OPSINTB.com - Sejumlah pejabat Eselon II Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menjadi pusat perhatian di Acara Muslim Fashion Festival 2026 HUT ke-81 Loteng di Kawasan Car Free Night, Sabtu akhir pekan kemarin.
Pasalnya, para pejabat itu berjalan berlenggak-lenggok bak model di atas aspal yang disulap panitia sebagai catwalk. Mereka di antaranya: Kepala Diskominfo, H. Lalu Herdan dan Kepala Dinas Kesehatan dr Mamang Bagiansah.
Kendati terlihat malu-malu, namun keduanya tampil menawan ditemani pasangan masing-masing, dengan busana mewah hasil rancangan desainer lokal.
Ketua Dekranasda Loteng, Hj Baiq Nurul Aini menyebut, acara ini adalah wadah bagi desainer lokal untuk mengolah kain tenun tradisional menjadi busana muslim modern, elegan, tetapi tetap mengangkat identitas lokal.
Acara ini, Nurul melanjutkan, tidak bertujuan mencari pemenang, melainkan mendorong lahirnya desainer lokal untuk mengembangkan potensinya.
Kata Nurul, adapun kompetisi ini melombakan kategori yang belum pernah dilombakan. Dari 36 peserta, 20 orang desainer melaju ke babak berikutnya.
''Mereka berasal dari sejumlah kabupaten/kota. Seperti Loteng, Lobar, Lotim, Mataram, Bima, dan Dompu,'' ujarnya.
Ia menilai, acara ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaku industri kreatif di Loteng, khususnya para penjahit agar mereka dapat mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kompetensi menjadi desainer.
Sementara itu, Sekda Loteng H Lalu Firman Wijaya menyatakan, tenun tradisional Loteng memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi beragam produk busana bernilai ekonomi.
''Tidak terbatas pada penggunaan sebagai kain atau bagian dari pakaian adat,'' ucapnya.
Sebagai kabupaten yang menempatkan pariwisata sebagai sektor andalan, Firman melanjutkan, acara ini perlu dilanjutkan dan dijadikan agenda tahunan, karena dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai pendukung pariwisata.
Sehingga, jika terselenggara di tahun-tahun mendatang, Firman berharap acara ini dapat melibatkan banyak peserta, dan mendatangkan juri profesional tingkat nasional.
''Dengan demikian para pemenang dan finalis memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan bakat dan menjadikan karya mereka sebagai bagian dari usaha kreatif yang berdampak ekonomi,'' tambahnya.
Melalui acara ini Pemkab Loteng berharap potensi kain tenun lokal semakin dikenal dan kreatifitas desainer lokal semakin berkembang. Industri fashion berbasis budaya mampu berkontribusi bagi perekonomian masyarakat dan pariwisata daerah. (iwn)







follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami