OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

21/07/26

Bupati Lombok Timur tak hiraukan komentar kotor akun Facebook Ika We Lah

 
Bupati Lombok Timur tak hiraukan komentar kotor akun Facebook Ika We Lah

OPSINTB.com - Ratusan masyarakat melaporkan akun Facebook Ika We Lah ke Polres Lombok Timur atas komentarnya di akun Facebook Hai Lotim yang diduga menyerang pribadi Bupati H Haerul Warisin. 


Mereka mengaku tergerak secara pribadi untuk mengadukan akun yang disebutnya menyerang pribadi orang nomor satu di Gumi Patuh Karya itu. 


Salah seorang perwakilan masyarakat, Lalu Hendri menerangkan, hingga hari ini sudah 128 orang yang mengadukan komentar akun tersebut. Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan dengan baik jangan berkomentar yang tidak-tidak. 


"Ingat kita ini orang Sasak. Mari kritik, tapi kritik yang membangun jangan menyerang individu," tegas Lalu Hendri, Selasa (21/7/2026). 


Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Lombok Timur, Taufan Pradita mengatakan, Bupati Lombok Timur hingga kini belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut.


"Sampai dengan saat ini Bapak tidak ada berkomentar terkait ini. Sepertinya beliau sudah tahu. Mungkin beliau lebih memilih fokus bekerja daripada menanggapi komentar akun hater," kata Taufan. (kin)

Pemkab Loteng tunda rekrutmen calon dokter jalur tahfiz

 
Pemkab Loteng tunda rekrutmen calon dokter jalur tahfiz

OPSINTB.com - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menunda rekrutmen calon mahasiswa kedokteran jalur tahfiz Al-Qur’an. Keputusan tersebut mengingat besarnya biaya yang dikeluarkan Pemkab untuk membayar kuliah para calon dokter.


‘’Kami tunda sebentar. Melihat perkembangan ini, karena besar (biaya,red) itu dik,’’ kata Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri pada opsintb.com, Selasa (21/7/2026).


Pathul menambahkan alasan lain penundaan adalah ingin memprioritaskan pembangunan Klinik Peduli Yatim. Sebab, dalam waktu dekat calon-calon dokter yang sudah dikuliahkan akan lulus dan memerlukan tempat praktek.


‘’Yang perlu kita pikirkan; rumah sakitnya. Beberapa waktu ke depan kami rembuk,’’ Pathul menambahkan.


Adapun lokasi pembangunan klinik, Pathul melanjutkan, sudah disediakan di lahan kosong yang berlokasi di Desa Labulia, Kecamatan Jonggat.


Seleksi beasiswa masuk Fakultas Kedokteran dilakukan pada 2023 lalu. Saat itu, sebanyak 19 orang penghafal Al-Quran dari kalangan keluarga menengah ke bawah lolos seleksi dan dikuliahkan di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.


Dalam prosesnya, para tahfiz yang dinyatakan lulus dibuatkan fakta integritas yang harus disetujui. Di mana salah satu bunyi fakta tersebut adalah setelah selesai menempuh pendidikan kedokteran, maka dokter tersebut wajib bekerja di Klinik Peduli Yatim yang akan segera di bangun Pemkab Loteng.


‘’Kemudian dilarang menikah saat menjalani kuliah atau sebelum selesai kuliah. Jika melanggar maka orang tua yang bersangkutan ataupun mahasiswa itu wajib mengembalikan seluruh biaya kuliah yang sudah dikeluarkan,’’ ujar Pathul.


Adapun sumber pembiayaan para calon dokter tersebut berasal dari Baznas dan sumbangan para Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala desa, kepala lingkungan, dan pihak-pihak yang ingin berdonasi. (wan)

Puluhan wali murid SDN 1 Rensing Bat tagih tabungan siswa

 
Puluhan wali murid SDN 1 Rensing Bat tagih tabungan siswa

OPSINTB.com - Puluhan wali murid SDN 1 Rensing Bat, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, mendatangi sekolah untuk menuntut pengembalian tabungan anak-anak mereka yang hingga kini belum dibagikan. Seorang guru ASN diduga menguasai dana tabungan siswa senilai sekitar Rp 35 juta, sehingga memicu kemarahan para orang tua.


Mereka mengaku sudah berkali-kali datang meminta kejelasan, namun belum memperoleh kepastian dari pihak sekolah terkait pengembalian uang tabungan tersebut.


Salah seorang wali murid, Fatmiwati, mengatakan dirinya datang untuk menagih hak anaknya yang masih tertahan di sekolah. Menurutnya, tabungan milik anaknya mencapai sekitar Rp2.720.000 dan hingga saat ini belum diserahkan.


"Persoalan saya datang ke sini karena ingin menagih hak saya. Tabungan anak saya belum diberikan, jumlahnya sekitar Rp2.720.000," ucap Fatmiwati, disela menunggu kepastian di ruang guru Selasa, (21/7/2026).


Ia menjelaskan, bukan hanya anaknya yang belum menerima tabungan tersebut. Sekitar 20 wali murid lainnya juga mengalami hal serupa. Jika ditotal, nilai tabungan yang belum dikembalikan diperkirakan mencapai sekitar Rp 35 juta.


Fatmiwati mengaku hingga kini tidak ada kejelasan dari pihak sekolah. Menurutnya, kepala sekolah juga belum menunjukkan tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan tersebut.


Ia berharap pihak sekolah segera bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh tabungan siswa yang menjadi hak para orang tua.


"Yang kami inginkan hanya uang tabungan itu dikembalikan," tegasnya.


Fatmiwati menyebut seluruh siswa kelas satu belum menerima tabungan mereka. Ia juga mengaku telah lima kali datang ke sekolah untuk meminta kejelasan, namun hasilnya tetap nihil.


Saat dirinya bersama wali murid lainnya datang ke sekolah, kepala sekolah tidak berada di tempat. Guru yang diduga mengetahui persoalan tersebut juga tidak terlihat.


"Dari pagi sekitar pukul 06.00 Wita kami sudah menunggu, tetapi belum ada kejelasan dan gurunya juga tidak datang," tuturnya.


Sementara itu, wali murid lainnya, Zamroni, mengatakan hingga saat ini para orang tua masih memilih bersabar meskipun belum memperoleh kepastian kapan tabungan anak-anak mereka akan dikembalikan.


Menurut Zamroni, saat ini para wali murid masih berharap adanya penyelesaian secara baik-baik, namun jikalau tidak ada kepastian ia akan melaporkan persoalan tersebut ke pihak berwajib.


"Yang kami inginkan ada perjanjian yang jelas dari pihak sekolah mengenai kapan tabungan itu akan dikembalikan," ujarnya.


Zamroni mengungkapkan tabungan anaknya yang belum dikembalikan sekitar Rp 900 ribu. Uang tersebut rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. 



"Karena belum dikembalikan saya sampai harus meminjam uang kepada tetangga," pungkasnya.


Ditempat berbeda, Kepala SDN 1 Rensing Bat, Saeful Akbar, mengakui adanya persoalan tersebut. Ia menjelaskan baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala sekolah sehingga tidak mengetahui secara rinci mekanisme pengelolaan tabungan siswa sebelumnya.


Menurutnya, selama bertahun-tahun pembagian tabungan siswa selalu berjalan lancar. Namun pada tahun ini, guru yang bertanggung jawab atas tabungan siswa kelas 1 beberapa kali berjanji akan membagikan uang tersebut, tetapi janji itu tidak pernah ditepati.


"Kami sudah berkali-kali mengingatkan yang bersangkutan. Awalnya dia beralasan uang masih disimpan di koperasi dan akan segera dibagikan, namun sampai sekarang tidak terealisasi. Saya juga merasa ini menjadi mimpi buruk bagi sekolah," beber Saeful.


Saeful menegaskan dirinya tidak pernah menyatakan sekolah akan mengganti uang tabungan tersebut menggunakan dana pribadi maupun dana sekolah. Menurutnya, tanggung jawab tetap berada pada guru yang memegang tabungan siswa.


Ia juga mengungkapkan mendapat informasi bahwa guru tersebut tengah menghadapi persoalan rumah tangga dan diduga mengalami masalah keuangan. Namun, ia menegaskan hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan hak para siswa.


"Saya mempersilakan wali murid menempuh jalur hukum. Itu adalah hak mereka. Saya sangat memahami kemarahan orang tua karena yang menjadi korban adalah anak-anak, kalau mereka mau demo terserah mereka, tidak hak saya melarang," tegasnya.


Hingga berita ini diturunkan, guru janda ASN yang diduga menguasai dana tabungan siswa tersebut belum dapat dimintai keterangan karena tidak diketahui keberadaannya. Menurut kepala sekolah guru tersebut berasal dari Tanjung Teros, bahkan dia tinggal di slaah satu BTN diwilayah Selong, sehingga keberadaannya tidak jelas. (zaa)

Pelaku begal di Aikmel disebut mengalami gangguan mental

 

Pelaku begal di Aikmel disebut mengalami gangguan mental

OPSINTB.com - AI, terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan di dua Alfamart di wilayah Aikmel, ternyata mengalami gangguan mental. Bahkan yang bersangkutan hingga saat ini masih dalam perawatan.


Kepala Wilayah Gubuk Motong Desa Apit Aik, Suhardi, mengamini kondisi wargnya itu. Dia menerangkan, sebelum kejadian pada Minggu malam, 19 Juli 2026 dirinya sempat berbincang dengan pelaku hingga pukul 20.00 Wita. 


Setelah mengobrol AI pamit untuk beristirahat. Namun, sekira pukil 00.00 Wita, dirinya mendapati ada kejadian di wilayah Aikmel. 


"Saya belum percaya dia (AI) yang melakukannya sampai saya di telfon oleh Bhabinkamtibmas Desa Aikmel yang memastikan betul tidak AI itu warga saya," kata Suhardi kepada awak media, Selasa (21/7/2026). 


Lantaran telfon itu dirinya langsung mencari yang bersangkutan ke kediamannya tapi tak ditemui. Ternyata, pelaku sudah menuju ke rumah kakaknya di Taliwang, KSB. 


Pelaku diektahuinya saat ini masih menjadi mahasiswa di salah satu kampus di Lombok Timur, dan tengah menyusun sekeripsi. 


Kendati demikian dirinya tak tahu pasti penyebab warganya itu mengalami gangguan mental. 


AI kata dia, memiliki tiga saudara kandung salah satunya tinggal di Sumbawa. 


Pelaku saat masih dalam perawatan. Terakhir di bawa ke RSJ, terangnya, saat bulan puasa kemarin dan rawat inap kurang lebih satu bulan. 


"Dia (AI) tidak disiplin ngontrol. Ini kami sedang koordinasi dengan PKM untuk bawa kembali ke RSJ," ujaranya. 


Polres Lombok Timur berhasil menggelandang terduga pelaku  terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan kurang dari 24 jam. Pelaku melancarkan aksinya pada Minggu malam, 19 Juli 2026, dan berhasil diamankan di Taliwang, Sumbawa Bardiamankanl


Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, menerangkan keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil dari gerak cepat dan kerja keras Tim Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Lombok Timur dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.


“Kami berkomitmen memberikan respons yang cepat terhadap setiap laporan tindak pidana,” tegas Kapolres Lotim, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, Selasa (21/7/2026). 


Dia memaparkan, pelaku diduga mengancam karyawan menggunakan senjata tajam sebelum membawa kabur uang tunai dan sejumlah barang dagangan. Akibat kejadian tersebut, dua korban berinisial MAPK dan CNU mengalami kerugian materiil puluhan juta rupiah.


Dari hasil penangkapan, petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp12.898.000. Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Lombok Timur untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. 


"Kami komitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui tindakan yang cepat, tepat, dan profesional terhadap setiap tindak kriminal," terangnya. 


Sementara itu AI ditemui disela pemeriksaan mengaku melakukan hal itu lantaran iseng saja. 


"Saya iseng-iseng, saya mau coba sekali seumur hidup," paparnya. (kin)

Kena OTT, Bupati Lombok Barat dibawa ke gedung KPK untuk diperiksa

 
Kena OTT, Bupati Lombok Barat dibawa ke gedung KPK untuk diperiksa

OPSINTB.com - Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), digelandang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaram terjaring operasi tangkap tangan (OTT). LAZ tiba di gedung merah putih lembaga anti rasuah itu pada Selasa (21/7) sekira 21.00 waktu setempat. 


LAZ tiba di gedung KPK mengenkan jaket, topi serta menggunakan masker yang dikawal ketat oleh petugas setempat. 


Juru bicara KPK, Budi Prasetyo menerangkan, KPK melakukan penyelidikan tertutup yang kemudian menjadi peristiwa OTT. Dari kejadian itu KPK berhasil mengamankan 19 orang serta barang bukti terkait dengan dugaan korupsi di lingkungan Pemda Lombok Barat. 


"Barang bukti itu berup uang tunai dalam bentuk rupiah sebanyak ratusan juta dan beberapa dokumen yang diduga terkait dalam perkara ini," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, dikutip dari siaran video akun Suara NTB, Senin malam (20/7/2026). 


Perkara yang menjerat LAZ, diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di Lombok Barat. 


KPK mengamankan sejumlah pejabata di Pemkab Lombok Barat dan juga pihak suwasta. 


"Tentu yang dibawa oleh KPK sesuai kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya. (red)

20/07/26

Tampil all out, atlet bulutangkis Loteng guncang panggung PORPROV XII NTB 2026

 
Tampil all out, atlet bulutangkis Loteng guncang panggung PORPROV XII NTB 2026

OPSINTB.com - Semangat membara ditunjukkan oleh tim bulutangkis Lombok Tengah (Loteng) dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII NTB 2026. Para atlet badminton Loteng optimis mampu menyumbang medali dan memperkuat posisi kabupaten dalam mengejar target 120 medali emas tahun ini.


Dalam babak semifinal tunggal putri yang digelar di Gelora Warna Agung, Mataram, Senin (20/7/2026), atmosfer pertandingan langsung memanas. Tim bulutangkis Loteng yang menurunkan atlet terbaiknya menampilkan performa yang solid dan pantang menyerah. Kombinasi antara pemain muda berbakat dan strategi pelatih yang matang menjadi modal utama bagi kontingen dalam meredam perlawanan sengit atlet Kabupaten Sumbawa.


Ketua Pengcab PBSI Loteng, Lalu Wirajaya mengapresiasi perjuangan para atlet di lapangan.


‘’Anak-anak bertanding dengan luar biasa. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tapi ada harapan besar masyarakat Loteng di pundak mereka. Kami optimis, dengan kerja keras dan fokus, cabang olahraga bulutangkis bisa menyumbangkan hasil terbaik bagi daerah,’’ ujarnya.


Dukungan penuh juga terus mengalir dari jajaran Pemkab Loteng. Kehadiran jajaran ofisial dan suporter di tribun penonton turut membakar semangat para atlet yang terus bekerja keras mengejar poin demi poin di lapangan. 


Perjuangan ini menjadi bagian dari misi besar 702 atlet dan ofisial Loteng yang dilepas langsung oleh Bupati Loteng untuk mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.


Babak penentuan dan perebutan medali diprediksi akan berjalan semakin ketat. Tim bulutangkis Loteng minta do’a dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Loteng agar para atlet yang bertanding tetap diberikan kesehatan, fokus, dan mental juara hingga partai final. (wan)

Kick Boxing Lotim berhasil amankan 2 emas dan 4 perunggu di Porprov XII NTB 2026

 
Kick Boxing Lotim berhasil amankan 2 emas dan 4 perunggu di Porprov XII NTB 2026

OPSINTB.com - Cabang olahraga Kick Boxing Lombok Timur menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Tim Kick Boxing Lotim berhasil membawa pulang 2 medali emas dan 4 medali perunggu.


Dua medali emas masing-masing diraih Haeryyatunisa di kelas 56 kilogram Low Kick Putri dan Rizan Fikri di kelas 63 kilogram Full Contact Putra.


Sementara empat medali perunggu dipersembahkan L. Hari Oktarian di kelas 71 kilogram Full Contact Putra, Wahyu Maksum di kelas 51 kilogram Low Kick Putra, Arbian Mahmasani di kelas 63 kilogram Point Fight Putra, serta Titiq Barokah di kelas 51 kilogram Point Fight Putri.


Ketua sekaligus Pelatih Kick Boxing Lombok Timur, Sulistiyo Nusantara, mengaku bersyukur atas pencapaian para atlet yang telah berjuang maksimal sepanjang pertandingan. Hasil itu, kata dia, merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim yang telah berlatih dengan disiplin untuk menghadapi Porprov NTB ke XII. 


Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Kick Boxing Lombok Timur untuk terus meningkatkan prestasi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya.


"Alhamdulillah, kami berhasil meraih dua medali emas dan empat medali perunggu," ujar Sulistiyo, 20 Juli 2026.


Sulistiyo menyoroti hasil pertandingan di kelas 51 kilogram Low Kick Putra yang dinilainya menyisakan kontroversi. Atlet Lotim, Wahyu Maksum, harus terhenti di babak semifinal usai menghadapi petarung asal Dompu.


Kendati demikian pihaknya mengaku menghormati keputusan pertandingan tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi. 


"Saya berharap raihan enam medali tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus mengharumkan nama Lombok Timur di tingkat provinsi maupun nasional," harapnya. (kin)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama