OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

22/07/26

Kabar baik! ASN Loteng dapat jaminan dari Taspen hingga purna tugas

 
Kabar baik! ASN Loteng dapat jaminan dari Taspen hingga purna tugas

OPSINTB.com - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) dan PT Taspen (Persero) melakukan kerjasama perlindungan ASN, baik PNS maupun PPPK penuh waktu. Kerjasama ini dalam bentuk jaminan finansial atau perlindungan ketika ASN tersebut purna tugas atau meninggal dunia karena kecelakaan.


Asisten I Setda Loteng, H Lalu Muliawan menjelaskan, ASN yang telah terdaftar nantinya diharuskan membayar premi Rp5 ribu/bulan. ‘’Jadi ada premi yang kita bayar. Kemudian nanti ada manfaat yang diraih oleh ASN ketika pensiun,’’ jelas Muliawan dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).


Dalam waktu dekat, Muliawan melanjutkan, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi ke semua OPD, dan secara umum ke seluruh pegawai. Ia berharap seluruh ASN Loteng ikut terdaftar, karena akan sangat bermanfaat setelah mereka purna.


‘’Dipotong (premi,red) dari masing-masing ASN, maka ini akan kita sosialisasikan ke semua OPD. Jadi manfaatnya sangat luar biasa untuk pegawai kita. Ketika dia pensiun, dia akan mendapatkan santunan,’’ imbuhnya.


Ani Maskur, Direktur Keuangan dan Investasi PT Taspen mengeklaim, program ini berbeda dengan BPJS Ketenagakerjaan. Di mana program dari PT Taspen ini memberikan tambahan manfaat. Dengan kata lain jika ASN tersebut meninggal di luar pekerjaan, baik itu di rumah, kantor, ataupun yang lain.


‘’Kami memberikan tambahan manfaat, memang seluruh ASN itu di-cover untuk jaminan kecelakaan kerja. Tapi itu kan memang sebatas ketika nanti ada aktivitas di dalam pekerjaan, yang ketika ada kecelakaan kemudian meninggal dunia, itu di-cover (BPJS),’’ sebut Maskur.


Maskur menambahkan, adapun ASN yang telah meninggal karena sakit, akan mendapatkan perlindungan sebesar Rp10 juta. Sedangkan bagi yang meninggal karena kecelakaan akan mendapatkan Rp60 juta.


‘’Ada jaminan kematian dari Taspen, karena yang kita kerjasamakan ini bukan hanya personal accident saja, tapi untuk tabungan pensiun, yang nantinya akan dirasakan atau dinikmati saat pensiun,’’ pungkas Maskur. (wan)

Agil Sarful Anam, siswa SMKN 3 Selong bakal bertarung di LKS Dikmen tingkat nasional

 
Agil Sarful Anam, siswa SMKN 3 Selong bakal bertarung di LKS Dikmen tingkat nasional

OPSINTB.com - Getah dan aroma tembakau rajang masih menempel di tubuh Agil Sarful Anam. Ditambah triknya matahari, membuat baunya semakin menusuk hidung. 


Tepat di halam rumahnya, menjadi lokasi para pengerajang menjemur tembakaunya. Sedangkan Ibu Agil juga terlihat tekun bekerja mengiris daun tembakau. Apalagi bapaknya.


Bagi Agil, lahir dari keluarga petani terlebih musim tembakau tiba, ikut terlibat berkeringat sudah hal biasa. Baginya, dengan terlibat dia bisa membantu keluarga. 


Kendati sibuk membantu pekerjaan orang tuanya, tak membuat semangat belajar Agil ciut. Dirinya tetap bisa fokus menjaga asa demi cita-citanya. 


Semangat belajar dan tekad kuat itu yang mengantarkannya menjadi salah satu siswa yang memiliki keahlian. Buktinya ia menjadi wakil Nusa Tenggara Barat pada ajang Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS Dikmen) tingkat nasional 2026.


"Sekarang saya akan mengikuti lomba LKS Tingkat Nasional, bidang TAV, Programming, Soldering dan desain, termasuk membuat rangkaian seperti running LED atau running text," ujar siswa kelas XII SMKN 3 Selong, Jurusan Teknik Audio Video (TAV), belum lama ini. 


Sebelum ke LKS nasional, dirinya terlebih dahulu ikut di kompetisi TAV tingkat provinsi. Dirinya bisa meraih juara pertama pada LKS tingkat Provinsi NTB dengan menampilkan karyanya berupa amplifier untuk speaker. 


Menurut remaja kelahiran Desa Denggen Timur ini, ketertarikannya pada dunia elektronika sudah muncul sejak lama. Ia mengaku menyukai aktivitas merakit perangkat elektronik karena ia hobi.


"Yang membuat saya suka karena unik, suka merakit," ungkapnya.


Hobinya itu terbawa, bahkan menjadi kebiasaan hingga di lingkungan sekolah. Menurutnya, praktik menjadi bagian penting dari proses belajar. 


Dia melakukan praktik sekitar empat kali dalam sepekan, menyesuaikan jadwal mata pelajaran. Sementara di rumah, ia terus memperdalam kemampuan dengan mencari referensi melalui media sosial dan internet.


"Saya juga sering belajar dari media sosial dan browsing untuk menambah pengetahuan," tuturnya.


Saat ini dirinya terus mematangkan persiapan menuju LKS Nasional. Yakni dengan terus latihan setiap hari bersama guru pembimbing. 


Pasalnya dia akan berangkat menuju Jakarta pada Sabtu (25/7/2026) mendatang untuk mengikuti LKS Nasional yang berlangsung di SMKN 4 Jakarta selama kurang lebih satu minggu. 


Ia menjadi satu-satunya peserta dari Lombok Timur yang mewakili NTB pada bidang lomba tersebut dan akan didampingi seorang guru pembimbing.


Kendati demikian, Agil harus memutar otak untuk menutupi kekurangan yang berupa keterbatasan peralatan. Terlebih lagi, dirinya harus belajar ekstra lantaran modul yang akan digunakan dalam lomba baru diterima sehingga waktu untuk beradaptasi cukup terbatas.


"Modul yang dipakai baru jadi sehingga kami belum terlalu familiar dengan modul yang akan dikerjakan saat lomba nanti," ujarnya.


Pada kompetisi tingkat nasional nanti, peserta akan mengerjakan proyek berupa perakitan running LED berukuran kecil yang menguji kemampuan desain rangkaian, pemrograman, hingga penyolderan.


Meski persiapan dilakukan dengan segala keterbatasan, ia optimis untuk meraih juara. Agil berharap mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.


Baginya, kerja keras dan latihan menjadi modal utama untuk bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia.


"Walaupun fasilitas yang dimiliki seadanya, saya berharap bisa memberikan hasil terbaik dan membawa pulang prestasi untuk NTB," ucapnya. (zaa)

Kepala BGN Nanik S Deyang mundur: Saya minta maaf

 
Kepala BGN Nanik S Deyang mundur: Saya minta maaf

OPSINTB.com - Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rabu (22/7/2026). Keputusan tersebut diambil karena ia akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.


Dalam unggahannya, Nanik menyampaikan bahwa keberangkatannya ke luar negeri bukan karena tidak mempercayai kemampuan dokter di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan second opinion atas kondisi kesehatannya berdasarkan rekomendasi dari rekannya.


"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya," tulis Nanik dalam unggahan tersebut.


Menurutnya, Presiden menyetujui pengunduran dirinya, namun tetap memintanya untuk ikut mengawasi BGN. Ia menyebut Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya menjadi ketua dewan tersebut.


Nanik juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Presiden serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut telah mendampingi Presiden selama 14 tahun dan meyakini program MBG bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, bukan untuk kepentingan politik.


Ia menilai tudingan bahwa program MBG disiapkan untuk kepentingan Pemilu 2029 tidak tepat, mengingat mayoritas penerima manfaat saat ini merupakan balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih.


Selain itu, Nanik mengungkapkan bahwa program MBG telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani, peternak, dan pedagang. Menurutnya, saat program sempat berhenti selama libur sekolah, hasil pertanian dan peternakan tidak terserap sehingga harga komoditas mengalami penurunan.


Sebelum mengundurkan diri, Nanik mengaku telah melakukan sejumlah langkah pembenahan di internal BGN, termasuk mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, serta Kejaksaan.


Ia juga menyebut telah dibentuk 11 tim reformasi untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG, mulai dari evaluasi ketepatan sasaran penerima manfaat, peninjauan operasional SPPG, penguatan pelaksanaan program di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), hingga peningkatan efisiensi kelembagaan.


Di akhir pernyataannya, Nanik mengatakan akan memusatkan perhatian pada proses pemulihan kesehatannya sesuai anjuran keluarga dan tim medis, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis demi masa depan anak-anak Indonesia dan pertumbuhan ekonomi daerah. (red)

21/07/26

Bupati Lombok Timur tak hiraukan komentar kotor akun Facebook Ika We Lah

 
Bupati Lombok Timur tak hiraukan komentar kotor akun Facebook Ika We Lah

OPSINTB.com - Ratusan masyarakat melaporkan akun Facebook Ika We Lah ke Polres Lombok Timur atas komentarnya di akun Facebook Hai Lotim yang diduga menyerang pribadi Bupati H Haerul Warisin. 


Mereka mengaku tergerak secara pribadi untuk mengadukan akun yang disebutnya menyerang pribadi orang nomor satu di Gumi Patuh Karya itu. 


Salah seorang perwakilan masyarakat, Lalu Hendri menerangkan, hingga hari ini sudah 128 orang yang mengadukan komentar akun tersebut. Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan dengan baik jangan berkomentar yang tidak-tidak. 


"Ingat kita ini orang Sasak. Mari kritik, tapi kritik yang membangun jangan menyerang individu," tegas Lalu Hendri, Selasa (21/7/2026). 


Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Lombok Timur, Taufan Pradita mengatakan, Bupati Lombok Timur hingga kini belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut.


"Sampai dengan saat ini Bapak tidak ada berkomentar terkait ini. Sepertinya beliau sudah tahu. Mungkin beliau lebih memilih fokus bekerja daripada menanggapi komentar akun hater," kata Taufan. (kin)

Pemkab Loteng tunda rekrutmen calon dokter jalur tahfiz

 
Pemkab Loteng tunda rekrutmen calon dokter jalur tahfiz

OPSINTB.com - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menunda rekrutmen calon mahasiswa kedokteran jalur tahfiz Al-Qur’an. Keputusan tersebut mengingat besarnya biaya yang dikeluarkan Pemkab untuk membayar kuliah para calon dokter.


‘’Kami tunda sebentar. Melihat perkembangan ini, karena besar (biaya,red) itu dik,’’ kata Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri pada opsintb.com, Selasa (21/7/2026).


Pathul menambahkan alasan lain penundaan adalah ingin memprioritaskan pembangunan Klinik Peduli Yatim. Sebab, dalam waktu dekat calon-calon dokter yang sudah dikuliahkan akan lulus dan memerlukan tempat praktek.


‘’Yang perlu kita pikirkan; rumah sakitnya. Beberapa waktu ke depan kami rembuk,’’ Pathul menambahkan.


Adapun lokasi pembangunan klinik, Pathul melanjutkan, sudah disediakan di lahan kosong yang berlokasi di Desa Labulia, Kecamatan Jonggat.


Seleksi beasiswa masuk Fakultas Kedokteran dilakukan pada 2023 lalu. Saat itu, sebanyak 19 orang penghafal Al-Quran dari kalangan keluarga menengah ke bawah lolos seleksi dan dikuliahkan di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.


Dalam prosesnya, para tahfiz yang dinyatakan lulus dibuatkan fakta integritas yang harus disetujui. Di mana salah satu bunyi fakta tersebut adalah setelah selesai menempuh pendidikan kedokteran, maka dokter tersebut wajib bekerja di Klinik Peduli Yatim yang akan segera di bangun Pemkab Loteng.


‘’Kemudian dilarang menikah saat menjalani kuliah atau sebelum selesai kuliah. Jika melanggar maka orang tua yang bersangkutan ataupun mahasiswa itu wajib mengembalikan seluruh biaya kuliah yang sudah dikeluarkan,’’ ujar Pathul.


Adapun sumber pembiayaan para calon dokter tersebut berasal dari Baznas dan sumbangan para Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala desa, kepala lingkungan, dan pihak-pihak yang ingin berdonasi. (wan)

Puluhan wali murid SDN 1 Rensing Bat tagih tabungan siswa

 
Puluhan wali murid SDN 1 Rensing Bat tagih tabungan siswa

OPSINTB.com - Puluhan wali murid SDN 1 Rensing Bat, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, mendatangi sekolah untuk menuntut pengembalian tabungan anak-anak mereka yang hingga kini belum dibagikan. Seorang guru ASN diduga menguasai dana tabungan siswa senilai sekitar Rp 35 juta, sehingga memicu kemarahan para orang tua.


Mereka mengaku sudah berkali-kali datang meminta kejelasan, namun belum memperoleh kepastian dari pihak sekolah terkait pengembalian uang tabungan tersebut.


Salah seorang wali murid, Fatmiwati, mengatakan dirinya datang untuk menagih hak anaknya yang masih tertahan di sekolah. Menurutnya, tabungan milik anaknya mencapai sekitar Rp2.720.000 dan hingga saat ini belum diserahkan.


"Persoalan saya datang ke sini karena ingin menagih hak saya. Tabungan anak saya belum diberikan, jumlahnya sekitar Rp2.720.000," ucap Fatmiwati, disela menunggu kepastian di ruang guru Selasa, (21/7/2026).


Ia menjelaskan, bukan hanya anaknya yang belum menerima tabungan tersebut. Sekitar 20 wali murid lainnya juga mengalami hal serupa. Jika ditotal, nilai tabungan yang belum dikembalikan diperkirakan mencapai sekitar Rp 35 juta.


Fatmiwati mengaku hingga kini tidak ada kejelasan dari pihak sekolah. Menurutnya, kepala sekolah juga belum menunjukkan tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan tersebut.


Ia berharap pihak sekolah segera bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh tabungan siswa yang menjadi hak para orang tua.


"Yang kami inginkan hanya uang tabungan itu dikembalikan," tegasnya.


Fatmiwati menyebut seluruh siswa kelas satu belum menerima tabungan mereka. Ia juga mengaku telah lima kali datang ke sekolah untuk meminta kejelasan, namun hasilnya tetap nihil.


Saat dirinya bersama wali murid lainnya datang ke sekolah, kepala sekolah tidak berada di tempat. Guru yang diduga mengetahui persoalan tersebut juga tidak terlihat.


"Dari pagi sekitar pukul 06.00 Wita kami sudah menunggu, tetapi belum ada kejelasan dan gurunya juga tidak datang," tuturnya.


Sementara itu, wali murid lainnya, Zamroni, mengatakan hingga saat ini para orang tua masih memilih bersabar meskipun belum memperoleh kepastian kapan tabungan anak-anak mereka akan dikembalikan.


Menurut Zamroni, saat ini para wali murid masih berharap adanya penyelesaian secara baik-baik, namun jikalau tidak ada kepastian ia akan melaporkan persoalan tersebut ke pihak berwajib.


"Yang kami inginkan ada perjanjian yang jelas dari pihak sekolah mengenai kapan tabungan itu akan dikembalikan," ujarnya.


Zamroni mengungkapkan tabungan anaknya yang belum dikembalikan sekitar Rp 900 ribu. Uang tersebut rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. 



"Karena belum dikembalikan saya sampai harus meminjam uang kepada tetangga," pungkasnya.


Ditempat berbeda, Kepala SDN 1 Rensing Bat, Saeful Akbar, mengakui adanya persoalan tersebut. Ia menjelaskan baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala sekolah sehingga tidak mengetahui secara rinci mekanisme pengelolaan tabungan siswa sebelumnya.


Menurutnya, selama bertahun-tahun pembagian tabungan siswa selalu berjalan lancar. Namun pada tahun ini, guru yang bertanggung jawab atas tabungan siswa kelas 1 beberapa kali berjanji akan membagikan uang tersebut, tetapi janji itu tidak pernah ditepati.


"Kami sudah berkali-kali mengingatkan yang bersangkutan. Awalnya dia beralasan uang masih disimpan di koperasi dan akan segera dibagikan, namun sampai sekarang tidak terealisasi. Saya juga merasa ini menjadi mimpi buruk bagi sekolah," beber Saeful.


Saeful menegaskan dirinya tidak pernah menyatakan sekolah akan mengganti uang tabungan tersebut menggunakan dana pribadi maupun dana sekolah. Menurutnya, tanggung jawab tetap berada pada guru yang memegang tabungan siswa.


Ia juga mengungkapkan mendapat informasi bahwa guru tersebut tengah menghadapi persoalan rumah tangga dan diduga mengalami masalah keuangan. Namun, ia menegaskan hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan hak para siswa.


"Saya mempersilakan wali murid menempuh jalur hukum. Itu adalah hak mereka. Saya sangat memahami kemarahan orang tua karena yang menjadi korban adalah anak-anak, kalau mereka mau demo terserah mereka, tidak hak saya melarang," tegasnya.


Hingga berita ini diturunkan, guru janda ASN yang diduga menguasai dana tabungan siswa tersebut belum dapat dimintai keterangan karena tidak diketahui keberadaannya. Menurut kepala sekolah guru tersebut berasal dari Tanjung Teros, bahkan dia tinggal di slaah satu BTN diwilayah Selong, sehingga keberadaannya tidak jelas. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama