Foto: Saini menunjukkan lokasi ledakan pada opsintb.com, Kamis (3/4/2025).
OPSINTB.com - Saini, 75 tahun, melangkahkan kakinya ke sawah untuk mencari rumput pada Senin (31/3/2025) sore. Meski hari itu Lebaran, ia tetap sibuk menyabit rumput untuk hewan ternaknya.
Tak berselang lama, ia mendengar suara ledakan dahsyat. Bergemuruh dan menggema. Seperti sebuah ledakan di dalam gua. Awalnya, ia mengira ledakan itu adalah ledakan ban truk fuso yang lewat, karena tempat ia menyabit rumput tak jauh dari jalan raya.
Sepulangnya dari menyabit rumput, Saini heran; banyak warga berkumpul di rumahnya, di Gubuk Gunde, Dusun Repok Bunut, Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.
Dari desas-desus warga, ia kemudian mengetahui bahwa di rumahnya telah terjadi ledakan. Sebuah mercon berukuran besar dengan bobot 8 kg meledak di teras rumahnya.
''Awalnya saya kira apa, tapi warga yang memberitahu ada ledakan mercon,'' katanya kepada opsintb, Kamis (3/4/2025).
Ia kemudian baru memasuki halaman rumahnya setelah mendengar informasi dari warga. Saini bercerita, akibat ledakan itu 7 kaca jendela rumahnya pecah serta temboknya terkelupas dan retak. Selain itu, atapnya juga jebol.
''Meledaknya pas di teras. Waktu saya datang sisanya masih ada,'' ceritanya.
Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Korban ledakan petasan tersebut adalah anak dari saudaranya, yaitu Imran (24), bersama dua temannya; Iwan (17), dan Ergi (14).
Saini menuturkan, Imran adalah korban ledakan dengan luka paling parah. Dari informasi yang diperolehnya dari keluarga, Imran pada Rabu malam sudah melakukan operasi amputasi tangan kiri akibat parahnya luka.
''Buah zakarny juga hilang satu dan kakinya juga luka parah,'' tuturnya.
Imran, kata dia, sejatinya akan menikah usai Lebaran ini, tapi dengan peristiwa nahas itu, ia belum tau pasti rencana itu bakal terwujud atau tidak. Sementara dua rekan Imran, yaitu Ergi mengalami luka bakar pada paha kiri dan kanan dan sudah diperbolehkan pulang, sedangkan Iwan, sebelum berita ini terbit, masih koma.
''Masih dirawat di RSUP keduanya,'' kata Saini.
Sampai dengan saat ini, Saini belum bisa membesuk Imran di RSUP. Karena, ia tidak berani melihat luka Imran yang sangat parah.
Belakangan, Saini selalu dibayangi rasa takut, sebab sejak peristiwa Senin sore itu, polisi kerap datang menyambangi rumahnya. ''Banyak sekali aparat yang datang beberapa hari ini,'' katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Jelantik, Mariadi membantah jika petasan tersebut berbobot 8 kg. ''Tolong diluruskan ini; beratnya tidak seperti pemberitaan media-media sebelumnya, karena tidak ada yang pernah menimbang,'' ketusnya.
''Paling beratnya 3 kg. Kalau sampai 8 kg, tidak bisa dibawa satu orang saja.''
Di sisi lain, ia mengakui bahwa petasan tersebut adalah buatan atau racikan para korban. Sebenarnya, ungkapnya, petasan itu akan digunakan pada acara Lebaran ketupat. Di Desa Jelantik sendiri, Lebaran ketupat dirayakan di Embung Jelantik.
''Perayaan biasanya dilakukan dengan adu merecon di sana,'' ungkapny.
Adu merecon di Embung Jelantik tidak dilakukan oleh orang-orang desa setempat, tetapi ada juga orang dari desa sekitar yang datang untuk ikut beradu.
Sebelumnya diberitakan, sebuah mercon meledak di Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat. Tiga orang luka parah dalam insiden itu. Mereka adalah Imran, Ergi, dan Iwan.
Kasi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi menyampaikan, mercon tersebut rencananya akan diledakkan di pinggir sungai tak jauh dari rumah para korban, namun setelah disulut, mercon tak kunjung meledak.
Mereka kemudian membawa mercon tersebut ke rumah Saini, yang merupakan keluarga korban Imran. Mereka kemudian mengutak-atik mercon tesebut, dan 'dhuaarr' peristiwa nahas itupun terjadi.
Dalam foto dan video warga yang beredar, Imran terlihat terkapar, tak sadarkan diri. Darah mengalir membasahi lantai keramik yang berwarna abu-abu. Tubuh bagian kirinya luka parah.
''Saat diutak-atik mercon tiba-tiba meledak,'' kata Lalu Brata. (wan)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami