OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

23/08/26

Dugaan awal penyebab kebakaran Desa Adat Sade

 
Dugaan awal penyebab kebakaran Desa Adat Sade

OPSINTB.com - Kebakaran hebat melanda Desa Adat Sade Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah Sabtu malam (21/8/2026). Menurut salah seorang warga, dugaan sementara api disebabkan arus pendek yang mulai muncul dari tengah pemukiman.


''Mulanya kecil, tapi kemudian membesar. Tidak ada korban jiwa, tapi barang-barang habis, kerugian miliaran,'' kata warga tersebut.


Ia menambahkan, kobaran api dengan cepat melahap rumah-rumah warga karena sebagian besar beratapkan ilang dan berdinding pagar bambu. Selain itu, kata warga tersebut, angin yang bertiup kencang dari arah selatan ke utara menyebabkan kobaran api semakin tak terkendali.


''Sebagian besar masyarakat Sade juga pakai tong gas, jadi itu juga banyak yang meledak,'' tambahnya.


Desa Adat Sade diperkirakan mulai didiami dan didirikan perkampungannya oleh masyarakat Suku Sasak sejak tahun 1079 Masehi atau sudah berusia 500 tahun lebih.


Terdapat kurang lebih 400 rumah adat yang berdiri di Dusun Sade. Sebagian besar masyarakat mengandalkan perekonomian dengan menenun dan menjadi pemandu wisata.


Informasi yang dihimpun opsintb.com, api saat ini sudah bisa dijinakkan, tapi Damkar Lombok Tengah masih berjaga di lokasi. (wan)

22/08/26

Kader Posyandu Lombok Timur wakili NTB di kompetisi nasional

 
Kader Posyandu Lombok Timur wakili NTB di kompetisi nasional

OPSINTB.com - Kader Posyandu asal Kabupaten Lombok Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada ajang penilaian kader berprestasi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026, kader asal Lombok Timur berhasil meraih juara dan selanjutnya dipercaya mewakili NTB dalam lomba kader berprestasi tingkat nasional.


Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H Lalu Aries Fahrozi, menyampaikan apresiasinya atas prestasi tersebut. Ia berharap prestasi itu dapat menjadi motivasi bagi para kader dan jajaran kesehatan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


"Alhamdulillah, dari hasil penilaian lomba kader berprestasi, kader kita berhasil menjadi juara tingkat Provinsi NTB dan mewakili provinsi untuk lomba kader tingkat nasional," ucap Aries, Jumat (21/8/2026).


Kader yang berhasil mengharumkan nama Lombok Timur tersebut adalah Rina Hastuti, kader Posyandu Pelangi Rinjani di wilayah kerja Puskesmas Denggen. Rina mengusung inovasi KERABAT (Kelas Remaja Hebat) dalam ajang tersebut.


Menurut Aries, prestasi Rina menjadi kebanggaan tersendiri karena penilaian tingkat provinsi diikuti oleh kader terbaik dari 10 kabupaten/kota se-NTB.


"Ini tentu menjadi berkah dan motivasi bagi kita untuk lebih baik lagi. Mudah-mudahan kader kita, atas nama Rina Hastuti, bisa juara di tingkat nasional dan membawa nama baik NTB," katanya.


Prestasi Rina Hastuti bukan yang pertama bagi kader Lombok Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, kader dari daerah tersebut telah beberapa kali menjadi wakil NTB dalam ajang kader berprestasi tingkat nasional.


Pada 2023, Shalatiyah, kader Posyandu Serumpun Bambu 1, Desa Labuhan Lombok, berhasil menjadi wakil NTB dengan inovasi Bioskop Kita.


Kemudian pada 2024, Baiq Nurullah Hidayati, kader Posyandu Saroja, Desa Rarang, mewakili NTB dengan inovasi Tancap Terus (Taman Baca Posyandu untuk Generasi Penerus).


Sementara pada 2026, giliran Rina Hastuti, kader Posyandu Pelangi Rinjani, yang membawa inovasi KERABAT (Kelas Remaja Hebat) untuk mewakili NTB di tingkat nasional.


Aries juga mengungkapkan bahwa Lombok Timur sebelumnya pernah meraih juara pertama tingkat nasional. Prestasi tersebut bahkan mendapat perhatian dari Kementerian terkait yang datang langsung dan memberikan penghargaan berupa sepeda motor.


Lebih lanjut, Aries menegaskan bahwa kader memiliki peran penting dalam pelayanan masyarakat. Peran kader saat ini tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan, tetapi juga mendukung pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), salah satunya bidang kesehatan.


Terkait kesejahteraan kader, Dinas Kesehatan Lombok Timur terus berkoordinasi dengan pemerintah desa. Menurutnya, telah terdapat Peraturan Bupati yang mengatur mengenai batas minimal penghargaan atau reward yang diberikan pemerintah desa kepada kader.


Namun, besaran insentif yang diterima kader di masing-masing desa masih bervariasi.


"Memang dari sisi nominal masih sangat bervariasi. Tapi alhamdulillah, kader kita memang mempunyai jiwa relawan yang luar biasa," bebernya


Aries menilai, menjadi kader membutuhkan semangat kerelawanan yang kuat. Sebab, jika hanya melihat dari sisi materi, penghargaan yang diterima kader dinilai belum sebanding dengan beban pengabdian mereka kepada masyarakat.


"Untuk menjadi seorang kader memang harus memiliki jiwa volunteer yang luar biasa. Kalau kita nilai dari sisi material, apa yang didapatkan tentu sangat tidak layak kalau dibandingkan dengan upah minimum," terangnya


Meski demikian, ia memastikan perhatian terhadap kesejahteraan kader tetap menjadi bagian yang diperjuangkan pemerintah.


Menurut Aries, keikhlasan para kader dalam melayani masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai besar. 


"Saya berharap berbagai prestasi yang diraih kader Lombok Timur dapat menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu dan pemberdayaan masyarakat," pungkasnya. (zaa)

Bupati Iron desak BPJS: Pelayanan harus cepat, keluhan warga jangan diabaikan!

 
Bupati Iron desak BPJS: Pelayanan harus cepat, keluhan warga jangan diabaikan!

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, meminta BPJS Kesehatan memperkuat kerja sama dengan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) agar pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara cepat, responsif, dan berkualitas.


Hal itu disampaikan Haerul Warisin saat menghadiri Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dengan pemangku kepentingan tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur, Kamis (20/8/2026). Bupati yang didampingi Sekretaris Daerah H Muhammad Juaini Taofik.


Forum tersebut digelar mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) serta Surat Edaran Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Nomor 26 Tahun 2025 tentang pelaksanaan forum kemitraan tahun 2026.


Bupati Iron secara khusus meminta Kepala BPJS Kesehatan Lombok Timur segera memperkuat koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan. Ia juga menyoroti persoalan peserta BPJS yang tiba-tiba terhapus dari kepesertaan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.


Menurutnya, apabila seorang peserta sebelumnya telah terdaftar pada fasilitas kesehatan kemudian kepesertaannya terhapus, persoalan tersebut harus segera ditindaklanjuti dan diperbaiki.


"Kalau ada peserta yang sebelumnya terdaftar kemudian terhapus, harus segera diperbaiki agar masyarakat tetap terlindungi jaminan kesehatannya," tegasnya.


Selain kepesertaan, Iron menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Mutu tenaga kesehatan, kelengkapan peralatan medis, hingga ketersediaan obat-obatan harus menjadi perhatian bersama.


Kebersihan rumah sakit dan fasilitas kesehatan juga menjadi sorotan. Iron meminta pengelolaan sampah dilakukan dengan baik serta melarang penempatan barang pribadi di ruang pelayanan karena dapat mengganggu kenyamanan pasien dan kualitas pelayanan.


"Tanpa kesehatan yang baik, berbagai agenda pembangunan tidak akan berjalan," katanya


Ia menilai kesehatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus aspek vital dalam pembangunan daerah. Karena itu, forum kemitraan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan pelayanan kesehatan di Lombok Timur.


Di sisi lain, Bupati mengakui besarnya jumlah peserta BPJS membuat beban pembiayaan yang harus ditanggung pemerintah daerah cukup signifikan. Meski demikian, Pemkab Lombok Timur tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Pemda, kata dia, akan mencari solusi bersama legislatif dengan mengedepankan keterbukaan dan transparansi dalam pengelolaan program kesehatan.


"Semua informasi akan dibuka dan tidak disembunyikan," bebernya


Bupati juga memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan dan seluruh mitra yang selama ini telah bekerja sama dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. 


Ia menekankan agar proses pendaftaran peserta dapat dilakukan dengan cepat dan tidak terjadi penolakan terhadap calon peserta yang memenuhi ketentuan.


Sinergi antara BPJS Kesehatan, instansi kesehatan, dan Dinas Sosial juga diminta terus diperkuat agar perlindungan kesehatan masyarakat dapat diberikan secara menyeluruh dan berkeadilan.


Menyikapi keterbatasan anggaran daerah, Iron menegaskan bahwa sektor kesehatan tetap menjadi prioritas karena merupakan salah satu layanan dasar utama. 


Pemkab Lombok Timur bahkan akan meninjau kemungkinan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah kegiatan pada tahun anggaran 2026 demi menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan.


Forum kemitraan ini diharapkan menjadi wadah penguatan koordinasi antarinstansi dan pemangku kepentingan. Dalam struktur forum, Bupati Lombok Timur bertindak sebagai pengarah, Sekretaris Daerah sebagai ketua, dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong sebagai sekretaris.


Sementara anggotanya terdiri dari Komisi II DPRD Lombok Timur, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, BPKAD, BKPSDM, pimpinan rumah sakit daerah, organisasi profesi, serta BPJS Kesehatan Cabang Selong. (zaa)

SMAN 1 Pringgabaya sambut Mubes IKA SMANSABAYA, alumni diminta perkuat dukungan untuk sekolah

 
SMAN 1 Pringgabaya sambut Mubes IKA SMANSABAYA, alumni diminta perkuat dukungan untuk sekolah

OPSINTB.com - Kepala SMA Negeri 1 Pringgabaya Lombok Timur, Hasanuddin, menyambut baik rencana Musyawarah Besar (Mubes) IKA SMANSABAYA yang akan digelar pada Minggu, 30 Agustus 2026.


Dukungan tersebut disampaikan Hasanuddin saat menerima silaturahmi Pengurus Pusat IKA SMANSABAYA di Lesehan Maecenggo Masbagik, Kamis (20/8/2026) lalu. Pertemuan itu sekaligus membahas sinergi program alumni dengan pihak sekolah.


Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Dewan Pengarah PP IKA SMANSABAYA Hurman, Ketua Umum PP IKA SMANSABAYA Sukri Aruman, Ketua Panitia Bakti Alumni 37 Tahun Robby Firmansyah serta jajaran panitia.


Hasanuddin mengatakan program Bakti Alumni 37 Tahun merupakan gagasan inovatif dan strategis. 


Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi alumni, sekolah, siswa, guru, hingga masyarakat sekitar.


“Sekolah selalu terbuka mendukung apapun program alumninya sepanjang memberi kemanfaatan bagi semua pihak terlebih sekolah, para siswa, guru dan masyarakat sekitar,” ungkap Hasanuddin.


Kepala sekolah yang akrab disapa Pak Hasan itu juga membeberkan sejumlah prestasi yang diraih siswa dan guru SMAN 1 Pringgabaya. Prestasi tersebut tidak hanya tingkat kabupaten dan provinsi, tetapi juga hingga tingkat nasional.


“Baru-baru ini ada siswi kita atas nama Hasti Minanti lolos semifinal Olimpiade Sains Nasional Bidang Matematika tingkat provinsi NTB dan semoga sukses ke tingkat nasional,” jelas Pak Hasan.


Prestasi siswa juga diraih melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Bidangnya meliputi olahraga, seni budaya, bahasa dan berbagai kegiatan lainnya.


“Tentu ini berkorelasi positif dengan jumlah siswa yang diterima di berbagai perguruan tinggi di Indonesia apalagi di NTB,” sebutnya.


Namun, Hasanuddin mengakui masih ada siswa berprestasi yang terkendala ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pihak sekolah.


Salah satunya dialami Lia Hariati, siswa berprestasi yang diterima melalui jalur beasiswa di Jurusan Fisika FKIP Universitas Mataram tahun lalu. 


Lia sempat terancam tidak melakukan daftar ulang karena keterbatasan biaya.

“Saya dapat telepon pihak kampus untuk memastikan apakah peluang kuliah melalui jalur beasiswa itu diambil atau tidak,” kenangnya.


Hasanuddin bersama tim sekolah kemudian mendatangi rumah Lia di Dusun Bagek Lawang, Pringgabaya Utara. 


Dari kunjungan tersebut diketahui orang tua Lia bekerja sebagai buruh tani, ayahnya bekerja sebagai tukang sabit rumput dalam kondisi kesehatan yang kurang baik.


“Melihat situasi ini, saya tergugah dan memutuskan bersama tim untuk membantu biaya daftar ulang anak kita yang memang sangat layak diperjuangkan meraih cita-citanya. Semua kita biayai. Biaya dafar ulang hingga kosnya. Tahun ini, kami perjuangkan dia bisa tinggal di asrama kampus,” paparnya.


Pak Hasan berharap keberadaan IKA SMANSABAYA dapat memperkuat advokasi terhadap siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. 


Alumni dinilai memiliki potensi besar untuk ikut membuka akses beasiswa dan pendidikan bagi siswa.


Terkait Mubes, pihak sekolah mempersilakan panitia berkoordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, pembina dan pengurus OSIS. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan dukungan teknis pelaksanaan Mubes berjalan optimal."Bila perlu selesai mubes langsung gelar pengukuhan Ketua Umum terpilih,"saran Kepala Sekolah yang juga Dewan Pembina IKA SMANSABAYA.


Cetak Alumni Berprestasi


Ketua Umum PP IKA SMANSABAYA periode 2022–2026 Sukri Aruman mengaku bangga melihat perkembangan sekolah yang pernah menjadi tempatnya menimba ilmu selama tiga tahun lamanya.


Sukri merupakan salah satu siswa angkatan pertama pada 1989. Ia mengenang kondisi sekolah saat itu masih sepi dan jauh dari permukiman warga hingga mendapat julukan SMA Rau atau SMA Ladang.


“Namun sekarang kondisinya sangat jauh berbeda, banyak prestasi dan melahirkan 34 angkatan lulusan yang jumlahnya belasan ribu alumni dengan ragam profesi, tersebar di dalam dan luar negeri,” ungkap jurnalis senior NTB yang akrab disapa Bang Ray.


Menurutnya, jumlah alumni yang besar merupakan potensi yang perlu dihimpun untuk mendukung program sekolah. Kontribusi alumni juga diharapkan dapat diarahkan untuk pemberdayaan siswa dan alumni.


“Itulah yang menjadi alasan pengurus menggagas bakti alumni setiap tahun sebagai bagian memperingati hari jadi sekolah yang tahun ini genap berusia 37 tahun,” sebut mantan Ketua KPID NTB yang kini menjadi Dewan Pengawas LPPL Selaparang TV Lombok Timur.


Ungkapan senada dilontarkan Ketua Dewan Pengarah PP IKA SMANSABAYA Hurman SH MPd yang menilai perjalanan 37 tahun SMAN 1 Pringgabaya telah menghasilkan alumni yang tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga berprestasi di berbagai bidang.


“Ada banyak alumni hebat dan berprestasi di bidangnya masing-masing. Ada pejabat pemerintah, wakil rakyat, pejabat lembaga negara independen seperti KPUD, KPID. Ada juga yang menjadi dokter, dosen, TNI Polri, guru, wartawan dan lain-lain,” sebut Hurman.


Hurman berharap Mubes pertama akhir agustus ini menghasilkan Ketua Umum yang visioner, inovatif dan solutif.


Pemimpin baru juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian alumni terhadap sesama alumni, sekolah dan lingkungan sekitar.


Tiga Calon Ketua Umum


Ketua Panitia Bakti Alumni 37 tahun SMANSABAYA Robby Firmansyah mengatakan sedikitnya tujuh kegiatan disiapkan sebagai rangkaian Bakti Alumni.


Kegiatan tersebut menyasar siswa, alumni dan masyarakat sekitar.


Rangkaian kegiatan diawali dengan Mubes pertama untuk memilih Ketua Umum PP IKA SMANSABAYA periode 2026–2030. 


Panitia telah menetapkan tiga calon Ketua Umum. Ketiga calon tersebut yakni Haji Daeng Hasim, Yoggy Yuliandra, dan Kaspul. Ketiganya merupakan pengurus pusat IKA SMANSABAYA periode 2022–2026.


“Ketiga calon Ketum adalah alumni terbaik mewakili zamannya dan kebetulan sama-sama menjadi pengurus pusat IKA SMANSABAYA periode ini yang akan mengakhiri masa jabatan 15 September 2026,” jelas Robby.


Daeng Hasim mewakili generasi pertama dan saat ini menjabat Wakil Ketua Umum I. Yoggy Yuliandra merupakan perwakilan generasi kedua yang menjabat Wakil Ketua Umum II, sedangkan Kaspul menjabat Sekretaris Jenderal.


Peserta Mubes sekaligus pemilik suara terdiri atas pengurus pusat dan perwakilan 34 angkatan. Total terdapat 150 pemilih yang mewakili belasan ribu alumni.


“Adapun untuk peserta Mubes dan pemilik suara adalah pengurus pusat dan perwakilan 34 angkatan dengan total pemilih 150 orang mewakili belasan ribu alumni,” paparnya.


Robby menambahkan, setelah Mubes akan dilakukan pengukuhan Ketua Umum PP IKA SMANSABAYA beserta jajaran pengurus inti.


 Langkah tersebut diharapkan membuat kepengurusan baru dapat segera menjalankan program Bakti Alumni 37 Tahun.


Program yang disiapkan meliputi bakti sosial, pelatihan konten kreator pelajar, pemberian paket beasiswa, penghijauan, pameran pendidikan dan kampus PTN/PTS.


Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan lari santai atau fun run dengan start dan finis di lingkungan sekolah.


“Inilah yang terus kami koordinasikan dengan pihak sekolah karena semua kegiatan dihajatkan untuk merayakan hari jadi sekolah 2026 yang genap berusia 37 tahun,” pungkasnya. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama