tradisi Tiyu sendiri banyak persepsi. Sebab, kata dia, tidak adanya bukti maupun catatan sejarah yang menjelaskan hal tersebut.


Namun beberapa pendapat orang tua yang berkembang di desa setempat, sebutnya, Tiyu ini berkaitan langsung dengan kerajaan Sumbawa. Tepatnya saat terjadi peperangan melawan kerajaan Karang Asem Bali.


Tradisi ini dilakukan menyambut kemenangan suku Sasak diserang oleh kerajaan Karang Asem dari Bali, berkat bantuan oleh kerajaan Sumbawa.


"Sehingga saat itulah muncul tradisi ini dan dilakukan rutin ketika lebaran Idul Fitri,” tuturnya. (zaa)

31/03/25

Ratusan warga NTB serbu open house Gubernur Iqbal

Gubernur ntb miq iqbal

OPSINTB.com - Setelah selesai Shalat Idul Fitri 1446 H di Masjid Hubbul Wathan, Gubernur NTB, H Lalu Muhamad Iqbal mengadakan open house di Pendopo Gubernur, Senin (31/03/2025). Acara ini diadakan untuk mempererat silaturahim dan hubungan dengan masyarakat umum.


Open house dihadiri oleh Gubernur Iqbal, Wagub Umi Dinda, dan Sekda NTB. Dalam kesempatan ini, Miq Iqbal menyambut hangat para tamu undangan, termasuk tokoh masyarakat, ulama, pejabat pemerintahan, dan masyarakat umum.


Acara juga dihadiri ratusan tamu dari berbagai kalangan, suku,dan agama. Dalam acara ini, tamudapat menikmati hidangan khas Lebaran Idul Fitri dan berkesempatan berfoto bersama Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda Provinsi NTB.


Open house di pendopo gubernur akan dibagi dua sesi, yaitu pagi hari pukul 09.00-12.00 wita dan sore hari pukul 16.00-18.00 wita. Aksesmasuk masyarakat umum melalui gerbang utama sisitimur Pendopo Gubernur, Kota Mataram.


Acara ini juga menjadi simbol sosial untuk menghilangkan batasan, membangun kekeluargaan serta kebersamaan di hari kemenangan yang Fitri. Seluruh kegiatan bersifat terbuka atau dapat diliput oleh media yang bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB.


Tak lupa, Miq Iqbal mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, mempererattalisilaturahmi antar masyarakat, suku,budaya, dan agama, menghindari perpecahan, sertasaling mendukung dalam membangun NTB yang lebih maju demi terwujudnya NTB Makmur Mendunia. (red)

 

30/03/25

Cerita Lalu Moh Nasir, pengabdian puluhan tahun hilang dalam sekejap

 
Cerita Lalu Moh Nasir, pengabdian puluhan tahun hilang dalam sekejap

OPSINTB.com - Menjelang hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, kebahagiaan Lalu Moh Nasir, direnggut licik. Wajahnya nampak kusut, tatapan matanya pun kosong.


Bak tersambar petir, dirinya hanya bisa termangu meratap nasib, mengetahui kabar mengenai dirinya harus dirumahkan dari pekerjaannya sebagai penjaga sekolah di SDN 1 Labuhan Haji.


Nasir, pengabdian yang dijalaninya selama puluhan tahun, hilang dalam sekejap. Selain umurnya yang sudah mulai menua, dirinya juga tak terdaftar dalam database pegawai.


Nasir telah bekerja di SDN 1 Labuhan Haji sejak Januari 2012 sebagai penjaga sekolah, petugas kebersihan, dan keamanan. Bahkan, keluarganya turut membantu dalam pekerjaannya. 


Ia juga telah menerima SK Bupati dari tahun 2018 hingga 2024. Namun, ia tetap dianggap sebagai tenaga kontrak yang bisa diberhentikan sewaktu-waktu.


"Awal mula saya dirumahkan itu setelah kepala sekolah mengikuti rapat di kantor, entah di UPTD atau Dinas, saya kurang tahu," tutur Nasir kepada opsintb.com belum lama ini.


Hasil dari rapat itu kemudian disampaikan kepada dewan guru, termasuk ke dirinya sebagai petugas keamanan dan kebersihan di sekolah.


Dalam rapat tersebut disampaikan, tenaga honorer yang tidak lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau tidak terdaftar dalam database akan dirumahkan atau diberhentikan.


Sedangkan mereka yang tetap bekerja akan mendapatkan honor dengan besaran lebih kecil dibandingkan mereka yang lolos P3K.


"Yang tidak lulus dikembalikan sebagai Tenaga Harian Lepas (THL). Untuk honor saya hanya Rp12 ribu per setengah hari kerja dari pukul 07.00 hingga 14.00 Wita," lanjutnya.


Nasir awalnya mengira akan tetap menerima honor sekitar Rp 650 ribu per bulan, dipotong menjadi Rp400 ribu. 


Namun, setelah menerima surat pemberitahuan, ia menyadari bahwa dirinya lebih baik mengundurkan diri daripada tetap bertahan dengan ketidakpastian tersebut.


"Sebelum saya minta mengundurkan diri, dari isi surat itu sudah jelas saya akan dirumahkan. Tidak ada pernyataan langsung dari kepala sekolah," katanya.


Honor yang diterima juga tidak sesuai dengan perhitungan awal. Seharusnya, Rp12 ribu dikalikan 25 hari kerja menghasilkan Rp375 ribu, tetapi yang diterima hanya Rp300 ribu.


Tidak hanya dirinya, anaknya, Lalu Akbar Al Kabir, juga ikut mengundurkan diri. Padahal, telah memiliki SK Surat Perintah Kerja sejak 2022 dengan honor Rp 400 ribu per bulan yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali.


Nasir minta Tolong dihargai karena ia sudah bertahun-tahun berkerja di di SDN 1 Labuhan Haji untuk menjaga keamanan sekolah juga menjaga kebersihannya. 


Dirinya juga merasa kecewa karena belum sebulan dirinya keluar, sudah ada tenaga baru yang masuk menggantikannya.


"Saya sering lihat di YouTube bahwa kalau ada pihak sekolah yang mengangkat tenaga baru tanpa prosedur yang jelas, pasti ada masalah. Tapi kok belum satu bulan saya keluar, tiba-tiba ada orang lain bekerja di sana," keluhnya.


Ia mengingat ucapan kepala sekolah yang pernah berkata akan memanggilnya kembali jika dibutuhkan, tetapi hingga kini belum ada kabar. Justru, ada tenaga baru yang diberi tugas serupa dengannya. (zaa)

Memahami bencana alam sebagai sunnatullah

 
Bencana banjir

Foto : Ilustrasi bencana alam banjir


Oleh: TGH. Habib Ziadi Thohir, M.Pd.I (Pengasuh Ponpes Darul Muhibbin Mispalah Praya, Lombok Tengah)


Di negeri ini, bencana alam datang silih berganti tanpa bisa diprediksi kapan datangnya. Hampir semua jenis bencana yang terdaptar dalam kamus pernah mampir di Republik ini. Datangnya pun tak mengenal musim. Tak pelak korban jiwa banyak berjatuhan. Belum lagi kerugian harta ditaksir sampai bermiliaran bahkan triliunan rupiah. Air mata manusia pun tumpah ruah sebagai alamat kesedihan yang mendalam Bila bencana datang, manusia kembali meratap, memelas iba, dan menanti uluran tangan manusia lain yang terlepas dari bencana.


Wilayah yang tadinya indah, subur, dan nyaman hancur lebur diganyang bencana alam. Di sanalah tampak kekurangan manusia dengan ketidakberdayaannya. Tampak pula kedigdayaan alam atas kuasa Ilahi.


Sebagai manusia memang kemampuan kita terbatas, bahkan menolak air mata menetes pun, sering kita tak sanggup, apalagi menolak datangnya bencana. "Dan manusia dijadikan bersifat lemah" (Q.S. An-Nisa: 28).


Dalam konteks Islam, bencana dapat dianggap sebagai Sunnatullah.


Sunnatullah adalah hukum atau ketetapan Allah yang berlaku di alam semesta. Contoh sunnatullah adalah siklus siang dan malam. Memahami sunnatullah sangat penting karena dapat membantu kita memahami keteraturan dan ketertiban di alam semesta. Bencana dapat dianggap sebagai sunnatullah karena merupakan bagian dari proses alam yang tidak dapat dihindar.


Bencana alam terjadi sebagai dampak ketika keseimbangan alam terganggu akibat ulah manusia. Bencana juga turun akibat penyimpangan manusia dari ajaran Allah serta pembangkangan terhadap kebenaran yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul.


Bencana alam merupakan peringatan dari Allah agar manusia kembali ke jalan-Nya.


Dalam Al-Qur'an, bencana atau musibah disebutkan sebanyak 75 kali. Kata musibah sendiri memiliki makna segala sesuatu yang tidak dikehendaki oleh manusia dan tidak sesuai dengan hati nuraninya.


Saat bencana atau musibah turun menimpa manusia, ada beberapa maksud dan tujuan dari peristiwa tersebut.


1. Sebagai Ujian


Bencana dapat dianggap sebagai ujian dari Allah untuk menguji iman, kesabaran, dan ketakwaan manusia. Dalam Al-Quran, disebutkan bahwa Allah akan menguji hamba-Nya dengan berbagai cobaan, termasuk bencana. Firman Allah, "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS Albaqarah 155).


Bencana alam merupakan cara Allah memperbaiki lahir dan batin manusia. Bencana adalah kesempatan untuk muhasabah diri dan mengevaluasi diri untuk memperbaiki perilaku pribadi dan sosial.


2. Bencana Sebagai Teguran


Bencana dapat juga dianggap sebagai teguran dari Allah untuk mengingatkan manusia akan kesalahan dan dosa mereka. Allah SWT mengirimkan musibah sebagai teguran kepada hamba-hamba-Nya yang baik namun lalai.


Musibah dapat menjadi pengingat agar kita lebih berhati-hati dalam tindakan kita. Musibah dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, bertobat, dan mendekatkan diri kepada Allah.


Di dalam Al Quran Allah berfirman : 


وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ


Artinya: "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allâh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. As Syura: 30)


مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ


Artinya: "Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allâh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri."(QS An Nisa: 79).


3. Musibah sebagai Hukuman.


Dalam beberapa kasus, bencana dapat dianggap sebagai hukuman dari Allah bagi orang-orang yang melakukan kesalahan dan dosa besar. Namun, perlu diingat bahwa hanya Allah yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang menjadi sebab bencana tersebut.


Contoh bencana berupa Azab seperti yang menimpa kaum terdahulu. Al-Qur'an menyebut kaum-kaum yang dibinasakan juga dengan jenis bencana yang ditimpakan kepada mereka. Kaum Nabi Nuh diseret dan tenggelam karena banjir bandang nan dahsyat, "Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)" (Q.S. Al-A'raf: 64).


Kaum Tsamud, kaumnya Nabi Shalih digoncang gempa, "Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka" (Q.S. Al-A'raf: 7). Kaum 'Ad, kaumnya Nabi Hud disambar petir, "Jika mereka berpaling maka katakanlah: "Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum 'Ad dan Tsamud" (Q.S. Fusshilat: 13).


Semakin ke sini, perilaku manusia semakin menjadi-jadi dan tidak terkontrol. Kerusakan moral tengah mencapai puncak. Kerusakan lingkungan juga semakin parah dan mengkhawatirkan. Inilah penyebab utama terjadinya banjir bandang jika terjadi hujan lebat di beberapa wilayah di negeri kita.


Satu contoh kerusakan lingkungan yaitu kerusakan hutan yang tidak terkendali. Baru-baru ini dikutip dari jpnn.com, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) membeberkan hasil investigasinya tentang angka kerusakan hutan.


WALHI mencatat kerusakan hutan di NTB saat ini telah mencapai angka yang sangat krusial, yakni 60 Persen dari total kawasan hutan 1.071.722 Juta hektare (Ha).


Akademisi Kehutanan Universitas Mataram (Unram), Dr. Andi Chairil Ichsan menyatakan:


“Berdasarkan data yang ada saat ini, laju deforestasi di NTB mencapai 23 lapangan bola per hari,” ungkap Dr. Andi kepada NTBSatu, Rabu, 12 Maret 2025. Besaran tersebut setara dengan 8.280 hektare per tahun.


Di Lombok Tengah saja, luas kawasan hutan yang ada di wilayah ini tercatat sekitar 20.400 ribu lebih. Namun 78 Persen Hutan di Loteng rusak parah dalam setahun. Akibatnya masyarakat kekurangan 5 juta meter kubik air. (SUARANTBcom).


Kenapa bencana senantisa mengintai kita, padahal orang-orang shalih masih ada dan mereka yang ikhlas tidak sedikit? Ini bukan berarti Allah menzhalimi mereka. Sebab, secara kasat mata mereka mungkin saja ikut jadi korban, tetapi di akhirat memperoleh ganjaran yang sempurna. Berbeda dengan mereka yang tewas dari golongan ahli maksiat yang kafir atau fasiq, tempat mereka kembali ke tempat yang dijanjikan untuk mereka. "Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezhaliman terhadap hamba-hamba-Nya" (Q.S. Al-Mukmin: 31).


Mengingat semua itu, peristiwa-peristiwa yang kerap terjadi ini adalah peringataan yang keras. Kita di atas bumi ini tidak pantas berulah. Kita perlu memikirkan bagaimana akhir hidup kita, apa kita mati dalam ketaatan atau kemaksiatan. Dalam menanggulangi bencana, kita tidak bisa berbuat banyak. Tindakan antisipasi yang bisa diupayakan hanya tindakan meminimalisasi jumlah korban jiwa. Lalu apa yang pantas kita sombongkan menghadapi amukan alam yang setia dan selalu mengintai kita. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama