OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

17/08/26

Warga Penujak keluhkan limbah lumpur IPA PDAM cemari sungai, air berbau dan kotor

 
Warga Penujak keluhkan limbah lumpur IPA PDAM cemari sungai, air berbau dan kotor

OPSINTB.com - Warga Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, mengeluhkan kondisi Sungai Penujak yang diduga tercemar limbah lumpur dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani atau PDAM Lombok Tengah.


Pantauan media ini pada, Sabtu (15/8/2026), di Jembatan Desa Penujak, limbah berupa lumpur hasil pengolahan air tersebut dibuang ke aliran sungai. Nampaknya, yang menyebabkan kondisi semakin memprihatinkan, karena lumpur telah mengeluarkan bau tidak sedap dan bercampur dengan sampah yang dibuang di sekitar kawasan sungai.


Salah satu warga inisial H, menilai kondisi tersebut membuat kualitas air sungai semakin buruk. Air yang sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu kini sudah tidak lagi digunakan karena berbau dan terlihat kotor.


"Sekarang airnya sudah bau dan kotor. Lumpur bercampur dengan sampah sehingga kondisinya semakin parah seperti ini," keluh salah seorang warga pada Sabtu pagi. 


Tumpukan lumpur yang bercampur sampah tersebut dikhawatirkan tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila dibiarkan tanpa penanganan.


"Seharusnya PDAM memberikan solusi dong. Jangan hanya biarkan saja seperti ini. Karena ini kan sungai untuk masyarakat," tegasnya. 


Warga berharap pihak PDAM Lombok Tengah maupun pemerintah daerah segera turun tangan mengecek kondisi tersebut dan memastikan pengelolaan limbah dari IPA tidak mencemari lingkungan.


"Turun dong. Jangan hanya memantau dari jauh saja," katanya. 


Setali tiga uang, W, warga sekitar lainnya, juga meminta adanya solusi jangka panjang terkait pembuangan lumpur hasil pengolahan air. Sebab, apabila terus dialirkan ke sungai, dikhawatirkan pencemaran akan semakin meluas dan berdampak terhadap masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai.


"Dulu sungai ini bagus, bisa kita mancing, mandi hingga nyuci. Tapi setelah adanya PDAM ini selalu berlumpur. Sehingga tidak bisa gunakan," katanya. 


Sebelumnya, pemanfaatan limbah lumpur IPA Penujak juga sempat diwacanakan untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti bahan baku gerabah dan batu bata. Namun, hingga kini persoalan pembuangan lumpur tersebut masih menjadi keluhan warga.


Masyarakat berharap persoalan ini tidak sekadar ditangani setelah muncul keluhan, tetapi dicarikan solusi permanen agar limbah hasil pengolahan air dapat dikelola dengan baik tanpa mengorbankan lingkungan dan masyarakat sekitar.


"Harus ada solusi. Kasian kami yang ada di sini jadi korban. Tolong lah," tegasnya. 


Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah (Loteng), Bambang Supratomo menyebut telah menindaklanjuti keluhan warga soal aliran sungai Batujai-Penujak, Kecamatan Praya Barat yang diduga tercemar limbah lumpur Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM.


Bambang bilang saat ini sudah tidak ada lagi pembuangan lumpur ke aliran sungai dimaksud, karena PDAM Loteng sudah memiliki kolam pengolahan lumpur sendiri.


''Mungkin dulu iya, tetapi isu dan foto yang beredar kemarin itu bisa jadi isu lama dan fot lama. Hal itu bisa langsung dicross chek ke lokasi,'' ujar Bambang dikonfirmasi usai apel peringatan HUT ke-81 RI di Kantor Bupati Loteng, Senin (17/8/2026).


Yang perlu dipahami juga, Bambang melanjutkan, limbah PDAM berbeda dengan limbah pabrik. Untuk limbah PDAM, yang dipisahkan adalah endapan lumpur dengan air saja. Sedangkan untuk pabrik lain semisal pabrik sabun, tentu limbahnya berbahaya karena mengandung zat kimia.


''Artinya tidak ada kandungan berbahaya dalam lumpur yang dibuang ke sungai. Limbah PDAM murni pemisahan antara air dan lumpur,'' imbuhnya.


Sebelumya dari informasi yang diperoleh opsintb.com, aliran sungai Penujak menimbulkan bau tak sedap. Seperti diceritakan warg berinisial H. Menurut dia, kondisi itu membuat kualitas air sungai tak layak pakai, karena berbau dan kotor.


''Sekarang airnya bau dan kotor. Terlebih lumpur bercampur sampah yang membuat kondisinya seperti ini,'' tutur H.


Menurut dia, endapan lumpur diduga limbah PDAM tersebut dikhawatirkan tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi bisa menimbulkan dampak lingkungan.


''Kami berharap PDAM segera cek kondisi tersebut untuk memastikan limbah dari IPA tidak mencemari lingkungan,'' ujarnya.


Senada juga disampaikan warga lain inisial W. Ia berharap ada solusi jangka panjang soal pembuangan lumpur itu. Menurutnya, jika terus dibiarkan seperti itu, akan menimbulkan dampak yang luas terhadap warga yang tinggal di bantaran sungai.


''Dulu sungai ini bagus. Kita bisa mancing, mandi, dan mencuci. Tapi, setelah PDAM buang hasil olahan ke sungai; tidak bisa lagi dimanfaatkan,'' keluhnya.


Sebelumnya, pemanfaatan limbah lumpur IPA Penujak juga sempat diwacanakan untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti bahan baku gerabah dan batu bata. Namun, hingga kini persoalan pembuangan lumpur tersebut masih menjadi keluhan warga.


Masyarakat berharap persoalan ini tidak sekadar ditangani setelah muncul keluhan, tetapi dicarikan solusi permanen agar limbah hasil pengolahan air dapat dikelola dengan baik tanpa mengorbankan lingkungan dan masyarakat sekitar.


''Harus ada solusi. Kasian kami yang ada di sini jadi korban. Tolonglah!'' tandasnya. (wan)

81 tahun NKRI: Ketika pemimpin berganti, demokrasi elektoral semakin matang

 
81 tahun NKRI: Ketika pemimpin berganti, demokrasi elektoral semakin matang

Catatan reflektif Mastur (Anggota KPU Provinsi NTB)


OPSINTB.com - Di ambang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita dihadapkan pada satu fakta sederhana namun penuh makna, pemimpin telah silih berganti, namun semangat bernegara tetap utuh. Dari Soekarno hingga Prabowo Subianto, estafet kepemimpinan nasional berlangsung melalui mekanisme yang terus disempurnakan mekanisme demokrasi elektoral.


Sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi, saya memandang perjalanan 81 tahun ini bukan semata-mata angka. Ia adalah cerminan bagaimana bangsa ini belajar mengelola kekuasaan secara beradab. Pemilihan umum bukan lagi sekadar ritual lima tahunan, melainkan fondasi legitimasi yang terus diperkuat.


Evolusi yang tak boleh dilupakan


Pada masa awal kemerdekaan, mekanisme pemilihan masih sangat terbatas. Kemudian datang Orde Baru dengan sistem yang terpusat. Reformasi 1998 menjadi titik balik, pemilihan langsung, desentralisasi, penguatan lembaga penyelenggara, hingga lahirnya KPU yang mandiri. Setiap periode membawa penyempurnaan dari sistem proporsional, ambang batas pencalonan, regulasi kampanye, hingga pengawasan yang semakin ketat.


Hari ini, di usia 81 tahun, Indonesia memiliki salah satu sistem pemilu paling kompleks di dunia, memilih anggota legislatif, kepala daerah, dan presiden dalam siklus yang saling terkait. Kompleksitas ini bukan beban, melainkan bukti komitmen untuk memberikan ruang partisipasi seluas mungkin kepada rakyat.


Peran KPU: Politik integritas, bukan pemain politik


KPU Provinsi berada di garis depan pelaksanaan. Kami bukan sekadar “penyelenggara teknis”. Kami adalah penjaga integritas proses. Setiap tahap dari pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye, pemungutan suara, hingga rekapitulasi menjadi medan ujian kredibilitas demokrasi.

Tantangan tetap ada, politik uang yang gigih, polarisasi yang mengeras, disinformasi yang cepat menyebar, serta partisipasi pemilih yang fluktuatif. 


Namun tantangan justru menjadi alasan mengapa penyempurnaan harus terus dilakukan. Demokrasi elektoral yang “sempurna” bukan berarti tanpa cacat, melainkan sistem yang mampu memperbaiki dirinya sendiri secara terbuka dan akuntabel.


Menatap ke Depan


Usia 81 tahun adalah usia yang cukup matang untuk berhenti berpuas diri. Pertanyaan terbesar bukan lagi “Apakah pemilu sudah demokratis?”, melainkan, apakah demokrasi elektoral kita mampu menghasilkan kepemimpinan yang menjawab kebutuhan zaman?,”.


Kualitas pemimpin tidak hanya ditentukan oleh mekanisme pemilihannya, tetapi juga oleh kualitas partisipasi warga, kualitas informasi yang beredar, dan kualitas pengawasan bersama. Di sinilah peran seluruh pemangku kepentingan penyelenggara, peserta, media, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi krusial.


Sebagai anggota KPU Provinsi, saya percaya bahwa setiap pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas adalah investasi jangka panjang bagi NKRI. Ketika pemimpin berganti melalui mekanisme yang sah dan terpercaya, yang sesungguhnya diperkuat bukanlah individu, melainkan institusi dan kepercayaan publik.


Di usia 81 tahun, mari kita rayakan bukan hanya kemerdekaan dari kolonialisme, tetapi juga kemerdekaan untuk memilih dan dipilih secara bermartabat. Karena demokrasi elektoral yang terus disempurnakan adalah salah satu warisan terpenting yang bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya.


Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Semoga demokrasi kita semakin dewasa, dan kepemimpinan yang lahir darinya semakin bertanggung jawab.

ITDC bakal rekrut 2.500 volunteer untuk sukseskan MotoGP Mandalika 2026

 
ITDC bakal rekrut 2.500 volunteer untuk sukseskan MotoGP Mandalika 2026

OPSINTB.com - Kabar gembira bagi warga NTB. InJourney Tourism Development Corporation atau ITDC membuka lowongan voulenteer untuk mendukung suksesnya event MotoGP Mandalika 9-11 Oktober mendatang. ITDC bakal merekrut 2.500 orang.


''Lowongan dibuka khusus bagi warga NTB. Tidak ada batasan usia khusus dalam proses rekrutmen,'' kata Direktur Operasi ITDC, Troy R Warokka dalam keterangan tertulis yang diterima opsintb.com, Senin (17/8/2026).


Kata Troy, voulenteer akan  ditempatkan di sejumlah bidang operasional. Antara lain: marshal, crowd control, pengelolaan sampah, CS, media center, ticketing, hospitality, hingga administrasi.


''Rekrutmen dilakukan melalui walk-in interview pada 24-31 Agustus 2026, pukul 08.00-15.00 WITA di Dining Hall Sirkuit Mandalika. Calon voulenteer bisa datang langsung tanpa bawa dokumen khusus,'' kata dia.


Ia memaparkan, keterlibatan masyarakat lokal adalah bagian penting dalam ajang balap bergengsi itu. Oleh sebab itu, menjadi volunteer tak hanya memberikan pengalaman bekerja, tapi meningkatkan pengetahuan dan kompetensi masyarakat NTB.


''Terutama dalam bidang penyelenggaraan event, hospitality, pelayanan pengunjung, keamanan, serta pengelolaan media.''


Sejauh ini, ITDC telah melakukan sosialisasi di 23 desa sekitar sirkuit dengan melibatkan pemerintah desa.


''Mereka ada honor perbantuan harian, konsumsi, serifikat, BPJS Ketenagakerjaan melalui jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian selama bertugas,'' tegas Roy.


ITDC berharap rekrutmen 2.500 voulenteer dapat memperkuat kapasitas SDM lokal sekaligus memberikan pengalaman yang dapat dimanfaatkan oleh setelah MotoGP berakhir.


Bagi sahabat opsintb.com yang tertarik, perlu mengikuti ketentuan berikut: masuk melalui red gate, memarkirkan kendaraan di samping red gate, lalu masuk melalui gate 3, melakukan scan barcode yang sudah disediakan kemudian menuju Dining Hall untuk proses berikutnya.


''Tidak memakai sendal, berpakaian rapi, dan datang sesuai jadwal yang ditentukan,'' beber Troy. (wan)

Peringati HUT ke 81 RI, Kades Jamal titip pesan khusus ke generasi muda Denggen Timur

 
Peringati HUT ke 81 RI, Kades Jamal titip pesan khusus ke generasi muda Denggen Timur

OPSINTB.com - Pemerintah Desa Denggen Timur, Kecamatan Selong, gelar upacara memperingati HUT ke 81 Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar di lapangan desa setempat tersebut berlangsung khidmat. 


Petugas apel beserta peserta apel nampak khusuk mengikuti setiap tahapan. Bertindak sebagai inspektur upacara ialah Kepala Desa Denggen Timur, Moh Jamaluddin. 


Petugas dan peserta pada kegiatan tersebut yakni para perangkat desa setempat, Bhabinkamtibmas, murid TK, SD dan MI, BPD, kader posyandu, para kepala wilayah, RT, dan tokoh masyarakat desa setempat.


Dalam amanatnya, Kepala Desa Denggen Timur, Moh Jamaluddin mengatakan, kegiatan ini sebagai pengingat perjuangan para pahlwan. Apa yang dinikmati hari ini, kata dia, merupakan hasil jerih payah dan pengorbanan mereka. 


"Tugas kita adalah menjaga kemerdekaan dan mengisinya dengan kegiatan pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat," ucap Jamaluddin, Senin (17/8/2026).


Bagi pemerintah Denggen Timur, imbuhnya, umur 81 bukan waktu yang pendek dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan. Melainkan, telah banyak rintangan, tantangan, persoalan lain namun semua itu bisa dilewati. Kendati masih banyak juga persoalan-persoalan yang harus diselesaikan pula. 


Lantaran itu dirinya mengajak semangat kemerdekaan sebagai motivasi memperkuat persatuan, menumbuhkan nilai-nilai gotong royong, mewujudkan keamanan dan ketertiban, serta bergandeng tangan menjadikan Denggen Timur lebih maju, mandiri, dan sejahtera. 


Di lain sisi, kemerdekaan merupakan perwujudan menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Perbedaan sebutnya, bukan alasan untuk terpecah, melainkan simbol kekuatan jika bisa saling menghargai dan bekerjasama. 


Dirinya berpesan kepada generasi muda Denggen Timur, teruslah belajar, berkarya, berpretasi, memiliki karatakter, berakhlak, dan mampu memberi kontribusi terbaik bagi desa, daerah, dan bangsa. Sesuai moto Denggen Timur yakni Sehat, Sejahtera, Harmonis, Aman Tentram, dilandasi Iman dan Takwa (SEHATI).


"Saya mengajak kepada semua elmen masyarakat melalui momentum HUT 81 RI ini sebagai semangat untuk kita wujudkan Denggen Timur SEHATI dengan cara bersatu, bergotong royong, dan maju bersama menuju Denggen Timur hebat dan sejahtera," ajak Jamal. 


Di akhir amantnya, dirinya mengajak kepada masyarakat untuk mensuskan program Perlindungan Sosial (Perlinsos). Dia menitip pesan agar peserta apel untuk menyiarkan kepada seluruh warga Denggen Timur. 


"Besok datang ke kantor desa karen besok ada pelayanan pengisian Perlinsos, bawa KTP dan token listrik masing-masing," ajaknya. (kin)

16/08/26

Digembleng 14 hari, Paskibra Loteng bakal tampil maksimal

 
Digembleng 14 hari, Paskibra Loteng bakal tampil maksimal

OPSINTB.com - Tiga puluh tujuh calon pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Loteng 2026 telah siap bertugas pada peringatan HUT ke-81 RI, Senin besok. Kesiapan dimatangkan dengan pembinaan intensif.


''Tidak hanya kemampuan baris-berbaris, tapi fisik, mental, disiplin, tanggung jawab, karakter, dan kekompakan juga digembleng,'' kata Kepala Kesbangpol Loteng, Murdi AP, Ahad (16/8/2026).


Murdi menyebut, Paskibra Loteng 2026 dipersiapkan tak hanya mampu menjalankan tugas secara teknis, tapi tampil sebagai representasi generasi muda.


''Yang disiplin, berkarakter, nasionalis, bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara,'' imbuhnya.


Dari aspek fisik, kata Murdi lagi, anggota telah dilatih intensif untuk membangun daya tahan dan stamina. Pun dengan mental, mereka dilatih agar tenang, berani, konsentrasi, serta mampu mengendalikan diri ketika bertugas di hadapan masyarakat.


Adapun proses latihan Paskibraka berlangsung sejak 2-16 Agustus, dengan melibatkan pelatih dari TNI, Polri, dan purna Paskibraka. Kemudian para anggota menjalani pemantapan seluruh rangkaian tugas, koordinasi antar kelompok, dan stimulasi agar mereka terbiasa dengan pelaksanaan pengibaran bendera.


''Bukan sekadar mereka bisa baris berbaris, tapi bagaimana mereka memiliki kesiapan secara utuh menjalankan tugas sebagai Paskibraka,'' ungkap Murdi.


Sekda Loteng, H Lalu Firman Wijaya menambahkan, proses penyiapan anggota Paskibraka adalah tanggung jawab semua unsur. Mereka bekerja dan berkontribusi menyiapkan Paskibraka agar siap tampil.


Firman berharap, proses latihan yang telah dijalankan menjadi bekal bagi anggota Paskibraka agar tampil maksimal.


''Kami berharap mereka tampil maksimal sebagaimana yang telah dipersiapkan. Semoga mereka mampu menjalankan amanah dengan baik,'' tutup Firman. (wan)

Semarak HUT ke-81 RI, Desa Denggen Timur gelar beragam lomba hadiah utama 7 ekor kambing

 
Semarak HUT ke-81 RI, Desa Denggen Timur gelar beragam lomba hadiah utama kambing

OPSINTB.com - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia berlangsung meriah di Desa Denggen Timur, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (15/8/2026).


Pemerintah Desa Denggen Timur menggelar sejumlah kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Di antaranya adalah jalan sehat, gerak jalan, dan lari maraton. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari dan melibatkan ratusan masyarakat setempat.


Jalan sehat menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian warga. Selain berolahraga bersama dengan rute mengelilingi wilayah Desa Denggen Timur, peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah utama berupa kambing.


Kepala Desa Denggen Timur, Moh Jamaluddin mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk partisipasi pemerintah desa bersama masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan patriotisme.


“Pemerintah desa bersama seluruh masyarakat dan mitra Tiga Pilar melaksanakan berbagai kegiatan. Ini untuk mengingatkan kembali pengorbanan dan jasa para pahlawan yang telah gugur berjuang dengan darah dan nyawa,” kata Jamaluddin saat diwawancarai media.


Menurutnya, berbagai perlombaan digelar untuk menumbuhkan semangat masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memperingati hari kemerdekaan.


Kegiatan tersebut meliputi jalan sehat, gerak jalan tingkat TK dan SD, serta lomba lari maraton dengan peserta laki-laki dan perempuan. Puncak rangkaian kegiatan akan ditutup dengan apel bendera pada Senin mendatang.


“Ini hanya bagaimana menyatukan persepsi, bagaimana kita bersatu bersama untuk berdaulat, adil, dan makmur demi NKRI,” ujarnya.


Jamaluddin menyebutkan, salah satu daya tarik kegiatan tahun ini adalah hadiah lomba yang mengusung semangat ketahanan pangan. Pemerintah desa menyediakan total 7 ekor kambing sebagai hadiah utama untuk setiap mata lomba, bebek, dan hadiah menarik lainnya.


“Karena tema negara kita adalah ketahanan pangan, kita selalu mengedepankan ketahanan pangan, termasuk bebek dan kambing. Ini dalam rangka mendukung program pemerintah pusat untuk ketahanan pangan,” jelasnya.


Untuk kegiatan jalan sehat, panitia menyediakan sekitar 700 kupon. Namun, jumlah warga yang hadir dan mengikuti kegiatan diperkirakan mencapai 800 hingga 900 orang, terdiri dari pelajar SD, MI, SMP, serta masyarakat umum.


Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dimulai. Hadiah kambing menjadi salah satu hal yang paling dinantikan peserta jalan sehat.


Jamaluddin mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat merupakan bentuk antusiasme dalam menyambut peringatan kemerdekaan. Peserta didominasi anak-anak dan pemuda yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus bangsa.


Sebagai kepala desa, ia memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi antar warga sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.


“Kita akan terus menanamkan jiwa patriotisme terhadap negara kita, terhadap bangsa dan negara, supaya betul-betul cinta NKRI. NKRI harga mati,” tegas kepala desa dua periode ini. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama