OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

18/08/26

Bupati Iron pesan agar Pj Kades bersikap netral saat Pilkades berlangsung

 
Bupati Iron pesan agar Pj Kades bersikap netral saat Pilkades berlangsung

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, kembali melantik 61 penjabat (Pj) kepala desa, Selasa (18/8/2026). Mereka akan bertugas hingga terpilihnya pimpinan definitif di desa. 


Dalam sambutannya, Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin menekan agar para Pj yang bertugas menciptakan suasana aman, tertib, dan nyaman. Terlebih, kata dia, sebentar lagi bakal menyambut pesta demokrasi di desa. 


"Tidak boleh merasa hebat, tidak boleh merasa berkuasa, tidak boleh ingin dilayani. Karena kalian akan kelihatan di situ sebagai PNS," terang Bupati Iron.


Dia memaparkan, mereka bisa menjadi Pj lantaran aspirasi masyarakat yang masuk melalui BPD. Kendati demikian, bupati mengaku pihaknya tak menerima begitu saja masukan itu. 


Pemerintah, kata dia, telah melalukan kroscek lapangan berakaitan dengan kinerja yang bersangkutan. Sebab menjadi Pj merupakan tanggungjawab yang besar. 


Lantaran itu dirinya berpesan untuk menyelesaikan setiap persoalan dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan. 


"Lihat masalahnya dulu, kalau bisa diselesaikan sendiri selesaikan. Tapi kalau tidak bisa, silahkan koordinasi ke kecamatan atau bahkan ke Pemda," terangnya. 


Dia meminta agar Pj bersikap netral saat Pilkades berlangsung. Menerima semua pihak yang ada di desa seperti tokoh agama, masyarakat, dan pemuda. 


Dalam kesempatan itu, dirinya juga meminta para Pj kades untuk menyelesaikan program Perlinsos yang saat ini sedang berlangsung. 


Bupati instruksikan agar semua warga harus sudah terdaftar dalam portal. Menurutnya, saat pemerintah sedang bertarung dengan waktu untuk mensusken program itu. 


"Jika ada yang tersisa, warga tidak masuk setelah ini, maka kalian gagal," seloroh Bupati Iron. 


"Bagi kepala desa yang baru saja purna tugas akan tetap mendapat pesangon," terangnya. (kin)

Warga Penujak tagih janji PDAM Lombok Tengah untuk buat pelatihan olah limbah lumpur IPA

 

Warga Penujak tagih janji PDAM Lombok Tengah untuk buat pelatihan olah limbah lumpur IPA

OPSINTB.com - Warga Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, menagih rencana program pemanfaatan limbah lumpur dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penujak yang pernah dicetuskan Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani atau PDAM Lombok Tengah, yang dicanangkan sejak 2022 lalu.


Program tersebut sebelumnya dijanjikan untuk mengolah endapan lumpur sisa proses pengolahan air bersih menjadi bahan baku kerajinan gerabah dan batu bata. Selain mengurangi limbah, program itu diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Rencana tersebut sempat dibicarakan oleh pihak PDAM Lombok Tengah dengan Pemerintah Desa Penujak pada awal 2022. Saat itu, PDAM disebut menyatakan kesiapan memberikan dukungan, mulai dari pelatihan teknis hingga penyediaan alat produksi.


Namun, hingga kini program tersebut belum terealisasi. Kondisi ini kembali menjadi sorotan warga lantaran limbah lumpur dari proses pengolahan air dinilai semakin banyak dan berpotensi mencemari lingkungan.


Salah satu tokoh Pemuda Desa Penujak, Hafiz Arta, berharap janji tersebut tidak berhenti sebatas wacana. Limbah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan justru dinilai dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi jika dikelola secara serius.


"Dulu sudah pernah ada rencana pelatihan pemanfaatan lumpur IPA Penujak. Kami berharap program itu dilanjutkan karena sekarang limbahnya semakin banyak,” kata Hafiz kepada media ini, Selasa (18/8/2026). 


Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberadaan limbah di sekitar instalasi pengolahan air, tetapi juga dampaknya terhadap aliran sungai. 


Ketika limbah tidak dikelola dengan baik, material sisa pengolahan air dikhawatirkan terbawa ke sungai dan membuat kondisi air menjadi semakin keruh dan kotor.


"Saya juga sempat dengar itu dulu PDAM janji untuk pengadaan lahan untuk tempat pembuangan IPA dan membuat kerajinan gerabah dan batu-batu. Tapi sampai sekarang belum ada ini," tegasnya. 


Warga menilai pengolahan lumpur menjadi gerabah maupun batu bata bisa menjadi solusi ganda. Di satu sisi mengurangi beban limbah, sementara di sisi lain membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.


“Kalau memang bisa dijadikan bahan baku gerabah atau batu bata, tentu lebih baik dimanfaatkan daripada dibuang dan akhirnya membuat sungai kotor,” tuturnya.


Karena itu, warga meminta PDAM Lombok Tengah kembali membuka komunikasi dengan Pemerintah Desa Penujak dan masyarakat untuk membahas realisasi program tersebut.


Masyarakat juga berharap dukungan yang sebelumnya pernah dijanjikan, berupa pelatihan teknis dan penyediaan peralatan produksi, dapat benar-benar direalisasikan.


Selain menjadi langkah pengendalian limbah, program tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar IPA Penujak.


Warga berharap persoalan lingkungan di sekitar IPA Penujak tidak terus dibiarkan dan program pemanfaatan limbah yang telah dirancang sejak empat tahun lalu bisa segera diwujudkan.


"Kami berharap janji itu direalisasikan. Jangan hanya omon-omon saja," tegasnya. 


Sebelumnya, Direktur PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah (Loteng), Bambang Supratomo menyebut telah menindaklanjuti keluhan warga soal aliran sungai Batujai-Penujak, Kecamatan Praya Barat yang diduga tercemar limbah lumpur Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM.


Bambang bilang saat ini sudah tidak ada lagi pembuangan lumpur ke aliran sungai dimaksud, karena PDAM Loteng sudah memiliki kolam pengolahan lumpur sendiri.


''Mungkin dulu iya, tetapi isu dan foto yang beredar kemarin itu bisa jadi isu lama dan fot lama. Hal itu bisa langsung dicross chek ke lokasi,'' ujar Bambang dikonfirmasi usai apel peringatan HUT ke-81 RI di Kantor Bupati Loteng, Senin (17/8/2026).


Yang perlu dipahami juga, Bambang melanjutkan, limbah PDAM berbeda dengan limbah pabrik. Untuk limbah PDAM, yang dipisahkan adalah endapan lumpur dengan air saja. Sedangkan untuk pabrik lain semisal pabrik sabun, tentu limbahnya berbahaya karena mengandung zat kimia.


''Artinya tidak ada kandungan berbahaya dalam lumpur yang dibuang ke sungai. Limbah PDAM murni pemisahan antara air dan lumpur,'' imbuhnya.


Dari informasi yang diperoleh opsintb.com, aliran sungai Penujak menimbulkan bau tak sedap. Kondisi itu membuat kualitas air sungai tak layak pakai, karena berbau dan kotor. (red)

Kolaborasi Bank NTB Syariah dan FMIPA UNRAM untuk inovasi sains dan digital

 
Kolaborasi Bank NTB Syariah dan FMIPA UNRAM untuk inovasi sains dan digital

OPSINTB.com - PT Bank NTB Syariah terus memperkuat komitmennya dalam membangun sinergi dengan dunia pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan penjajakan kerja sama strategis antara PT Bank NTB Syariah dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram (UNRAM).


Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk membuka ruang kolaborasi antara sektor perbankan syariah dan lingkungan akademik, khususnya dalam pengembangan sains, teknologi, inovasi, literasi dan inklusi keuangan, serta pengembangan talenta mahasiswa.


Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas MIPA UNRAM, yaitu Dekan Rahadi Wirawan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Immy Suci Rohyani, serta Kepala Bagian Tata Usaha H Kamarudin.


Sementara dari pihak PT Bank NTB Syariah, hadir Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Ferry Ardiansyah, didampingi oleh tim divisi terkait.


Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif dengan membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Sinergi tersebut tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan produk dan layanan perbankan, tetapi juga pada penguatan ekosistem pendidikan, teknologi, dan inovasi.


Fakultas MIPA UNRAM memiliki potensi besar dalam bidang matematika, statistika, sains, dan teknologi yang menjadi pijakan kuat untuk berkolaborasi dengan Bank NTB Syariah. Ke depan, sinergi ini akan diarahkan pada berbagai program strategis, seperti digitalisasi layanan kampus, pengembangan talenta dan keamanan digital, riset dan inovasi, data analytics, program magang, penumbuhan jiwa kewirausahaan, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.


Dari sisi Bank NTB Syariah, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya memperluas ekosistem keuangan syariah sekaligus mendekatkan layanan perbankan kepada generasi muda.


“Kami melihat Fakultas MIPA UNRAM memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan bersama untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, sivitas akademika, Bank NTB Syariah maupun masyarakat NTB,” demikian disampaikan dalam pertemuan tersebut.


Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun Campus Partnership yang lebih komprehensif, dengan mengintegrasikan kebutuhan akademik dan teknologi kampus dengan layanan serta ekosistem perbankan syariah.


Lebih jauh, sinergi Bank NTB Syariah dan Fakultas MIPA UNRAM diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB.


Dengan semangat “Connecting Science, Technology, Innovation and Sharia Finance”, Bank NTB Syariah dan Fakultas MIPA UNRAM berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan dalam rangka mendukung kemajuan pendidikan serta pembangunan ekonomi daerah. (red)

Pertama dan terbesar di Indonesia, donor darah INTI NTB tembus 1075 kantong

 
Pertama dan terbesar di Indonesia, donor darah INTI NTB tembus 1075 kantong

Foto: Novita bersama putrinya mendapat grandprize 1 unit sepeda motor dari Krida dalam rangka donor darah 16 Agustus 2026 di Epicentrum Mall. (istimewa)


OPSINTB.com - Pertama dan terbesar di Indonesia donor darah Kemerdekaan di Lombok Epicentrum Mataram Mall, Minggu (16/8/2026) kemarin tembus 1075 kantong darah. Capaian ini melebihi donor darah INTI NTB yang digelar 15 Februari 2026 lalu yang tembus lebih 1000 kantong.


Ketua umum Pengurus Pusat (PP) INTI, dr Indra Wahidin salut dan apresiasi atas capaian tersebut. ‘’Selamat INTI NTB di bawah kepemimpinan Bapak Alwan S Theo, semoga semakin solid dan bermanfaat keberadaannya bagi masyarakat,’’ ujarnya.


Ketua PD INTI NTB, Alwan S Theo mengatakan, Aksi Kemanusiaan Donor Darah Kemerdekaan dihajatkan untuk merayakan 81 tahun HUT Kemerdekaan RI dan HUT Kota Mataram yang ke 33. ‘’Salah satu bentuk nasionalisme kita wujudkan dengan donor darah,’’ ujarnya.


Ketua harian PD INTI NTB, S Widjanarko mengatakan, aksi kemanusiaan ini menggandeng UIN Mataram dan IAHAN Gde Pudja Mataram. ‘’Pelaksananya RSU Provinsi, RSU HM Ruslan Kota Mataram dan PMI,’’ jelasnya.


INTI NTB menargetkan 1200 kantong. ‘’Untuk sementara hasil yang tercatat RSUP 327 kantong, PMI Lobar 410 kantong, RS Kota 338 kantong, kita bersyukur atas pencapaian ini,’’ ujar Widjanarko yang juga penyanyi serba bisa.


Rektor UIN Mataram, Prof Dr H Masnun Tahir mengatakan, Donor Darah Kemerdekaan ini merupakan bagian dari pengorbanan kita untuk bangsa dan kemanusiaan. Karena kalau dulu pejuang dan pahlawan mengorbankan darah dan nyawa, kita sekarang cukup mengorbankan darah.


Apa yang disampaikan Masnun juga senada yang dikemukakan Rektor IAHAN Mataram, Prof Dr Wirata. Wirata mengharap agar kegiatan kemanusiaan ini bisa ditingkatkan di masa yang akan datang.


Gubernur NTB, H Lalu Muhamad Iqbal yang diwakili Dirut RSU Mataram, Drg Asrul Sani sangat bangga dengan keterlibatan semua pihak merayakan HUT Kemerdekaan. Kolaborasi ini menjadi perekat soliditas dan kegiatannya perlu dipelihara dan ditingkatkan ke depan.


Yang bikin surprise Sekda NTB, H Abul Chair hadir bersama istri ikut donor darah. Beberapa pendonor dan pengunjung minta foto bareng dan menyegarkan suasana.


Sekretaris PD INTI, Khristo Sunggara menilai pencapaian donor darah kali ini meski belum mencapai target tapi sudah sangat bagus. ‘’Kita sudah semakin kompak sebagai tim work atau tim kerja,’’ ujarnya.


Wakil Rektor 2 UIN Mataram, Prof Dr HM Saleh Ending mengatakan, pelibatan mahasiswa dan civitas akademikia jadi penting. Sebab generasi muda inilah generasi harapan Indonesia di masa yang akan datang.


Ketua PMI Lobar, Haris Karnain yang sejak pagi sampai selesai acara di lokasi menilai acara ini sukses dan saling melengkapi.


Wadir RSU Kota Mataram, dr Cahyoso sangat senang RSU Kota Mataram bisa terlibat aktif dalam donor darah HUT Kemerdekaan RI yang dirangkai dengan HUT Kota Mataram ini. Dalam pidatonya Cahyoso berharap kesuksesan acara ini harus dirawat dan ditingkatkan.


Ketua Pelaksana Lapangan, Dian Aulia S menilai alur yang dibuat sangat aplikatif. ‘’Pelaksanaannya tidak terlalu banyak penumpukan baik waktu medikal cek up, maupun saat mendonor,’’ ungkapnya.  


Wakil Ketua Panitia, Sastri Wardhani mengatakan sebetulnya pencapaian donor darah ini bisa dioptimalkan. ‘’Perlu evaluasi sehingga ke depan lebih baik lagi,’’ ujarnya.  


Wakil Ketua PINTI NTB, Hj Baiq Eva MSI, memberi kerangka acuan donor darah INTI diharapkan lima tahun pertama merupakan narasi dan edukasi. Lima tahun kedua sebagai healthy habbit. ‘’Lima tahun berikutnya donor darah bisa jadi life style,’’ tegasnya.


Sekretaris Panitia Japra S menyatakan yang mendapat Doorprize sepeda motor adalah Novita dari Labuapi. Sedangkan kulkas dua pintu, Rudi Kurniawan. Selamat bagi pemenang.


Ketua Panitia Rudi Hidayat meminta maaf yang ikhlas kepada semua hadirin bila ada kekurangan, keselahan maupun kelebihan dalam aksi kemanusiaan ini. ‘’kepada semua sponsor, Krida Motor, Bank Dhinar, Bapak Teddy Sugianto dan semua pihak yang telah menyumbang kegiatan ini terima kasih banyak, semoga makin banyak rezekinya,’’ harapnya. (red)

17/08/26

3.170 warga binaan NTB terima remisi HUT ke-81 RI

 
3.170 warga binaan NTB terima remisi HUT ke-81 RI

OPSINTB.com - Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu membawa kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di seluruh Lapas dan Rutan di NTB. Tahun ini, sebanyak 3.170 narapidana dan anak binaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan kado istimewa berupa remisi umum dan pengurangan masa pidana anak binaan.


Penyerahan remisi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur NTB, H Lalu Muhamad Iqbal didampingi Plt. Bupati Lombok Barat, Hj Nurul Adha dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB Ketut Akbar Herry Achjar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat, Senin (17/8/2026).


Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan pesan mendalam bahwa kemerdekaan adalah hak setiap orang, termasuk warga binaan yang sedang menata kembali masa depan mereka.


"Pada tanggal 17 Agustus ini semua orang harus merasakan nikmatnya kemerdekaan. Mungkin mereka tidak merdeka secara fisik karena harus berada di tempat ini, tetapi mereka harus merdeka untuk mendapatkan penghargaan ketika melakukan kebaikan," ujar Gubernur Iqbal.


Gubernur NTB mengibaratkan proses pembinaan di lapas sebagai sebuah perjalanan evolusi diri. Ia berpesan agar para warga binaan keluar dari lembaga pemasyarakatan dengan membawa kualitas hidup yang jauh lebih baik dari sebelumnya.


"Kalau namanya Agus pada saat masuk ke sini masih Agus 1.0, nanti lulusnya harus jadi Agus 2.0. Sudah harus menjadi orang baru, membawa sesuatu yang baru dan membawa perubahan," pesannya memotivasi.


Ia juga menyadari bahwa kembali diterima di tengah masyarakat bukanlah hal yang instan. Namun, dengan perubahan perilaku yang konsisten, kepercayaan masyarakat perlahan akan kembali terbangun. Mengambil inspirasi dari kisah pendiri KFC, Colonel Harland Sanders yang memulai bisnis suksesnya di usia 62 tahun, Gubernur mengingatkan bahwa batasan usia bukanlah halangan.


"Tidak ada kata mundur. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik," tegasnya.


Selain pembinaan mental, Pemerintah Provinsi NTB memberikan apresiasi tinggi terhadap program kemandirian yang telah berjalan di jajaran pemasyarakatan. Berbagai karya luar biasa telah dihasilkan oleh para warga binaan, mulai dari Produksi edamame khas Lapas Kuripan, Kelompok musik Jeruji, Kerajinan kayu cukli khas Lombok dan Berbagai produk batik berkualitas.


Namun, Gubernur menekankan pentingnya membekali warga binaan dengan literasi kewirausahaan dan keuangan. Pemerintah mendorong adanya kolaborasi strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengenalkan tata kelola badan usaha, koperasi, serta akses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Tidak hanya itu, produk-produk unggulan karya warga binaan yang memiliki keunikan juga berpeluang untuk didaftarkan guna memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). "Ekosistem kita lengkap. Tinggal kita bangun koneksinya. Kita ingin mereka keluar dari sini sebagai manusia baru," tambahnya.


Menutup sambutannya, Gubernur kembali mengajak warga binaan untuk tetap optimistis dan menjadikan masa pembinaan sebagai bagian dari proses perubahan diri.


“Teman-teman harus tetap semangat. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Insya Allah, Allah akan memudahkan jalan orang-orang yang membangun niat baik dalam dirinya,” pungkasnya.


Pemberian remisi pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan demikian tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas proses pembinaan, tetapi juga menjadi momentum bagi warga binaan untuk menata kembali kehidupan dan mempersiapkan diri kembali sebagai bagian dari masyarakat.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB Ketut Akbar Herry Achjar melaporkan, sebanyak 3.170 narapidana dan anak binaan di NTB memperoleh remisi umum dan pengurangan masa pidana pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026.


Rinciannya, pengurangan masa pidana satu bulan diberikan kepada 399 orang, dua bulan kepada 663 orang, tiga bulan kepada 1.078 orang, empat bulan kepada 599 orang, lima bulan kepada 305 orang, dan enam bulan kepada 100 orang.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 narapidana memperoleh Remisi Umum II atau langsung bebas pada momentum Hari Kemerdekaan. Secara nasional, pemerintah memberikan remisi umum kepada 173.706 narapidana dan pengurangan masa pidana umum kepada 1.085 anak binaan pada 2026.


Ia juga melaporkan jumlah warga binaan di seluruh Lapas, Rumah Tahanan Negara (Rutan), dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di NTB saat ini mencapai 4.997 orang. Sementara kapasitas hunian hanya 2.535 orang, sehingga terjadi kelebihan kapasitas.


Kasus narkotika menjadi perkara yang paling banyak menjerat warga binaan, dengan jumlah mencapai 2.909 orang.


Menurutnya, pemberian remisi merupakan bagian dari proses pembinaan sekaligus upaya mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama