OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

25/08/26

Dikes Lombok Timur tegaskan Vaksin HPV aman, orang tua diminta tak khawatir

 
Dikes Lombok Timur tegaskan Vaksin HPV aman, orang tua diminta tak khawatir

OPSINTB.com - Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur mengimbau para orang tua tidak perlu khawatir terhadap pelaksanaan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak usia sasaran imunisasi.


Beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan mulai melaksanakan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi SD/MI dan SMP/MTs sederajat sejak Agustus 2026. Program ini merupakan bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang sudah menjadi program nasional.


Dari rekapitulasi dari puskesmas, sasaran imunisasi HPV di Lombok Timur tahun ini khusus untuk siswi perempuan, dengan rincian Kelas 5 SD/MI 13.355 siswi, Kelas 6 SD/MI 13.304 siswi dan Kelas 9 SMP/MTs 12.365 siswi, sehingga total menjadi 39.024 siswi


Saat ini di Lombok Timur sesuai dengan surat resmi untuk sasaran imunisasi HPV masih untuk siswa perempuan saja.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, H Lalu Aries Fahrozi menjelaskan, vaksin HPV merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan untuk memberikan kekebalan terhadap virus HPV yang dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk kanker leher rahim.


Menurutnya, kekhawatiran sebagian masyarakat lebih banyak muncul akibat informasi yang belum lengkap maupun kabar yang beredar di media sosial.


"Di era informasi yang terbuka saat ini, hampir semua orang bisa mengakses dan memberikan informasi. Tetapi tentu kita sebagai masyarakat harus cerdas dalam menyaring informasi yang kita terima," ucapnya, Selasa (25/8/2026).


Miq Aries menekankan, masyarakat tidak perlu mudah percaya terhadap informasi yang belum terbukti kebenarannya, termasuk berbagai kabar bohong atau hoaks mengenai vaksin.


Ia juga meminta jajaran puskesmas yang menjadi pelaksana vaksinasi di sekolah untuk terus memberikan edukasi dan penjelasan kepada masyarakat, khususnya orang tua dan para sasaran imunisasi.


"Teman-teman di puskesmas sebagai pelaksana vaksinasi di sekolah harus memberikan edukasi dan pencerahan kepada seluruh masyarakat, termasuk sasaran masing-masing, terkait tujuan maupun manfaat vaksinasi," katanya.


Miq Aries menegaskan, setiap vaksin yang digunakan dalam program imunisasi telah melalui proses pengujian secara ilmiah dan tahapan yang ketat sebelum didistribusikan dan diberikan kepada masyarakat.


"Jadi sebelum dilakukan pendistribusian dan pelaksanaan secara serentak, itu sudah melalui pengujian secara scientific yang ketat," tegasnya.


Di Kabupaten Lombok Timur sendiri, sasaran vaksinasi HPV mencapai sekitar 36 ribu orang. Jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat sejak usia dini.


Aries berharap masyarakat dapat memperoleh informasi vaksinasi dari sumber resmi dan tenaga kesehatan, sehingga tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.


Ia menilai, dukungan orang tua sangat penting agar program imunisasi dapat berjalan optimal dan tujuan pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada generasi muda dapat tercapai. (zaa)

24/08/26

Tinggalkan bahan tradisional, Pemkab Loteng rencana rombak rumah Adat Sade pakai material tahan api

 
Tinggalkan bahan tradisional, Pemkab Loteng rencana rombak rumah Adat Sade pakai material tahan api

OPSINTB.com - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) berencana mengganti ciri khas rumah-rumah Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut dari yang biasanya beratap alang-alang dan berdinding pagar bambu ke bahan-bahan yang tak mudah terbakar.


''Kalau kemarin rumah itu dibuat dari alang-alang, ke depan perlu didiskusikan agar tidak terdampak dan terjadi hal-hal yang seperti ini, yang menyeluruh dalam hitungan menit,'' kata Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri, Senin (24/8/2026).


Rencana itu, Pathul melanjutkan, harus didiskusikan dengan para budayawan, ahli, dan tokoh adat.


''Perlu kita diskusikan dengan mereka apakah kita pertahankan atap ilalang dengan konsekuensi seperti ini atau kita ganti dengan yang lebih modern,'' imbuhnya.


Kebakaran Desa Adat Sade menyebabkan 120 rumah beserta art shop, masjid, dan museum hanya menyisakan puing-puing. Pemda sendiri masih menghitung jumlah kerugian.


''Belum bisa dihitung ya. Nanti kami bersama teman-teman menghitung lebih jauh supaya tidak begitu jauh miss-nya,'' ujarnya.


Terkait rencana perubahan ciri khas rumah adat itu, seorang warga Adat Sade 1 bernama Bagi menyatakan sepenuhnya menyerahkan keputusan tersebut kepada Pemda dan Kepala Adat.


''Kami ikut saja bagaimana baiknya. Kami warga Desa Adat Sade di sini kompak,'' ucap Bagi.


Disinggung terkait biaya yang dihabiskan untuk membangun sebuah rumah adat, Bagi menjelaskan tak mempermasalahkan biaya, tetapi masalahnya alang-alang kini sulit didapat.


''Berapapun biayanya, kami siap. Tapi, bahan-bahan seperti ilalang sekarang jarang sekali. Kadang kita pesan dulu ke desa tetangga. Itupun kalau dapat,'' terangnya.


Pantauan opsintb.com di lokasi, dapur umum dari Kodim 1620/Loteng sudah mulai beroperasi di depan kantor desa setempat. Mereka dibantu para mahasiswa Poltekpar Lombok.


Sementara itu, di lokasi kebakaran tim dari kepolisian sudah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di titik pertama kemunculan api. (iwn)

DPRD Lombok Timur minta Dishub lebih serius tindak truk lebih tonase

 
DPRD Lombok Timur minta Dishub lebih serius tindak truk lebih tonase

OPSINTB.com - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Nurhasanah, menyoroti masih banyaknya truk pengangkut material yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas atau tonase yang telah ditentukan.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan infrastruktur jalan di sejumlah desa cepat mengalami kerusakan. Bahkan, perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah dinilai tidak akan bertahan lama jika kendaraan dengan muatan berlebih terus melintas.


"Di desa-desa ini, seberapa pun diperbaiki oleh pemerintah, tetap dilalui tonase yang berat, melebihi tonase. Kalau kualitas jalan betul-betul diperhatikan, memang ada ketentuan nanti dari DPRD sebagai bentuk perbaikan infrastruktur yang paten," kata Nurhasanah, Senin, (24/8/2026).


Ia mengatakan, berdasarkan kondisi di lapangan, masih ditemukan truk yang kapasitas muatannya tidak sesuai dengan ketentuan. Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan, khususnya truk yang membawa material.


Nurhasanah menyebut pihaknya sebelumnya telah melakukan rapat kerja bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan untuk mendorong pengawasan serta penertiban truk yang melintas dengan tonase berlebih.


"Kita sudah pernah rapat kerja dengan Satpol PP. Kita juga dorong perhubungan untuk mengawasi dan mengontrol terkait truk-truk yang tidak sesuai tonase yang lewat," ujarnya.


Ia berharap pengawasan di lapangan dapat dilakukan secara lebih serius. Menurutnya, penertiban kendaraan dengan muatan berlebih penting dilakukan agar anggaran pemerintah untuk pembangunan dan perbaikan jalan tidak sia-sia.


Nurhasanah juga mengatakan pihaknya berencana kembali mendorong persoalan tersebut dalam pembahasan anggaran. Hal itu dinilai penting untuk memperkuat pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintas di wilayah Lombok Timur.


"Insya Allah nanti akan kita bahas, apalagi sekarang sedang ada pembahasan anggaran. Ini akan kita sampaikan dalam rapat kerja komisi untuk tetap mendorong hal tersebut karena kalau kita tidak betul-betul mengawasi, akan sangat berdampak terhadap kualitas jalan," bebernya


Terkait kewenangan penindakan, Nurhasanah mengatakan Dinas Perhubungan memiliki kewenangan untuk menindak kendaraan yang melanggar ketentuan tonase. Ia juga mendorong koordinasi dengan Satpol PP agar pengawasan dan penertiban dapat berjalan lebih maksimal.


"Kita minta kepada Dishub untuk menindak tegas truk yang melintasi dengan tonase yang tidak sesuai kapasitas. Mungkin nanti bisa bekerja sama dengan Satpol PP," tegasnya. (zaa)

Posyandu Kerabat untuk remaja hebat

 
Posyandu Kerabat untuk remaja hebat

OPSINTB.com - Rina Hastuti tak pernah menyangka namanya disebut sebagai peringkat satu kader posyandu berprestasi bidang kesehatan. Nominasi ini menjadikan Rina sebagai kader terbaik Provinsi NTB dan berhak maju ke tingkat nasional.


Keberhasilan Rina menjadi tren positif bagi posyandu di Gumi Patuh Karya. Dalam perjalanannya, Lombok Timur sudah tiga kali mewakili NTB di tingkat nasional dalam urusan posyandu.


Tahun 2023, Shalatiyah, kader Posyandu Serumpun Bambu 1 Desa Labuhan Lombok, dengan inovasi “Bioskop Kita”.


Tahun 2024, Baiq Nurullah Hidayati, kader Posyandu Saroja Desa Rarang, dengan inovasi “Tancap Terus” (singkatan dari Taman Baca Posyandu untuk Generasi Penerus).


Pada tahun 2026 ini giliran Rina Hastuti, kader Posyandu Pelangi Rinjani di Lingkungan Bagek Longgek Barat, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, yang melenggang ke tingkat nasional dengan inovasi Kelas Remaja Hebat (Kerabat).


Tak heran, posyandu di Kabupaten Lombok Timur menjadi perbincangan hangat. Hal ini disebabkan oleh deretan prestasi dan inovasinya dalam melayani kesehatan masyarakat di tingkat paling dasar.


Kepada opsintbcom, Rina Hastuti menuturkan bahwa semuanya berangkat dari keresahan melihat nol kehadiran remaja saat posyandu. Padahal program posyandu saat ini sudah terintegrasi layanan primer (ILP) yang melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, balita, ibu hamil, remaja usia sekolah, usia produktif, hingga lansia.


“Mengamati beberapa tahun terakhir, mereka (rekan-rekan kader Rina) tidak pernah melihat sasaran anak-anak remaja ini datang ke posyandu,” tutur Rina kepada opsintbcom melalui sambungan telepon, Sabtu malam (21/8/2026).


Diakuinya, usia remaja di lingkungan itu memang tengah bersekolah. Akibatnya setiap tahun dalam laporannya, angka kehadiran tetap nol.


Oleh karena itu, Rina mencoba memutar otak agar anak usia remaja bisa hadir saat posyandu untuk memeriksakan kesehatan mereka setiap sebulan sekali. Dari situlah, inovasi Kerabat lahir, menyasar remaja yang berusia 10 sampai 18 tahun, bahkan hingga 25 tahun.


Untuk mewujudkan pelayanan remaja itu, Posyandu Pelangi Rinjani berkolaborasi lintas sektor, salah satunya dengan BKKBN.


Setelah inovasi itu diterapkan, perubahan pun datang. Akhirnya angka nol pecah telur dengan bertambahnya kehadiran usia remaja di lokasi posyandu tersebut.


“Alhamdulillah, berangkat dari nol jadi 5, 7, 8, 10, 11 orang. Alhamdulillah semakin bertambah. Bulan kemarin alhamdulillah sampai 30 orang,” sebutnya.


Menjalankan program ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Tantangan utamanya adalah waktu. Sebab, kata dia, usia remaja tengah aktif bersekolah saat jadwal posyandu tiba. Terlebih, biasanya program posyandu dilaksanakan pagi hari.


Oleh karena itu, khusus untuk remaja, pihaknya mengagendakan kegiatan sore hari, saat lebih banyak dari mereka sudah tidak lagi memiliki kesibukan.


Itu pun, tuturnya, masih ada beberapa remaja yang bersekolah atau mengikuti kegiatan sekolah hingga sore hari. Namun, hal tersebut tidak membuat para kader di lingkungan tersebut patah semangat. Mereka terus berjalan perlahan, yang pada akhirnya berhasil memecah telur.


Syukurnya, imbuh Rina, mereka saling mengajak satu sama lain dan bertukar cerita perihal pelayanan yang didapat di posyandu. Sehingga, angka kehadiran tiap bulannya mengalami tren positif.


Keberhasilan inovasi Kerabat juga lantaran keterlibatan banyak pihak, seperti Kepala Lingkungan, RT, kader, Pemerintah Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Puskesmas, komunitas parenting (Kren) Lombok, Duta Gender, UPT DP3AK Selong, hingga dukungan dari Dinas Kesehatan.


“Kalau tidak ada dukungan lintas sektor ini, Kerabat tidak akan jalan,” terangnya.


Dengan datang ke posyandu, remaja-remaja di lingkungan setempat mendapatkan layanan kesehatan, seperti pengukuran berat dan tinggi badan, lingkar perut, dan screening anemia. 


Paling penting, data-data seperti anemia dijadikan bahan untuk mengambil langkah guna menyelamatkan generasi muda. Dengan melakukan screening, pihaknya jadi mengetahui jumlah penderita anemia di lingkungan itu. Kemudian, mereka yang menderita anemia diberikan tablet tambah darah dari Puskesmas.


“Kita tugasnya mendampingi agar mereka meminum obat secara rutin. Sebab, remaja usia sekolah rentan terkena anemia. Lebih jauh lagi, Kerabat menjadi salah satu langkah memutus stunting yang dilakukan dari hulu,” ucapnya.


Dia berharap program Kerabat terus hidup dan dilaksanakan secara rutin. Begitu juga dengan dukungan lintas sektor, mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, guru, dan tenaga pendidik lainnya, agar ikut mendorong program ini terus dilakukan.


Dia meyakini generasi emas 2045 bisa tercapai jika dipersiapkan dengan matang mulai dari saat ini.


Dia menyerukan agar para remaja, khususnya di lingkungan tersebut, terus aktif datang ke posyandu untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Sebab, program Kerabat bukan hanya untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara umum, tetapi juga bisa melahirkan remaja tangguh yang tidak mudah terpapar isu-isu narkoba atau penyimpangan perilaku remaja lainnya.


“Kami juga para kader berharap ada bimbingan atau dibekali dengan pengetahuan agar bisa menjadi kader atau pendamping yang baik untuk anak remaja,” harapnya. (kin)

Tanggap bencana! Bank NTB Syariah bantu korban kebakaran Desa Adat Sade

 
Tanggap bencana! Bank NTB Syariah bantu korban kebakaran Desa Adat Sade

OPSINTB.com - Bank NTB Syariah bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa pasokan air bersih dan paket sembako bagi masyarakat terdampak musibah kebakaran di kawasan cagar budaya Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (23/8/2026).


​Aksi tanggap bencana ini direalisasikan melalui koordinasi jaringan kantor operasional Bank NTB Syariah di wilayah kerja terkait, yakni Kantor Cabang (KC) Praya dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pujut, guna memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.


​Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Desa Adat Sade sekaligus menegaskan komitmen perbankan dalam mendampingi warga di masa darurat.


​"Kami atas nama manajemen dan seluruh insan Bank NTB Syariah menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Adat Sade. Sebagai bentuk kepedulian sosial dan keprihatinan kami, Bank NTB Syariah langsung bergerak menyalurkan bantuan pasokan air bersih serta paket sembako untuk meringankan beban kebutuhan pokok warga terdampak di pengungsian.


​Penyaluran bantuan ini kami jalankan melalui koordinasi antara Kantor Cabang Praya dan Kantor Cabang Pembantu Pujut sebagai unit kerja terdekat di wilayah operasional kami. Kami terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, serta tokoh masyarakat setempat agar penanganan darurat dan proses pemulihan kawasan Sade dapat berlangsung dengan baik."


​Bantuan pasokan air bersih dan paket sembako tersebut difokuskan untuk pemenuhan gizi, ketersediaan sanitasi, serta konsumsi harian warga terdampak selama masa darurat. Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memberikan dukungan pemulihan lanjutan bagi masyarakat terdampak. (red)

23/08/26

Warga Desa Adat Sade terdampak kebakaran akan diungsikan ke rusus dan gedung KDMP

 
Warga Desa Adat Sade terdampak kebakaran akan diungsikan ke rusus dan gedung KDMP

OPSINTB.com - Masjid Nur Syahada Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) menjadi saksi bisu keganasan api yang melahap seluruh rumah Desa Adat Sade pada Sabtu malam (22/8/2026) pukul 22.05 WITA.


Tidak ada lagi yang tersisa. Tumpukan Al-Qur'an didekat mimbar hanya tinggal abu. Meski samar-samar beberapa huruf masih terlihat. Pun dengan tiang-tiang penyangga, saat opsintb.com datang, asap dan bara api membuat tak betah berlama-lama.


''Belum setahun direhab Pak. Bulan Januari 2026 lalu selesai rehab,'' kata Dimas, warga sekitar lokasi.


Masjid Nur Syahada adalah masjid utama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar desa adat. Masjid yang terletak di posisi timur desa adat ini juga sering dikunjungi wisatawan. 


Di sudut lain, galeri, art shop, dan Museum Sade juga tak bersisa. Di museum ini, hasil tenun karya penenun desa adat disimpan. 


''Kain sesek dan pernak-pernik di museum dan galeri habis terbakar,'' ujar Amaq Emi.


Sementara, dari hasil rapat tindak lanjut kebakaran yang digelar Minggu pagi (23/8) di kantor desa setempat, Pemda Loteng telah memetakan titik pengungsian sementara warga terdampak.


''Nanti kita manfaatkan rumah khusus (rusus) di selatan kantor desa dan gedung KDMP yang belum beroperasi,'' kata Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri.


Pathul menyebut, korban terdampak kebakaran berjumlah 120 kepala keluarga, yang terdiri atas 320 jiwa. 


''Ada 120 rumah yang terlalap habis, termasuk masjid, dan museumnya,'' ungkapnya.


Api melahap habis seluruh rumah di Desa Adat Sade, Sabtu malam. Menurut Rembun, warga setempat, titik api mulai muncul dari rumahnya yang berada di tengah-tengah permukiman.


''Waktu itu saya sedang ngecas HP, lalu saya tinggal tidur sebentar. Tau-taunya api sudah menyala di atap rumah saya,'' tuturnya.


Posisi rumah yang berdesakan dan atap rumah yang terbuat dari alang-alang serta berpagarkan bambu menyebabkan api dengan cepat melahap rumah.


''Tidak sampai 30 menit semua rumah sudah habis terbakar,'' ungkap Rembun.


Untuk sementara, ia dan warga desa adat lain mengungsi ke rumah sanak saudara, dan sebagiannya mendirikan tenda-tenda di persawahan dekat rumah adat.


''Kalau pakaian hanya tinggal yang melekat di badan saja yang tersisa,'' tutup Rembun. (iwn)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama