OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

24/07/26

Antusias! Siswa SD Unggulan Hamzanwadi belajar jinakkan api bersama Damkarmat Lombok Timur

 
Antusias! Siswa SD Unggulan Hamzanwadi belajar jinakkan api bersama Damkarmat Lombok Timur

OPSINTB.com – Suasana berbeda tampak di halaman SD Unggulan Hamzanwadi, Sawing, Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Lombok Timur, pada Jumat (24/7/2026). 


Riuh sorak dan semangat ratusan siswa pecah saat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Timur menggelar kegiatan mitigasi dan edukasi pencegahan kebakaran.


Bukan sekadar mendengarkan penjelasan di dalam kelas, para siswa diajak langsung mempraktikkan cara memadamkan api menggunakan metode tradisional maupun modern. Kegiatan ini disambut dengan antusias luar biasa. Hampir seluruh siswa ingin merasakan sendiri pengalaman memegang alat pemadam dan menjinakkan kobaran api. Semangat yang sama juga ditunjukkan para guru yang turut mengikuti pelatihan tersebut.


Kepala SD Unggulan Hamzanwadi, Rizki Arilia Algaimas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tahunan sekolah untuk membekali peserta didik dengan keterampilan bertahan hidup (life skill) yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.


"Ini merupakan program tahunan sekolah. Setiap tahun kami selalu memberikan salah satu keterampilan survival kepada anak-anak. Tahun lalu kami mengajarkan bagaimana menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi, sedangkan tahun ini kami bekerja sama dengan Damkar Lombok Timur untuk memberikan simulasi penyelamatan diri ketika terjadi kebakaran sejak dini," ucapnya.


Menurutnya, keterampilan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi siswa di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diterapkan ketika berada di rumah bersama keluarga.


"Harapan kami, anak-anak mengetahui bagaimana cara menyelamatkan diri, kemudian bisa membantu keluarga maupun teman. Ini adalah life skill yang difasilitasi sekolah bekerja sama dengan Damkar dan lembaga lainnya demi keselamatan mereka di rumah maupun di lingkungan sekitar," katanya.


Rizki mengaku terkesan dengan semangat para siswa yang ingin mencoba memadamkan api secara langsung.


"Ternyata tidak sulit dan anak-anak sangat excited. Semua ingin mencoba, hanya saja waktunya tidak memungkinkan jika satu per satu. Karena itu saya rasa kegiatan seperti ini sangat baik jika terus dilaksanakan setiap tahun," ujarnya


Ia menambahkan, program mitigasi kebencanaan akan terus menjadi agenda wajib sekolah dan dapat dilaksanakan dua hingga tiga kali dalam setahun sesuai kebutuhan.


"Masih banyak materi life skill yang perlu diberikan kepada anak-anak dan semuanya sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Ke depan kegiatan seperti ini akan terus kami programkan," bebernya


Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkarmat Lombok Timur, Athar, mengatakan kegiatan edukasi tersebut merupakan implementasi dari amanat Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana.


"Hari ini kami berada di SD Unggulan Hamzanwadi. Kegiatan ini merupakan amanat dari Permendiknas Nomor 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana. Tadi kami memberikan teori sekaligus praktik penuh menggunakan cara tradisional maupun modern dalam memadamkan kebakaran awal," jelas Athar.


Ia mengapresiasi tingginya antusiasme para siswa mulai dari kelas I hingga kelas VI, termasuk seluruh tenaga pendidik yang aktif mengikuti setiap sesi praktik.


"Alhamdulillah seluruh murid dari kelas satu sampai kelas enam, begitu juga semua unsur guru, sangat aktif dan ingin mencoba secara langsung bagaimana memadamkan kebakaran awal menggunakan peralatan sederhana maupun modern," katanya.


Athar menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membangun kesiapsiagaan seluruh satuan pendidikan dalam menghadapi potensi kebakaran sejak dini.


"Target kami adalah agar seluruh sekolah maupun lembaga pendidikan di Lombok Timur mampu memitigasi dan memproteksi diri. Minimal setiap sekolah memiliki APAR sebagai alat pemadam api ringan untuk menangani kebakaran pada tahap awal," sebutnya


Menurutnya, pendekatan praktik jauh lebih efektif dibandingkan hanya memberikan teori kepada anak-anak.


"Kami lebih banyak memberikan praktik daripada teori supaya pemahaman anak-anak lebih maksimal. Mulai dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP mereka perlu merasakan langsung bagaimana cara memadamkan api dengan benar," ungkapnya


Usai kegiatan, pihak Damkarmat berharap setiap sekolah tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mulai melengkapi sarana keselamatan kebakaran sebagai bentuk mitigasi nyata.


"Harapan kami setelah edukasi atau outing class ini, sekolah dapat mempersiapkan APAR untuk penanganan kebakaran awal sehingga kesiapsiagaan benar-benar terwujud di lingkungan pendidikan," imbuh Athar.


Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan serupa bukanlah yang pertama dilakukan Damkarmat Lombok Timur. Sepanjang tahun 2026, pihaknya telah memberikan edukasi kebencanaan di puluhan sekolah.


"Ini bukan kegiatan pertama. Setiap ada permintaan dari sekolah, kami selalu hadir. Hingga tahun 2026 ini sudah ada sekitar 45 sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMA yang telah kami kunjungi. Ini merupakan bentuk sinergitas untuk mewujudkan sekolah yang aman dari bencana," pungkasnya. (red)

Semua wilayah di NTB harus sedini mungkin mitigasi bencana

 
Semua wilayah di NTB harus sedini mungkin mitigasi bencana

OPSINTB.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) L Muhammad Iqbal menyebut sejumlah daerah di NTB sudah mulai terdampak musim kemarau. Per 23 Juli 2026 kekeringan sudah terjadi di 9 kabupaten dan kota, yang tersebar di 50 kecamatan, 134 desa dengan lebih dari 206.000 jiwa.


Seiring dengan prediksi BMKG bahwa musim kemarau tahun ini datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang disertai curah hujan yang lebih rendah dibanding periode-periode sebelumnya. Miq Iqbal mengingatkan agar hal itu menjadi perhatian bersama seluruh Bupati/Walikota.


"Yang dapat kita lakukan adalah  menyiapkan diri supaya dampaknya seminimal mungkin terhadap kita, terutama terhadap petani yang hidupnya bergantung pada ketersediaan air,” jelas Gubernur L Iqbal, saat rapat koordinasi kebencanaan bersama Kepala BNPB dan Menteri ATR/BPN yang berlangsung Jumat (24/7) di Mataram. 


Gubernur menyebut masih ada waktu untuk melakukan upaya-upaya mitigasi untuk menekan dampak kekeringan tersebut.


“segala upaya kita lakukan untuk memastikan ketersediaan air masyarakat,” imbuhnya kemudian.


Persoalan bencana diyakini Gubernur Iqbal, akan dapat diatasi dengan perencanaan yang baik. Dijelaskannya bahwa tangguh bencana selalu menjadi perhatian Pemprov NTB dalam setiap tahap perencanaan, termasuk dalam penyusunan RPJMD Provinsi.


Kaitan dengan bencana kekeringan, Bupati H. Haerul Warisin berharap BNPB dapat memberikan bantuan sumur bor bagi sepuluh wilayah di Lombok Timur yang setiap tahun selalu mengalami kekurangan air bersih. 


Sebelumnya Pemda sudah mengajukan usulan untuk perbaikan jembatan tersebut ke BNPB.


"Saya mengingatkan sejumlah jembatan yang putus akibat bencana yang masih belum dapat diperbaiki," ujarnya. 


Menjawab hal tersebut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyebut, usulan Pemkab Lotim sedianya telah masuk ke Kementerian Keuangan dan menunggu untuk dibahas. Ia berharap pembahasan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.


Pada kesempatan tersebut  Kepala BNPB juga menyampaikan bahwa per 23 Juli di seluruh Indonesia tercatat 1.281 kejadian bencana. 


Bencana alam mendominasi dengan 99,14 persen merupakan bencana hidrometeorologi dan 0,86 persen bencana geologi. 


NTB, jelasnya, pada setiap kabupaten dan kota memiliki indeks risiko bencana (IRB) sedang dan tinggi, di mana Sumbawa dan Bima memiliki risiko tinggi sementara kabupaten/kota lainnya, termasuk Lombok Timur berada di risiko sedang. 


Sementara itu terkait kekeringan, risiko juga masuk dalam kelas sedang dan tinggi. Demikian pula untuk risiko kebakaran.


Karena itu ia mengharapkan agar menggunakan kajian risiko bencana (KRB) untuk menemukan akar masalah dalam perencanaan pembangunan.


"Menjadikan kesiapsiagaan sebagai ruh utama dalam RPJMD dan RTRW 2025 hingga 2029, serta sinergisitas pusat, provinsi, dan kabupaten/kota serta masyarakat," ujarnya. 


Rapat koordinasi ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan usulan lahan pangan berkelanjutan pada lahan baku sawah di provinsi NTB dan penyusunan RTRW tingkat provinsi. Selain sebagai bentuk mitigasi bencana, hal ini juga untuk mendorong investasi terkait pembangunan fisik dan infrastruktur. (red)

MPP Loteng tambah booth BPOM

 
MPP Loteng tambah booth BPOM

OPSINTB.com - Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Loteng, Dalilah menerangkan, telah bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram terkait pengadaan booth di Mall Pelayanan Publik (MPP). Booth ini, kata dia, untuk memudahkan pelaku UMKM memperoleh izin keamanan pangan.


“Kemudian terkait juga dengan pengaduan masyarakat soal keamanan pangan juga bisa di MPP sekarang,” ujar Dalilah ditemui di kantor bupati setempat, Kamis (23/7/2026).


Untuk sementara, Dalilah melanjutkan, dengan terbatasnya jumlah pegawai, BPOM Mataram hanya baru menempatkan personal computer (PC) saja. Bagi masyarakat yang ingin dilayani, bisa dilakukan secara virtual dengan pegawai yang ada di Mataram.


“Ya mudah-mudahan ini kita bisa memberikan informasi kepada masyarakat yang selama ini mungkin untuk mendapatkan pelayanan dari BPOM harus ke Mataram; sekarang bisa di MPP Loteng,” imbuhnya.


Adapun nantinya jika pelaku UMKM atau masyarakat yang dokumennya sudah lengkap, petugas BPOM Mataram siap datang ke Loteng untuk melakukan verifikasi.


Selain dengan BPOM Mataram, pihaknya juga sedang berdiskusi dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) agar bersedia menempatkan booth di MPP. Hal ini tentunya akan mempermudah masyarakat mengurus pelayanan Standar Nasional Indonesia (SNI).


“Nah, ini di kantor sekarang sudah ada Perindag, BPOM, kemudian juga kalau jadi BSN, maka komplit sudah sebenarnya pelayanan kita, ya,” sebut Dalilah.


Dalilah menambahkan, saat ini telah ada 100 lebih jenis pelayanan di MPP. Termasuk pembayaran PDAM. “Satu booth ini kan banyak ini ya. Lengkap sudah, alhamdulilah,” tutup Dalilah. (wan)

23/07/26

Hari Anak Nasional, waktunya perkuat komitmen penuhi hak anak

 
Hari Anak Nasional, waktunya perkuat komitmen penuhi hak anak

OPSINTB.com - Peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berlangsung semarak. Acara diisi apel bersama, yang di mana hampir seluruh petugas hingga peserta apel diikuti oleh anak usia remaja.


Usai apel itu, sejumlah remaja memeragakan jingle Pelopor dan Pelapor (2P) hasil karya anak-anak Loteng. Jingle tersebut mengajak anak-anak menjadi pelopor dalam mengawal kebebasan anak serta menjadi pelapor jika terjadi kekerasan terhadap anak.


‘’Yuk kita bersama jadi pelopor dan pelapor, wujudkan Indonesia yang ramah anak,’’ bunyi jingle tersebut.


Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri menyatakan, hari tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak anak serta memberikan perlindungan dari berbagai kekerasan dan diskriminasi.


‘’Setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh kembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat martabat kemanusiaan. Anak juga harus mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,’’ ujar Pathul.


Dengan tema “Sayang Anak Lindungi dan Bangun Masa Depan” menegaskan bahwa setiap anak merupakan pribadi yang berharga, harus dihormati, didengar, serta diberikan ruang berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya.


‘’Anak bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi merupakan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam proses pembangunan,’’ tambahnya.


Oleh sebab itu, lanjut dia, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Menurutnya, perlu kolaborasi antara keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan adat, hingga akademisi.


‘’Keluarga adalah pelindung pertama dan utama bagi anak. Namun, seluruh unsur masyarakat juga perlu bertanggung jawab untuk menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak,’’ sebutnya.


Ia menambahkan, sayang anak berarti sayang terhadap masa depan Loteng dan Indonesia. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen melindungi, mendengarkan, dan memberi ruang kepada anak agar mereka dapat tumbuh serta meraih cita-cita. (iwn)

Peringatan HAN 2026, tumbukan budaya literasi untuk generasi

 
Peringatan HAN 2026, tumbukan budaya literasi untuk generasi

OPSINTB.com - Peringatan hari anak nasional (HAN) di Kabupaten Lombok Timur, resmi dimulai. Kegiatan yang mengusung tema Petualangan Dunia Literasi Anak (PELITA) dihadiri langsung oleh Wakil Bupati H Moh Edwin Hadiwijaya.


Mengusung konsep bermain, belajar, dan bergembira di lingkungan perpustakaan, kegiatan ini menjadi upaya Pemkab Lotim, menanamkan budaya literasi sejak usia dini sekaligus menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.


Wakil Bupati Lombok Timur, H Moh Edwin Hadiwijaya, dalam sambutannya menerangkan kegiatan yang dipusatkan di perpustakaan ini bukanlah keputusan kebetulan melainkan hasil perencanaan yang matang. Tujuannya mengedepankan nilai-nilai literasi kepada masyarakat, khususnya bagi anak. 


Gagasan tersebu terangnya, berawal dari diskusi santai, lalu berkembang menjadi konsep utama pelaksanaan HAN tahun ini. Dikatakannya, salah satu inovasi yang dihadirkan adalah human library. 


"Sebuah konsep yang memungkinkan anak-anak dan masyarakat berinteraksi langsung dengan berbagai profesi, seperti dokter, pemadam kebakaran, anggota kepolisian, hingga pustakawan sebagai buku hidup yang membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka," kata Wabup Edwin, di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur, Kamis (23/7/2026). 


Edwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, gerakan literasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi program berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur.


Ia menyoroti pentingnya literasi sebagai salah satu upaya untuk melindungi anak-anak dari berbagai tantangan di era digital. Maraknya penggunaan handphone, menurutnya, harus diimbangi dengan budaya membaca dan aktivitas positif agar anak-anak tidak terpapar dampak negatif layar secara berlebihan.


Wabup mengaitkan penguatan literasi dengan berbagai isu prioritas daerah, seperti pencegahan perkawinan anak dan percepatan penurunan angka stunting. 


"Peningkatan kualitas literasi akan berdampak pada meningkatnya pengetahuan masyarakat sehingga mampu mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas," ujarnya. (kin)

Sejarah hingga status desa, Bakesbangpol Loteng soroti pemicu konflik Pilkades

 
Sejarah hingga status desa, Bakesbangpol Loteng soroti pemicu konflik Pilkades

OPSINTB.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lombok Tengah (Loteng) menyoroti dua penyebab rentan konflik dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Pertama, konflik kerap kali dipicu aspek sejarah. Aspek sejarah mengacu berbagai peristiwa di masa lalu, seperti sengketa wilayah dan dendam antar kelompok akar rumput.


‘’Hal ini yang memicu ketegangan atau benturan di masa kini,’’ kata Kepala Bakesbangpol Loteng, Murdi AP, dikonfirmasi Kamis (23/7/2026).


Ia menjelaskan, hal tersebut terjadi karena ingatan kolektif atau trauma sejarah yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Kedua, konflik juga kerap dipicu status desa. Misalnya, Murdi melanjutkan, suatu desa memiliki klasifikasi desa berkembang atau kawasan cepat tumbuh.


‘’Kawasan cepat tumbuh itu aktivitas sosial dan ekonominya tinggi. Tingkat pendapatan, kemudian pendidikan penduduknya rata-rata di atas,’’ imbuhnya.


Secara sosiologis juga, masyarakat akar rumput yang terlibat hampir setiap hari bertemu, yang menyebabkan tingkat sensitivitas masyarakat tinggi.


Adapun tahapan Pilkades serentak di Loteng telah dimulai pekan kemarin. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) telah memanggil para perangkat desa. Pemanggilan ini, kata Kepala DPMD Loteng Baiq Murniati, untuk pembentukan panitia Pilkades, yang sebelumnya akan dibimtek dahulu.


‘’Panitia yang dibentuk nanti oleh BPD, tidak ada yang berpihak pada calon tertentu yang sedang berkompetisi. Harus netral,’’ tegasnya.


Adapun Pilkades serentak di Loteng akan dilakukan pada 29 Oktober 2026. 87 desa yang terlibat, ungkap Murniati, membutuhkan dana sekitar Rp4,6 miliar. Dana tersebut disiapkan dari APBD dan APBDes.


‘’Besaran bantuan yang disalurkan kepada masing-masing desa penyelenggara Pilkades sesuai dengan jumlah TPS,’’ ungkap Murniati. (wan)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama