OPSINTB.com - Senyumnya tenang. Tatapnya juga menawan.
Di balik wajah cantik, tersimpan tekad baja. Mental itu nampaknya yang mengantarnya menjadi juara.
Di usianya yang masih belia, keberaniannya berbicara di depan publik, kemampuannya menyampaikan gagasan, serta kepeduliannya khususnya bagi generasi muda patut diacungi jempol.
Asya Avara, siswa kelas X-2 SMAN 1 Terara, mengukir prestasi di kancah nasional. Dara cantik ini menjadi juara 1 Seleksi Duta Muda Kesehatan dan BPJS RI Tahun 2026 tingkat SMA/MA/SMK se-Kabupaten Lombok Timur.
Sebagai duta, Asya, bukan hanya mendulang prestasi tapi juga membawa pesan penting tentang kesehatan bagi generasi muda.
Prestasi itu tidak diraih dengan mudah. Asya harus bersaing dengan para finalis terbaik dari berbagai sekolah.
Pada babak final hanya tersisa tiga peserta, yakni dirinya dari SMAN 1 Terara serta dua peserta dari MAN 1 Selong.
Di hadapan dewan juri, Asya berhasil tampil paling meyakinkan hingga dinobatkan sebagai juara pertama, sementara dua pesaingnya menempati posisi juara kedua dan ketiga.
"Saya mengikuti lomba ini bukan hanya untuk mencari prestasi, tetapi ingin menambah pengalaman, memperluas relasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta teman-teman sebaya," tutur Asya kepada opsintb.com, Jumat (7/8/2026).
Keputusan mengikuti ajang tersebut lahir dari kegelisahannya melihat masih banyak pelajar yang belum memahami pentingnya jaminan kesehatan.
Menurut Asya, masih ada sekitar 19 hingga 20 persen pelajar yang belum memiliki kepesertaan BPJS. Kondisi itu menjadi alasan kuat baginya untuk ikut mengampanyekan pentingnya perlindungan kesehatan sejak usia muda.
"Saya ingin lebih banyak menyosialisasikan informasi positif tentang BPJS kepada teman-teman seusia saya. Itu yang menjadi motivasi terbesar saya hingga akhirnya bisa meraih juara," katanya.
Perjalanan menuju gelar juara berlangsung melalui tiga tahapan seleksi yang cukup menantang. Tahap pertama, peserta diminta membuat video mengenai pentingnya BPJS dan peran sebagai Duta Muda.
Setelah lolos, peserta mengikuti sesi wawancara bersama tim juri, termasuk Kepala Cabang BPJS Selong. Tahap terakhir menjadi penentu, yakni presentasi langsung di hadapan dewan juri untuk menguji kemampuan komunikasi, wawasan, dan gagasan peserta.
Di tengah padatnya aktivitas sekolah, Asya tetap mampu menjaga keseimbangan. Ia mengaku kunci keberhasilannya adalah manajemen waktu yang disiplin.
"Tugas sekolah tetap harus selesai. Di sisi lain saya juga harus mempersiapkan diri menghadapi setiap tahapan seleksi. Jadi saya berusaha membagi waktu sebaik mungkin," ujarnya.
Beruntung, bidang yang dilombakan sangat dekat dengan minatnya. Dunia komunikasi, bahasa, dan pengetahuan umum menjadi ruang yang selama ini ia sukai. Karena itu, ia mengaku hampir tidak menemui kendala berarti selama proses persiapan.
Kini, kemenangan itu bukanlah garis akhir. Bagi Asya, gelar juara justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Siswi asal Kecamatan Terara itu berharap mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap kesehatan, memiliki kesadaran akan pentingnya jaminan kesehatan, serta berani mengambil peran positif di lingkungan masing-masing.
"Saya ingin bisa memotivasi dan menginspirasi teman-teman agar lebih peduli terhadap kesehatan mereka sendiri. Semoga apa yang saya capai ini bisa membawa manfaat untuk banyak orang," ucapnya penuh harap. (zaa)







follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami