OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

30/08/26

BI NTB puji langkah Ponpes Thohir Yasin bangun kemandirian ekonomi pesantren

 
BI NTB puji langkah Ponpes Thohir Yasin bangun kemandirian ekonomi pesantren

OPSINTB.com - Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi dan kewirausahaan berbasis pesantren. Salah satunya melalui kemitraan strategis bersama Pondok Pesantren Salaf Modern (PPSM) Thohir Yasin, yang berada di Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, NTB.


Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya BI dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di NTB.


Menurut Hario, Pondok Pesantren Thohir Yasin telah menunjukkan perkembangan yang positif dalam mengelola berbagai kegiatan ekonomi dan kewirausahaan. Sejumlah unit usaha bahkan telah dikembangkan secara nyata dan mendapat dukungan dari BI.


"Memang kami BI NTB bersama Pondok Pesantren Thohir Yasin bermitra dalam hal pengembangan ekonomi dan kewirausahaan yang dilaksanakan di pesantren," ucapnya Ahad (30/8/2026).


Ia mencontohkan, beberapa kegiatan ekonomi yang telah dikembangkan di lingkungan pesantren antara lain greenhouse dan tempat pemotongan unggas. BI turut memberikan dukungan melalui pendampingan dan konsultasi untuk membantu pengembangan kegiatan tersebut agar semakin produktif dan berkelanjutan.


Hario menilai langkah yang dilakukan Pondok Pesantren Thohir Yasin merupakan gambaran positif bagaimana pesantren tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi.


"Harapan kami di Bank Indonesia, pesantren juga bisa melakukan pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pengelolaan ekonomi dan kewirausahaan pesantren. Ini kami lihat sudah dilaksanakan di Pondok Pesantren Thohir Yasin," katanya.


Ia mengapresiasi pengelolaan pesantren yang dinilai semakin profesional. Saat ini, telah terdapat pembagian tanggung jawab yang jelas antara kegiatan pendidikan dan dakwah dengan kegiatan ekonomi yang dikelola pesantren.


Dengan pengelolaan tersebut, Hario berharap berbagai unit usaha dan aktivitas ekonomi yang dikembangkan dapat terus tumbuh sehingga pada akhirnya mampu memberikan kontribusi terhadap operasional pesantren secara keseluruhan.


"Sudah ada penanggung jawab masing-masing. Kami berharap ke depan kegiatan ekonomi dan keuangan syariah yang dilaksanakan Pondok Pesantren Thohir Yasin semakin berkembang dan pada akhirnya dapat mendukung operasional pesantren secara keseluruhan," ujarnya.


Selain penguatan sektor ekonomi pesantren, BI NTB juga akan terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya para santri dan alumni pesantren, terhadap perkembangan ekonomi digital.


Hario menjelaskan, kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam aktivitas ekonomi dan sistem pembayaran. Masyarakat kini memiliki pilihan untuk melakukan transaksi menggunakan uang tunai maupun non-tunai.


Dalam hal ini, BI memiliki komitmen untuk memastikan sistem pembayaran berjalan lancar, baik melalui uang kartal maupun transaksi digital.


"Kami harapkan nantinya santri, alumni maupun lingkungan pesantren juga bisa memahami kegiatan-kegiatan yang sifatnya digital. Bersama-sama kami ingin mengembangkan ekosistem keuangan dan ekonomi digital di NTB," jelasnya.


Menurut dia, literasi digital menjadi semakin penting seiring pesatnya perkembangan teknologi. Kemudahan dalam bertransaksi harus dibarengi dengan pemahaman terhadap berbagai risiko yang dapat muncul.


BI NTB pun secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan transaksi, baik tunai maupun non-tunai.


Untuk transaksi tunai, masyarakat terus diingatkan mengenai pentingnya mengenali ciri-ciri keaslian rupiah melalui program Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.


Sementara dalam transaksi digital, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan, termasuk penipuan melalui pesan WhatsApp maupun bentuk penipuan digital lainnya yang dapat menyebabkan kerugian finansial.


"Kemajuan teknologi juga memiliki risiko. Karena itu, edukasi dan sosialisasi terkait risiko yang mungkin dihadapi masyarakat harus terus dilakukan," katanya.


Hario menegaskan, upaya meningkatkan literasi keuangan dan digital tidak dapat dilakukan sendiri. BI terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kementerian terkait.


Melalui sinergi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam melakukan transaksi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengantisipasi risiko.


"Kami berharap masyarakat memahami kemudahan dalam bertransaksi, baik tunai maupun non-tunai, tetapi di sisi lain juga memahami risiko yang mungkin dihadapi," pungkasnya. (zaa)

Menkue RI kucurkan dana Rp 7 Triliun untuk benahi DTSEN, ini kata BPS Lombok Timur

 
Menkue RI kucurkan dana Rp 7 Triliun untuk benahi DTSEN, ini kata BPS Lombok Timur

OPSINTB.com - Ramai pembritaan prihal Menteri Keuangan RI, Purbaya Sadewa yang kucurkan anggaran sebesar Rp 7 Triliun untuk membenahi DTSEN atau data desil masyarakat.


Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, menjelaskan berdasarkan konfirmasi kembali dengan Kementerian Keuangan, anggaran Rp 7 triliun tersebut bukan khusus dialokasikan untuk perbaikan desil. Dana itu merupakan total operasional BPS secara nasional selama satu tahun.


"Jadi bukan hanya sensus ekonomi saja," jelas Sri Endah, Jumat (28/8/2026).


Menurutnya, anggaran tersebut mencakup kebutuhan BPS di seluruh Indonesia yang terdiri dari 518 satuan kerja (satker). Selain pelaksanaan sensus, pihaknya juga memiliki berbagai kegiatan survei rutin, termasuk pendataan untuk penghitungan inflasi yang dilakukan setiap bulan.


Anggaran tersebut juga mencakup kebutuhan belanja pegawai serta balas jasa bagi mitra statistik yang dilibatkan dalam berbagai kegiatan pendataan.


"Jangan lupa di situ juga ada upah untuk mitra statistik, termasuk untuk kegiatan sensus ekonomi," katanya.


Sementara itu, untuk BPS Kabupaten Lombok Timur, Sri Endah menyebut total pagu anggaran mencapai sekitar Rp 28 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp 18 miliar dialokasikan untuk kegiatan Sensus Ekonomi.


Sebagian besar anggaran Sensus Ekonomi tersebut digunakan untuk membayar balas jasa mitra statistik. Dalam pelaksanaannya, BPS Lombok Timur merekrut sekitar 1.336 mitra statistik.


Sri Endah juga menjelaskan bahwa proses perbaikan data desil tidak hanya bersumber dari survei yang dilakukan BPS. BPS memiliki peran sebagai pengelola data, sementara sumber data untuk pemutakhiran desil berasal dari berbagai kementerian, lembaga, maupun pendataan di lapangan.


Ia menyebut, salah satu sumber pembaruan data berasal dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di bawah Kementerian Sosial. Selain itu, terdapat pula data dari kementerian dan lembaga lainnya, termasuk PLN dan BPJS.


Data dari berbagai sumber tersebut kemudian dipadupadankan, termasuk dengan data kependudukan dari Dukcapil yang berkaitan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).


"Jadi banyak sumber untuk perbaikan desil ini, tidak hanya dari survei BPS," ujarnya.


Menurut Sri Endah, masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya juga memiliki kesempatan untuk mengajukan usul atau sanggah.


Pengajuan tersebut dapat dilakukan melalui sejumlah kanal, di antaranya aplikasi Cek Bansos, aplikasi yang tersedia di desa, maupun melalui kanal yang disediakan BPS.


"Kalau masyarakat tidak sesuai, merasa tidak sesuai desilnya dengan kondisi di lapangan atau kondisi sesungguhnya, mereka bisa mengajukan usul sanggah," bebernya


Sri Endah menambahkan, setiap kegiatan sensus maupun survei yang dilakukan BPS pada dasarnya dapat menjadi salah satu sumber untuk pembaruan data.


Namun, khusus hasil Sensus Ekonomi yang saat ini sedang berjalan, datanya belum dapat memengaruhi perubahan desil masyarakat dalam waktu dekat.


"Sensus ekonomi kan sedang berjalan, sedang diolah pun belum. Jadi ini belum mempengaruhi perubahan desil saat ini," pungkasnya. (zaa)

IKA SMAN 1 Pringgabaya kukuhkan Duta Alumni 2026, ada pakar ongkologi hingga influencer

 
IKA SMAN 1 Pringgabaya kukuhkan Duta Alumni 2026, ada pakar ongkologi hingga influencer

OPSINTB.com -  Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Pringgabaya Lombok Timur akhirnya menetapkan tujuh orang alumni sebagai Duta Alumni 2026. 


Penetapan dilakukan setelah mencermati kiprah para alumni tersebut yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, pengalaman, kompetensi, dedikasi, jejaring serta kepedulian terhadap kemajuan dan nama baik SMA Negeri 1 Pringgabaya di pentas daerah, regional, nasional bahkan internasional.


Ketua Umum PP IKA SMANSABAYA, Sukri Aruman mengungkapkan, para alumni yang dinobatkan sebagai Duta Alumni 2026 merupakan ikhtiar untuk memaksimalkan kiprah alumni dalam mengangkat citra dan nama baik sekolah di dalam maupun luar negeri. “Mereka yang menjadi duta alumni mempunyai beragam latar belakang dan profesi. Mulai akademisi, birokrat, teknokrat, guru hingga seniman dan influenser,”sebutnya.


Adapun tujuh alumni yang dinobatkan sebagai Duta Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya antara lain associate Professor Dr Dr. dr. Rohadi, Sp.BS., Subsp.N-Onk (K), SH., MH.(Kes), M.Med.Ed yang dikenal sebagai pakar ongkologi dan saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram.


Doktor Rohadi juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Nusa Tenggara Barat.


Selanjutnya ada Lalu Agustan Kusumaredi SKom MM, ahli komunikasi yang juga praktisi kependudukan dan keluarga Berencana, birokrat karir di BKKBN NTB.


Selain itu, ada juga Suriadi SSy ME yang berkiprah sebagai pejabatLLembaga negara independent di daerah yakni menjadi Komisioner KPU Lombok Timur.


Duta alumni berikutnya adalah Rusdi Ronata dan  Adi Darma  yang merupakan pencipta lagu dan penyanyi Mars IKA SMANSABAYA berjudul Peduli dan Maju Bersama.


Ada juga Baiq Wirasundari yang terjun di dunia show biz dan ekonomi kreatif, menjadi pelaku seni budaya dan terlibat sebagai artis, pemain utama dalam film SEHER, film indie sineas Lombok Timur yang pernah viral di jagat maya  beberapa waktu lalu.


Duta alumni yang tak kalah populer adalah Khairuddin, konten kreator sukses Lombok Timur  yang menginspirasi banyak pegiat medsos di Indonesia.


 Dia dikenal dengan nama Heru Bollywood dan kerap memposting pengalaman dan kisah kasih di sekolah sebagai alumni SMUN 1 Pringgabaya. “Kiprah mereka selama ini merupakan bagian dari representasi kehormatan alumni dan almamater yang membawa nilai, semangat, identitas, serta nama baik SMA Negeri 1 Pringgabaya dalam berbagai kegiatan, hubungan kelembagaan, sosial kemasyarakatan, profesional, pendidikan, kebudayaan, maupun kegiatan lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri,”papar  Sukri Aruman yang akrab disapa Bang Ray.


Menurut rencana para Duta Alumni 2026 akan diundang menerima penghargaan pada acara Kick off Bakti Alumni 37 Tahun Sekolah dan pembukaan Musyawarah Besar I Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya pada Minggu, 30 Agustus 2026.


Mubes merupakan forum tertinggi yang dimaksudkan untuk melakukan Pemilihan Ketua Umum  Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya periode 2026-2030.


Peserta mubes adalah jajaran pengurus pusat, Pengurus Angkatan, Koordinator  Wilayah dan Organisasi sayap.”Jumlah peserta sekitar 150 orang pemilik suara mewakili 15 ribuan alumni se indonesia,”sebut Bang Ray yang kini menjabat sebagai Dewan Pengawas LPPL Selaparang TV Lombok Timur.



Ketua Panitia Robby Firmansyah mengungkapkan, Mubes I merupakan bagian dari rangkaian bakti alumni 37 tahun SMA Negeri 1 Pringgabaya. Ada banyak kegiatan yang akan digelar mulai Agustus hingga Desember 2026 mendatang, antara lain bakti sosial, Literasi media dan pelatihan konten kreator pelajar, donor darah dan pemeriksaan Kesehatan gratis,  penghijauan, pemberian beasiswa, pameran Pendidikan kampus hingga lari santai atau Fun run.


“Adapun untuk Pemilihan ketua umum baru akan diikuti dua calon yakni H Hasim AMdKes SSi dan Yoggy Yuliandra,”sebutnya seraya menambahkan pembukaan Mubes dan Kick of Bakti Alumni oleh Kepala SMA Negeri 1 Pringgabaya Hasanuddin SPd dan  akan dimeriahkan pula atraksi seni hadroh persembahan OSIS SMA  terkait  dan aneka hiburan lainnya. (red)

29/08/26

SMPN 1 Terara gelar LDKS guna cetak pemimpin masa depan

 
SMPN 1 Terara gelar LDKS guna cetak pemimpin masa depan

OPSINTB.com - Isu-isu prihal pemimpinan terus diperbincangkan. Saking menariknya, pembicaraan soal pemimpin seperti tak mengenal ruang, setiap saat terus saja menjadi buah bibir. 


Sejatinya memang tak ada pemimpinan yang sempurna. Pasti ada cela, kekurangan yang harus dilengkapi terlebih lagi kepemimpinan organisasi maupun negara. 


Untuk membentuk pemimpin yang ideal, sangat sulit. Para nahkoda hanya dituntut proporsional dalam setiap masa. 


Mencentak seorang pemimpin tidak bisa simsalabim. Namun butuh proses, pembentukan karakter cukup lama, hal ini bisa diciptakan dengan menanamkan jiwa-jiwa pemimpin sejak mulai usia dini. 


Seperti yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Terara yang menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). 


Kepala Sekolah SMPN 1 Terara, Moh Zaini, S.Pd, mengatakan, LDKS merupakan agenda tahunan di sekolah. Tepatnya kegiatan itu digelar setelah terpilihnya kepengurusan baru organisasi siswa intra sekolah (OSIS). 


"LDKS ini dilaksanakan untuk memberikan dasar-dasar kepemimpinan kepada pengurus OSIS yang baru," ucap Moh Zaini, ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (29/8/2026). 


Dalam kegiatan itu pihak sekolah mengundang narasumber dari berbagai profesi. Seperti TNI untuk wawasan kebangsaan, Kepolisian soal kantibmas dan peraturan lalu lintas. 


Selanjutnya dari Puskesmas mengenai bahaya penggunaan Narkotika, KPAI, anggota dewan, pelaku media, dan narasumber lain yang dianggap penting. 


Semua itu dilakukan dengan niatan untuk membentuk pemimpin yang baik, visioner, bertanggung jawab, serta berkarakter. 


Dia tak ingin kegiatan LDKS hanya menjadi gelaran seremonial, tapi harus ada efeknya. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan namun juga implementasinya. Semisal, usai mengikuti LDKS siswa diminta untuk menyusun program kerja selama satu tahun sesuai dengan masa kepengurusannya. Tentu saat mereka merumuskan agendanya dibimbing oleh pembina OSIS. 


"Progran kerja tidak hanya disusun tapi harus dilaksanakan secara konsisten sesuai dengan program tahunannya," ujarnya. 


Bagi sekolah, paparnya, kegiatan LDKS sangat penting. Sebab siswa bisa mengetahuk dasar menjadi pemimpinan, pengalaman, ilmu, menjadikan mereka bertanggung jawab sesuai dengan program. Terutama program wajib seperti perayaan hari besar nasional, keagamaan, atau menjadi wirausaha terutama mempin untuk dirinya sendiri.


Sebab dengan LDKS, sekolah mencetak siswa yang memiliki kepamahaman memimpin organisasi, struktur, visi misi, dan mengetahui ttentang tugas dan fungsi masing-masing bagian. Kesemuanya itu dimulai dari sekolah. 


Ke depan, terangnya, mereka terus mengembangkan diri agar cinta dan suka berorganisasi. 


"Berorganisasi itu mau tidak mau, suka tidak suka sangat besar dampaknya pada anak. Tidak hanya pengetahuan akademik, imbuhnya, tapi juga bakal membentuk karakter anak muali dari rasa tanggungjawab, disiplin, membangun koneksi, hingga bagaimana cara bekerjsama,” ucapnya.


Mereka akan menjadi pemimpi lebih luas lagi, baik masyarakat paling tidak pemimpin untuk diri sendiri dan keluarganya. 


"Kita berharap siswa-siswa SMPN 1 Terara ini menjadi pemimpin di birokrat, teknokrat, organisasi, dan profesi," ucapnya. 


Dia juga berharap khususnya kepada pengurus OSIS yang baru, di tengah era digitilisasi dan AI ini pengurus lebih visioner. Sebab bagi dirinya, kemajuan ini memiliki dua sisi yang memiliki peluang yang sama bisa menjadi kesempatan sekaligus tantangan. 


"Mereka harus tau tantangan ke depan, dari hari ke hari, waktu ke waktu, bisa menjadi pemimpin masa depan, memiliki wawasan, keperibadian, karakter.  Mudah-mudahan bisa jadi birokrat, teknokrat, dan entrepreneurship," harap Moh Zaini. (kin)

28/08/26

Mulud Adat Bayan masuk KEN 2026, Sinta titip tradisi tetap asli

 
Mulud Adat Bayan masuk KEN 2026, Sinta titip tradisi tetap asli

OPSINTB.com - Mulud Adat Bayan 2026 resmi dibuka dengan dentuman gendang di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (27/8/2026) sore. Di tengah kebanggaan atas masuknya tradisi tahunan tersebut dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M Iqbal, menitipkan satu pesan penting kepada masyarakat: jangan sampai pengakuan nasional justru menggerus keaslian tradisi.


Pembukaan Mulud Adat Bayan ditandai dengan prosesi pemukulan gendang secara simbolis oleh Sinta M Iqbal bersama unsur pemerintah dan tokoh masyarakat. Tradisi yang telah hidup turun-temurun di Bayan itu kini menjadi salah satu event unggulan nasional setelah dikurasi Kementerian Pariwisata RI dalam Karisma Event Nusantara 2026.


Sinta mengatakan masuknya Mulud Adat Bayan ke dalam KEN harus menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama masyarakat NTB, khususnya warga Bayan, untuk terus merawat dan menjaga otentisitas warisan budaya tersebut.


“Warga Nusa Tenggara Barat, terutama warga Bayan, harus sangat berbangga hati dan menjaga betul budaya yang saat ini sudah ada,” tegasnya.


Menurut Sinta, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan ritual dan tradisi. Regenerasi menjadi bagian penting agar pengetahuan, keterampilan, dan nilai budaya tetap hidup dalam kehidupan generasi muda.


Perhatian tersebut secara khusus ia tujukan kepada keberadaan tenun khas Lombok Utara dan Jong, aksesori tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Di tengah keberadaan tenun KLU yang mulai semakin sulit ditemukan, Sinta mengapresiasi upaya regenerasi penenun muda di Bayan yang telah diperkenalkan dengan keterampilan memintal benang sejak usia sekolah dasar.


“Saya titip kepada Pak Kades, Pak Kadus, dan Pak Camat untuk terus menghidupkan ini. Ajarkan juga di sekolah-sekolah. Keunikan tenun KLU dan Jong ini harus terus kita gaungkan. Jangan sampai generasi muda tidak mengenal budayanya sendiri,” ujarnya.


Keunikan tenun khas Lombok Utara dan Jong juga sebelumnya mendapat perhatian dari Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Bagi Sinta, perhatian tersebut menjadi dorongan agar kekayaan budaya lokal tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus tumbuh menjadi identitas sekaligus sumber penghidupan masyarakat.


Pesan menjaga budaya juga sejalan dengan arah penyelenggaraan Mulud Adat Bayan tahun ini yang mengusung tema “Bayan in Harmony: Merawat Tradisi, Menjaga Bumi.”


Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi, yang hadir mewakili Menteri Pariwisata, mengatakan tema tersebut sejalan dengan arah pengembangan pariwisata nasional yang menempatkan keberlanjutan dan manfaat bagi masyarakat sebagai ukuran utama sebuah event.


“Ukuran keberhasilan sebuah event bukan hanya seberapa ramai acaranya, tetapi seberapa besar manfaatnya yang kembali kepada masyarakat, mendorong kunjungan wisatawan, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan,” katanya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Utara, Sahabudin, yang mewakili Pemkab Lombok Utara, mengatakan Mulud Adat Bayan menjadi cerminan harmonisasi antara nilai keagamaan dan kearifan lokal yang telah hidup dalam masyarakat Bayan.


“Maulid Adat memberikan gambaran bahwa agama dan budaya saling berdampingan dan melengkapi di Lombok Utara. Kegiatan ini juga menunjukkan masyarakat kami inklusif dan terbuka melalui akulturasi budaya Sasak, Jawa, hingga Bali,” ujarnya.


Pembukaan Mulud Adat Bayan 2026 dihadiri unsur Forkopimda NTB dan Lombok Utara, tokoh adat, serta ribuan masyarakat. Festival 1000 Jong yang melibatkan anak-anak hingga perempuan masyarakat lokal menjadi salah satu atraksi utama dan memperlihatkan bahwa tradisi masih hidup melalui tangan generasi penerusnya.


Masuknya Mulud Adat Bayan ke panggung nasional melalui KEN 2026 membuka ruang yang lebih luas bagi Bayan untuk dikenal dunia. Namun, pesan yang mengemuka dari pembukaan pergelaran itu tetap sederhana dan mendasar: semakin jauh sebuah tradisi melangkah, semakin kuat pula akar budayanya harus dijaga. Sebab yang membuat Bayan bernilai bukan sekadar kemeriahan perayaannya, melainkan keaslian warisan yang tetap hidup di tengah masyarakatnya. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama