OPSINTB.com - Perubahan iklim menjadi tantangan bagi kebanyakan petani, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.
Buntut perubahan itu, terjadi pergesran musim tanam dan panen. Dampaknya terkadang petani harus merugi.
Melihat kondisi ini, petani di Gumi Patuh Karya sudah harus bergeser dari pola lama, menuju sistem smart farming.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi, menegaskan komitmennya mendorong transformasi sektor pertanian agar semakin adaptif terhadap berbagai tantangan di masa depan.
Menurutnya, sektor pertanian Lombok Timur kini menghadapi sejumlah tantangan serius, mulai dari anomali iklim, degradasi lahan pertanian, hingga semakin menuanya usia rata-rata 60 tahun keatas.
"Saya optimistis berbagai tantangan itu dapat diatasi melalui inovasi, teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian," kata Lalu Fathul Kasturi, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2026).
Ia menjelaskan, perubahan iklim yang sulit diprediksi membuat pola tanam petani semakin membutuhkan pendekatan baru. Musim kemarau yang panjang, misalnya, menuntut petani untuk tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pola pertanian konvensional.
Di sisi lain, tekanan terhadap lahan pertanian juga terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Saat ini, rata-rata kepemilikan lahan masyarakat Lombok Timur relatif kecil, sehingga perlindungan terhadap lahan pertanian produktif menjadi hal yang sangat penting.
Miq Kasturi menyebut Kabupaten Lombok Timur telah memiliki lahan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang dilindungi sekitar 37.345 hektare.
Berdasarkan kajian akademis yang dilakukan, dengan asumsi pertumbuhan penduduk sekitar satu persen setiap tahun, lahan pertanian yang dilindungi tersebut masih mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat Lombok Timur hingga sekitar 35 tahun ke depan.
"Dengan kondisi LP2B kita 37.345 hektare dan asumsi pertambahan jumlah penduduk satu persen per tahun, dalam 35 tahun kita masih bisa surplus," jelasnya.
Selain persoalan iklim dan lahan, regenerasi petani menjadi perhatian serius Dinas Pertanian Lombok Timur.
Miq Kasturi menilai, usia petani yang semakin tua harus segera diimbangi dengan kehadiran generasi muda. Karena itu, pihaknya mendorong lahirnya lebih banyak petani milenial yang tidak hanya mampu bertani, tetapi juga memiliki pola pikir modern dan terbuka terhadap teknologi.
Menurutnya, stigma bahwa bertani merupakan pekerjaan yang kurang menjanjikan harus diubah. Sebaliknya, sektor pertanian saat ini memiliki prospek ekonomi yang sangat besar, terlebih pemerintah terus memberikan kepastian harga terhadap sejumlah komoditas strategis.
Ia mencontohkan harga gabah dan jagung yang dinilai cukup menjanjikan bagi petani.
"Mindset kita harus dirubah. Berusaha tani itu usaha yang sangat baik dan sangat menguntungkan," tegasnya.
Dengan kepastian harga dan pasar, Fathul berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik kembali ke sektor pertanian dan meneruskan profesi orang tua mereka.
Untuk menghadapi perubahan iklim sekaligus meningkatkan produktivitas, Miq Kasturi mendorong penerapan pertanian presisi berbasis smart farming.
Menurutnya, pertanian presisi merupakan konsep pertanian yang memanfaatkan data dan digitalisasi sehingga setiap input produksi dapat diberikan secara lebih terukur dan tepat sasaran.
Sementara smart farming diarahkan pada pemanfaatan teknologi dan mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan petani.
"Pertanian presisi ini adalah pertanian yang berbasis data dan digitalisasi. Dengan pertanian presisi, kita bisa mengukur dan memberikan input produksi sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan," bebernya
Miq Kasturi menegaskan, penggunaan teknologi dan mekanisasi bukan berarti menghilangkan tenaga kerja manusia. Sebaliknya, teknologi akan dipadukan dengan tenaga kerja agar proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien.
Terlebih pada musim panen, kebutuhan tenaga kerja pertanian cukup tinggi dan biaya buruh tani juga meningkat. Karena itu, mekanisasi dinilai dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja sekaligus menekan biaya produksi.
Langkah inovatif tersebut juga mulai diarahkan untuk menjawab persoalan komoditas hortikultura, khususnya tanaman cabai yang selama ini kerap menjadi salah satu penyumbang inflasi ketika produksinya terganggu akibat kondisi cuaca.
Miq Kasturi menyebut konsep pertanian presisi dan smart farming memungkinkan komoditas tertentu tetap dibudidayakan meski berada di luar musim tanam normal.
Salah satu langkah yang sedang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yakni pembangunan screen house sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem budidaya yang lebih terkendali dan modern.
"Dengan konsep smart farming dan pertanian presisi, kita bisa mempertahankan ketahanan pangan pada musim yang tidak lazim untuk menanam," ujarnya.
Miq Kasturi juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Tidak hanya petani, tetapi juga para penyuluh pertanian dan kelembagaan kelompok tani.
Menurutnya, teknologi secanggih apa pun tidak akan berjalan tanpa sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan memanfaatkannya.
Karena itu, Dinas Pertanian Lombok Timur akan terus mendorong pelatihan, penguatan kelembagaan, serta membuka ruang kerja sama dengan perguruan tinggi.
Ia juga melihat perkembangan teknologi digital sebagai peluang besar bagi petani. Hampir seluruh petani saat ini telah memiliki telepon pintar yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan memperoleh informasi pertanian.
"Apapun digitalisasi, apapun mekanisasi, tanpa digerakkan oleh tenaga kerja yang handal tidak bisa bergerak," tuturnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Fathul optimistis pertanian Lombok Timur ke depan mampu menjadi sektor yang semakin modern, produktif dan menarik bagi generasi muda.
Baginya, perubahan memang membutuhkan waktu, biaya dan proses yang tidak singkat. Namun, transformasi menuju pertanian berbasis teknologi merupakan pilihan yang harus dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim, keterbatasan lahan dan tantangan regenerasi petani.
"Ini memang membutuhkan waktu dan biaya yang cukup banyak, tetapi tetap ini adalah solusi ke depan," pungkasnya. (zaa)




follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami