OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

08/08/26

Asya Vara, siswi cantik SMAN 1 Terara juara I Duta Muda BPJS RI 2026

 
Asya Vara, siswi cantik SMAN 1 Terara juara I Duta Muda BPJS RI 2026

OPSINTB.com - Senyumnya tenang. Tatapnya juga menawan. 


Di balik wajah cantik, tersimpan tekad baja. Mental itu nampaknya yang mengantarnya menjadi juara. 


Di usianya yang masih belia, keberaniannya berbicara di depan publik, kemampuannya menyampaikan gagasan, serta kepeduliannya khususnya bagi generasi muda patut diacungi jempol.


Asya Avara, siswa kelas X-2 SMAN 1 Terara, mengukir prestasi di kancah nasional. Dara cantik ini menjadi juara 1 Seleksi Duta Muda Kesehatan dan BPJS RI Tahun 2026 tingkat SMA/MA/SMK se-Kabupaten Lombok Timur.


Sebagai duta, Asya, bukan hanya mendulang prestasi tapi juga membawa pesan penting tentang kesehatan bagi generasi muda.


Prestasi itu tidak diraih dengan mudah. Asya harus bersaing dengan para finalis terbaik dari berbagai sekolah. 


Pada babak final hanya tersisa tiga peserta, yakni dirinya dari SMAN 1 Terara serta dua peserta dari MAN 1 Selong. 


Di hadapan dewan juri, Asya berhasil tampil paling meyakinkan hingga dinobatkan sebagai juara pertama, sementara dua pesaingnya menempati posisi juara kedua dan ketiga.


"Saya mengikuti lomba ini bukan hanya untuk mencari prestasi, tetapi ingin menambah pengalaman, memperluas relasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta teman-teman sebaya," tutur Asya kepada opsintb.com, Jumat (7/8/2026).


Keputusan mengikuti ajang tersebut lahir dari kegelisahannya melihat masih banyak pelajar yang belum memahami pentingnya jaminan kesehatan.


Menurut Asya, masih ada sekitar 19 hingga 20 persen pelajar yang belum memiliki kepesertaan BPJS. Kondisi itu menjadi alasan kuat baginya untuk ikut mengampanyekan pentingnya perlindungan kesehatan sejak usia muda.


"Saya ingin lebih banyak menyosialisasikan informasi positif tentang BPJS kepada teman-teman seusia saya. Itu yang menjadi motivasi terbesar saya hingga akhirnya bisa meraih juara," katanya.


Perjalanan menuju gelar juara berlangsung melalui tiga tahapan seleksi yang cukup menantang. Tahap pertama, peserta diminta membuat video mengenai pentingnya BPJS dan peran sebagai Duta Muda. 


Setelah lolos, peserta mengikuti sesi wawancara bersama tim juri, termasuk Kepala Cabang BPJS Selong. Tahap terakhir menjadi penentu, yakni presentasi langsung di hadapan dewan juri untuk menguji kemampuan komunikasi, wawasan, dan gagasan peserta.


Di tengah padatnya aktivitas sekolah, Asya tetap mampu menjaga keseimbangan. Ia mengaku kunci keberhasilannya adalah manajemen waktu yang disiplin.


"Tugas sekolah tetap harus selesai. Di sisi lain saya juga harus mempersiapkan diri menghadapi setiap tahapan seleksi. Jadi saya berusaha membagi waktu sebaik mungkin," ujarnya.


Beruntung, bidang yang dilombakan sangat dekat dengan minatnya. Dunia komunikasi, bahasa, dan pengetahuan umum menjadi ruang yang selama ini ia sukai. Karena itu, ia mengaku hampir tidak menemui kendala berarti selama proses persiapan.


Kini, kemenangan itu bukanlah garis akhir. Bagi Asya, gelar juara justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.


Siswi asal Kecamatan Terara itu berharap mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap kesehatan, memiliki kesadaran akan pentingnya jaminan kesehatan, serta berani mengambil peran positif di lingkungan masing-masing.


"Saya ingin bisa memotivasi dan menginspirasi teman-teman agar lebih peduli terhadap kesehatan mereka sendiri. Semoga apa yang saya capai ini bisa membawa manfaat untuk banyak orang," ucapnya penuh harap. (zaa)

07/08/26

Sambut HUT ke-81 RI, ribuan bendera merah putih dibagikan kepada masyarakat

 
Sambut HUT ke-81 RI, ribuan bendera merah putih dibagikan kepada masyarakat

OPSINTB.com - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kota Mataram menggelar Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai upaya menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (7/8) tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta masyarakat.


Dalam sambutannya, Wagub Dinda, menyampaikan rasa syukur karena bangsa Indonesia kembali diberikan kesempatan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.


Menurutnya, perjalanan bangsa selama delapan puluh satu tahun mencerminkan kematangan sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, dan persatuan para pendahulu bangsa.


Momentum peringatan kemerdekaan, lanjutnya, harus menjadi penguat semangat kebangsaan bagi seluruh masyarakat, khususnya di NTB, untuk terus menanamkan rasa cinta tanah air dan bersama-sama membangun Indonesia.


“Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang kita miliki adalah kekuatan bangsa. Karena itu, mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memecah belah kebersamaan kita,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta terus berkarya demi Indonesia yang semakin maju dan NTB yang semakin makmur dan mendunia.


Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan, bahwa peringatan Hari Kemerdekaan merupakan refleksi atas perjalanan panjang bangsa Indonesia yang selama 81 tahun telah melewati berbagai ancaman, tantangan, dan ujian.


Menurutnya, keberhasilan bangsa mempertahankan eksistensi hingga saat ini tidak terlepas dari semangat patriotisme, persatuan, dan kerja keras seluruh anak bangsa.


“Peringatan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun simbolik sebagai bentuk kecintaan kepada bangsa. Lebih dari itu, ini merupakan manifestasi dari semangat patriotisme, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, serta komitmen kita untuk terus membangun Indonesia yang lebih maju,” katanya.


Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, menjaga persatuan, serta memperkuat budaya gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.


Mohan optimistis selama nilai-nilai kebangsaan tetap tertanam dalam hati dan diwujudkan melalui tindakan nyata, Indonesia akan terus menjadi bangsa yang kokoh, maju, dan berjaya.


Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui pembagian bendera kepada masyarakat, pemerintah berharap semangat nasionalisme semakin tumbuh, masyarakat terdorong mengibarkan Sang Merah Putih di lingkungan masing-masing, serta nilai-nilai persatuan terus terpelihara di tengah keberagaman.


Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme masyarakat sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa, negara, serta komitmen bersama dalam menjaga persatuan menuju Indonesia Maju dan NTB yang Makmur Mendunia.


"Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81. Merdeka," seru Walikota Mataram. (red)

Kejari Loteng tak temukan adanya pidana dalam perkara pengadaan baju kader posyandu

 
Kejari Loteng tak temukan adanya pidana dalam perkara pengadaan baju kader posyandu

OPSINTB.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) tidak menemukan adanya peristiwa pidana dalam perkara pengadaan baju kader posyandu yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Loteng 2024.


Sebelumnya Kejari Loteng telah melakukan pengusutan atas dugaan penyelewengan yang anggarannya mencapai Rp1,8 miliar itu. 


"Informasi dan keterangan yang kami dapatkan, belum ditemukan adanya peristiwa pidana," kata Kasi Intel Kejari Loteng, Alfa Dera dalam acara coffee morning bersama awak media di Aula Kejari Loteng, Jumat (7/8/2026).


Alfa menjelaskan, ia menerima laporan tersebut sebulan pasca penugasan di Kejari Loteng. Pihaknya pun langsung mengumpulkan data (sprintok). Setelah sprintok oleh tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus), dilakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.


"Namun terkendala karena salah satu penyedianya sedang menjalani proses hukum dan terpidana dalam perkara lain. Kemudian Kepala Dinas-nya juga meninggal dunia," jelas Alfa.


Tak mau menyerah, Kejari akhirnya menaikkan dugaan penyelewengan itu ke penyelidikan sejak satu bulan lalu, dengan memintai keterangan beberapa pihak.


Dan berdasarkan hasil penyelidikan, Alfa melanjutkan, data penerima (kader posyandu) sesuai dengan jumlah kader posyandu yang ada di Loteng.


"Untuk jumlahnya 9.000 sekian. Kenapa kok 9.000? Jangan-jangan kadernya itu cuma 7.000 atau 8.000. Kami cocokkan lagi dengan data, ternyata kadernya itu ya 9.000-an. Sesuai," tegasnya.


Ia juga membantah adanya mark up. Karena berdasarkan data dan informasi, nilai tersebut sesuai karena proses pengerjaannya satu bulan.


"Kami bekerja berdasarkan dua alat bukti dan menghargai terkait dengan asas praduga tak bersalah," ujar Alfa.


Ia menambahkan, apabila dikemudian hari ditemukan adanya alat bukti dan informasi yang kuat, Kejari tak menutup kemungkinan akan mengusut kembali dugaan penyelewengan tersebut.


"Nanti kebijakan dari Kasi Pidsus tentu akan profesional menangani perkara tersebut berdasarkan alat bukti," pungkasnya. (iwn)

Pengamat nilai Miq Hul punya sejumlah keunggulan jika terpilih pimpin KONI NTB

 
Pengamat nilai Miq Hul punya sejumlah keunggulan jika terpilih pimpin KONI NTB

OPSINTB.com - Bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menghangat. Salah satu nama yang banyak diperbincangkan adalah Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, yang akrab disapa Miq Hul.


Direktur Nusra Institute, M Roby Satriawan menilai, Lalu Pathul memiliki sejumlah modal strategis yang berpotensi memperkuat pembinaan olahraga di NTB apabila dipercaya memimpin KONI Provinsi NTB.


Saat dikonfirmasi awak media, Roby menyebut sedikitnya terdapat empat faktor yang menjadi peluang bagi Miq Hul untuk mendorong kemajuan olahraga prestasi di NTB.


Menurutnya, faktor pertama adalah dukungan jejaring dan sinergi pemerintahan. Sebagai Bupati Lombok Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra NTB, Miq Hul dinilai memiliki posisi yang strategis dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.


“Kesamaan jalur komunikasi politik berpotensi mempermudah koordinasi dan advokasi anggaran untuk pembinaan olahraga, termasuk program pemusatan latihan daerah sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON). Tentu semuanya tetap harus mengikuti mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku,” ujar Roby.


Faktor kedua adalah penguatan konsep sport tourism. Roby menilai pengalaman Miq Hul memimpin Kabupaten Lombok Tengah yang menjadi lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dapat menjadi nilai tambah bagi pengembangan olahraga di NTB.


Menurutnya, keberadaan Sirkuit Mandalika dan berbagai agenda olahraga berskala nasional maupun internasional dapat diintegrasikan dengan program pembinaan atlet sehingga mampu meningkatkan eksposur olahraga daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor sport tourism.


Selanjutnya, Roby melihat adanya peluang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur olahraga.


Ia menilai sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dapat membuka peluang pembangunan fasilitas olahraga yang lebih representatif, seperti stadion, gelanggang olahraga (GOR), hingga pusat pelatihan atlet daerah.


“Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan daya saing daerah,” katanya.


Keunggulan keempat yang disoroti adalah peningkatan kesejahteraan atlet. Roby berpendapat bahwa dukungan pemerintah yang kuat dapat mendorong lahirnya berbagai kebijakan afirmatif bagi atlet berprestasi, seperti bonus prestasi, beasiswa pendidikan, hingga peluang berkarier di instansi pemerintah maupun BUMD sesuai ketentuan yang berlaku.


Selain empat faktor tersebut, Roby juga menilai rekam jejak Miq Hul dalam pembinaan olahraga menjadi salah satu modal penting. Selama memimpin Kabupaten Lombok Tengah, ia aktif membina berbagai cabang olahraga. Pada ajang Porprov NTB XXI, kontingen Lombok Tengah juga mencatat peningkatan prestasi dengan naik dari peringkat kelima menjadi peringkat kedua dalam klasemen akhir perolehan medali.


“Pengalaman memimpin pemerintahan, membina cabang olahraga, serta capaian prestasi Lombok Tengah pada Porprov menjadi modal yang layak dipertimbangkan. Namun, pada akhirnya keputusan tetap berada di tangan pemilik suara dalam proses pemilihan Ketua KONI NTB,” tutup Roby. (red)

06/08/26

Klarifikasi video viral: SPBU Praya layani jeriken malam hari untuk urai kemacetan siang

 
Klarifikasi video viral: SPBU Praya layani jeriken malam hari untuk urai kemacetan siang

OPSINTB.com - Direktur SPBU Praya, Lombok Tengah, Heru Purnawan mengklarifikasi video viral yang memperlihatkan aktivitas jual beli BBM jenis Pertalite di Pertamina Praya. Dalam video yang diunggah akun Facebook Iska Kandar itu, dinarasikan Pertamina Praya hanya buka untuk pembeli jeriken saja.


Sedangkan pada siang harinya, Pertamina Praya tutup, yang kemudian diduga menjadi biang kemacetan, masyarakat pengguna motor tidak mendapatkan BBM bersubsidi Pertalite, dan bahkan harus mengantre berjam-jam.


Video tersebut kemudian dibagikan hingga ratusan kali, menjadi perbincangan, dan menimbulkan persepsi buruk di masyarakat terhadap Pertamina Praya.


“Ceritanya begini, yang memvideokan ini pakai motor tangki besar. Sudah ngisi ketiga kali, bolak-balik, sehingga tidak dikasih petugas kami. Karena keseringan, kami minta kasih jatah ke teman yang lain,” kata Heru pada wartawan Kamis (6/8/2026).


Video tersebut diambil sekitar pukul 23.00 WITA. Kata Heru, jual beli Pertalite untuk pembeli jeriken pada jam tersebut untuk mengurai kemacetan di siang hari.


“Teman-teman yang mengantre jeriken juga punya hak yang sama, sebab mereka juga mengantre dan punya barcode. Karena tidak dilayani itulah mungkin dia memvideokan,” tambahnya.


Heru mengimbau masyarakat tak perlu panik. Sebab stok Pertalite di SPBU Praya terjamin. “Jangan sampai kita buat kisruh. Intinya stok kita terjamin. Kalau perkara jeriken itu, kenapa kita ngisi malam-malam, karena siangnya yang kita utamakan kan kendaraan,” ujarnya. (wan)

Tanggapi efisiensi 2027, Pathul: Warning pemerintah daerah untuk berkarya

 
Tanggapi efisiensi 2027, Pathul: Warning pemerintah daerah untuk berkarya

OPSINTB.com - Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri menanggapi dorongan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian soal efisiensi anggaran 2027. Menurut Pathul, pernyataan Mendagri tersebut sebagai warning pemerintah daerah untuk terus berkarya, menghasilkan atau mencari sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui potensi-potensi yang ada.


“Kami tetap berikhtiar. Kalau itu pendapat dari Pak Menteri kan, kita diberikan warning untuk berkarya. Bagaimana pendapatan daerah ini semakin bagus dan besar,” ujar Pathul Bahri dikonfirmasi Selasa (4/8/2026).


Apakah warning itu akan berdampak lebih berat terhadap kinerja daerah? Ia mengatakan, akan melihat situasi dan kondisi, sambil terus memaksimalkan sumber PAD sebelumnya.


“Tentu nanti melihat perkembangan kondisi APBD, APBN juga nanti seperti apa. Kan masih ada waktu untuk memikirkan lebih jauh,” imbuhnya.


Ia mengatakan, Pemkab tak khawatir dengan warning tersebut. Sebab, Lombok Tengah memiliki begitu banyak potensi yang bisa dikembangkan sebagai sumber PAD.


“Kita punya pariwisata, pertanian kita memadai, dan masih banyak lagi potensi kita sebagai sumber PAD,” ujarnya.


Di sisi lain, Pathul tak menampik banyak persoalan di daerah yang belum bisa ditangani. Semisal pembayaran gaji PPPK paruh waktu, dan lain sebagainya.


“Kita masih punya banyak waktu untuk memikirkannya. Sebelumnya TKD kita juga dipotong cukup besar,” katanya.


Mendagri dalam pernyataannya mendorong seluruh kepala daerah untuk melakukan efisiensi. Ia menyebut, masih terdapat sejumlah pemborosan anggaran di tingkat pemerintah daerah.


Seperti belanja operasional pegawai, anggaran pemeliharaan dan perawatan, serta belanja makan dan minum yang dinilai berlebihan. (wan)

Ratusan massa desak Polres Lotim tangkap terduga penghina Bupati Iron

 
Ratusan massa desak Polres Lotim tangkap terduga penghina Bupati Iron

OPSINTB.com - Ratusan warga dari 21 kecamatan di Lotim yang tergabung dalam Aliansi Sahabat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Polres Lombok Timur, Kamis (6/8/2026). 


Massa mendesak kepolisian segera menangkap terduga pelaku penghinaan terhadap Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, melalui media sosial beberapa waktu lalu.


Dalam orasinya Kordum Aksi, Subhan menyampaikan agar Kapolres Lombok Timur segera menindaklanjuti laporan yang telah diajukan.


"Kami berikan deadline waktu 3×24 jam untuk menangkap pelaku dugaan penghinaan terhadap Bupati Lotim," tegas Subhan.


Ia menilai unggahan yang dilaporkan tersebut tidak hanya diduga menghina pribadi Bupati Lombok Timur, tetapi juga mengandung ujaran kebencian.


Subhan beberkan bahwa laporan terkait kasus tersebut telah disampaikan ke Polres Lombok Timur sejak Juli lalu namun hingga kini belum ada perkembangan. 


"Sudah satu bulan kita masukkan laporan ke Polres Lotim, tapi belum ada kejelasan terhadap pelakunya," katanya


Setelah menyampaikan aspirasi, perwakilan massa diterima oleh Kabag Ops Polres Lombok Timur bersama Kabag SDM, Kasat Intelkam, Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian mendengarkan tuntutan yang disampaikan massa.


"Kita sampaikan tuntutannya ke pimpinan, (Kapolres-red)" kata Kabag Ops Polres Lombok Timur di hadapan peserta aksi.


Dalam kesempatan tersebut, massa juga menyerahkan dua dokumen resmi kepada pihak Polres Lombok Timur untuk ditandatangani bersama, yaituNota Kesepahaman Bersama

antara masyarakat dan Polres Lombok Timur dan Pakta Integritas

sebagai penjamin bahwa aparat penegak hukum akan memproses kasus UU ITE ini dengan ancaman pidana 6 tahun penjara secara transparan dan terukur. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama