OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

16/10/26

Maju sebagai bakal calon Kades Sikur, H Mahsun serahkan seribu lebih KTP Elektronik dukungan

 
Maju sebagai bakal calon Kades Sikur, H Mahsun serahkan seribu lebih KTP Elektronik dukungan

OPSINTB.com - H Mahsun, bakal calon Kepala Desa Sikur menyerahkan seribu lebih KTP Elektronik sebagai tiket pencalonannya. Kartu tanda penduduk itu tersebar di semua wilayah desa setempat. 


H Mahsun resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kades Sikur sekira pukul 09.30 Wita. Dikawal oleh ratusan pendukung dari 7 dusun di Desa Sikur. 


"Saya ingin membangun desa dengan para tokoh, pemuda, dan semua masyarakar Sikur. Kita akan sama-sama untuk membangun serta memajukan desa ini," kata H Mahsun, Jumat (16/10/2026). 


Dirinya sepenuhnya sadar, kondisi saat ini. Baik keuangan desa yang terkena dampak efesiensi maupun pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Kondisi ini membutuhkan langkah-langkah yang tidak biasa. Melakukan komunikasi dengan lintas sektor dan pemerintah di atasnya, diyakini menjadi salah satu solusinya.


Dengan demikian, lanjutnya, program-program baik untuk fisik, pembinaan UMKM dan pemuda, fasilitas lainya yang dibutuhkan masyarakat bisa terealisasi. 


Tentu usaha-usaha itu harus dilakukan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Sebagai bukti pelibatan masyarakat. 


"Maka visi saya itu Sikur agamis, amanah, terpadu dan produktif menuju Desa Sikur yang transparan dalam tata kelola, kuat dalam ekonomi rakyat dan tangguh bagi warga," paparnya. 


Visi itu dijabarkan dalam enam misi yakni mewujudkan pemerintah desa yang amanah, transparan, dan melayani, menyatukan perencanaan dan tata kelola desa, BUMDesa, dan Pemda.


Menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, memperkuat layanan dasar dan perlindungan sosial yang inklusif, membangun infrastruktur dan lingkungan yang tangguh iklim, serta menguatkan agama, budaya, pemuda, dan kehidupan sosial.


Dia mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bersama-sama, bersatu membangun Desa Sikur yang sejahtera. Dirinya juga mengajak, agar semua pihak menciptakan kondisi aman dalam seriap tahapan Pilkades ini. 


Sementara itu, salah satu tim sukses, Karyawan, menyebut pencalonan ini sebagai tonggak sejarah bagi Desa Sikur.


“Ini adalah suatu reformasi sejarah, bahwa selama ini kepala Desa Sikur selalu yang kaum para tua-tua. Terima kasih generasi muda karena ingin memajukan generasinya untuk memimpin Desa Sikur. Generasi muda juga mampu. Reformasi sejarah di Desa Sikur ini baru pertama kali tahun 2027 ada calon dari generasi muda,” ujarnya disambut takbir.


Sementara itu Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Sikur, Muh Gufran menerangkan, setelah ini pihaknya bakal melakukan verifikasi terhadap berkas tersebut. 


"Dia (H Mahsun), merupakan pendaftar pertama," kata Muh Gufran. 


Dia menerangkan, bagi mereka yang ingin mendaftar sebagai calon kepala desa harus memenuhi setidak 10 persen dari juml daftar pemilih sementara (DPS).


Di Desa Sikur, kata dia, dari data yang diturunkan oleh panitia kabupaten berjumlah 4421 pemilih. Maka, syarat dukungan yang harus terpenuhi sebanyak 421 dibuktikan dengan KTP Elektronik. 


Dia mengatakan, pendaftaran bakal dibuka sampai tanggal 27 Oktober 2026. Pendaftaran bisa diperpanjang ketika hanya satu calon yang mendaftar. 


"Jadi baru satu orang ini, belum kita lihat berapa yang akan masuk sebagai pendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa Sikur tahun 2027–2035. Dari tanggal kemarin, 15 Oktober sampai dengan 27 Oktober,” jelas Gufran. (kin)

Gubernur NTB tawarkan konsep quality tourism ke pasar UEA dan kawasan Teluk

 
Gubernur NTB tawarkan konsep quality tourism ke pasar UEA dan kawasan Teluk

OPSINTB.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menawarkan konsep pariwisata berkualitas (quality tourism) kepada pasar Uni Emirat Arab (UEA) dan kawasan Teluk. Strategi ini mengutamakan pengalaman wisata yang berkesan, lama tinggal wisatawan, serta nilai ekonomi yang lebih besar bagi daerah. Tawaran tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat menerima delegasi media massa, pemengaruh (influencer), dan agen perjalanan terkemuka dari UEA di Mataram, Kamis (15/10/2026), dalam suasana santai dan penuh keakraban.


Pertemuan tersebut merupakan bagian dari familiarization trip (fam trip) promosi pariwisata Indonesia yang diinisiasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi NTB untuk memperkenalkan potensi Lombok dan Sumbawa secara langsung kepada pelaku industri perjalanan dan media yang memiliki jangkauan di pasar kawasan Teluk.


Dalam pertemuan itu, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa arah pengembangan pariwisata NTB tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan. Daerah ini ingin menarik wisatawan yang datang untuk menikmati pengalaman lebih mendalam, tinggal lebih lama, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui pengeluaran selama berwisata.


“Bali memang sangat sukses dengan mass tourism, namun NTB memilih fokus pada pariwisata berkualitas. Kami menyasar wisatawan keluarga yang mencari pengalaman berkesan, tinggal lebih lama, dan membelanjakan lebih banyak. Oleh karena itu, pasar dari negara-negara Teluk menjadi salah satu prioritas utama kami,” ujar Miq Iqbal.


Menurutnya, Lombok dan Sumbawa memiliki keragaman daya tarik yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan dengan beragam minat. Selain pantai dan wisata bahari, NTB menawarkan lanskap perbukitan, udara sejuk, panorama pegunungan, serta kekayaan budaya yang dapat dirangkai menjadi pengalaman perjalanan yango lebih beragam.


Gubernur menggambarkan keindahan Lombok sebagai serpihan surga yang jatuh ke bumi. Ia juga menjelaskan bahwa wisatawan dapat menikmati perubahan lanskap dari pesisir menuju kawasan perbukitan di sekitar Gunung Rinjani dalam perjalanan sekitar satu setengah jam. Keragaman ini, menurutnya, menjadi salah satu keunggulan NTB untuk menarik wisatawan yang menginginkan suasana alam, kenyamanan, dan pengalaman berbeda dalam satu perjalanan.


Namun, keindahan destinasi perlu didukung akses yang memudahkan wisatawan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Karena itu, Pemprov NTB tengah menyiapkan pengembangan konektivitas udara berbasis perairan melalui pesawat amfibi (seaplane), yang direncanakan melayani sejumlah destinasi unggulan.


“Insyaallah pada akhir tahun ini kita akan mulai mengoperasikan penerbangan seaplane sipil reguler pertama di Indonesia yang mendarat langsung di atas air. Kami sedang membangun dermaga-dermaga pendaratan di berbagai titik, seperti Gili Trawangan dan Pulau Moyo, sehingga wisatawan dari bandara bisa langsung terbang menuju pulau tujuan,” ungkapnya.


Selain aksesibilitas, kenyamanan wisatawan Muslim menjadi salah satu aspek yang ditawarkan NTB kepada pasar Teluk. Mayoritas penduduk NTB beragama Islam, dengan tradisi keramahan dan kekayaan kuliner lokal yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata. Gubernur menekankan bahwa pelayanan yang hangat dan penghormatan terhadap kebutuhan pengunjung sama pentingnya dengan keindahan alam.


Di luar pariwisata, Gubernur turut memaparkan peluang investasi energi baru terbarukan (EBT), termasuk pengembangan panel surya terapung di sejumlah bendungan serta potensi kerja sama regional antara NTB, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).


Menurutnya, kolaborasi antardaerah dapat memperkuat promosi pariwisata sekaligus mendukung pengembangan destinasi yang lebih ramah lingkungan. NTB juga melihat potensi energi surya sebagai salah satu modal untuk mendorong pemanfaatan energi bersih bagi kebutuhan pembangunan dan kawasan wisata.


“Sekarang bukan lagi zamannya bersaing, melainkan berkolaborasi. Bali, NTB, dan NTT telah berkomitmen mengintegrasikan promosi pariwisata. Bahkan NTB yang memiliki tingkat radiasi sinar matahari tertinggi siap menyuplai energi terbarukan ke Bali melalui kabel bawah laut guna mendukung kawasan green tourism,” ujarnya.


Delegasi UEA menyambut positif paparan mengenai potensi alam, keramahan masyarakat, dan peluang pengembangan pariwisata NTB. Salah satu perwakilan delegasi menilai keindahan alam dan pengalaman autentik yang ditawarkan Lombok memiliki daya tarik bagi wisatawan yang mencari destinasi dengan privasi, kenyamanan, dan kepedulian terhadap lingkungan.


Bagi NTB, kunjungan tersebut diharapkan membuka peluang promosi yang lebih luas sekaligus membangun jejaring dengan media dan pelaku industri perjalanan di kawasan Teluk. Pengenalan destinasi melalui fam trip perlu ditindaklanjuti dengan penguatan akses, kualitas layanan, kesiapan pelaku usaha, dan kemudahan wisatawan dalam merencanakan perjalanan.


NTB ingin mengubah daya tarik alam menjadi pengalaman wisata bernilai tinggi, dan pengalaman itu menjadi manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat. Dengan membidik pasar Teluk, memperkuat konektivitas, serta membuka peluang investasi berkelanjutan, NTB berupaya membangun pariwisata yang tidak hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga memperkuat usaha lokal dan memberi nilai tambah bagi Lombok dan Sumbawa. (red)

15/10/26

Job Fair Masmirah 2026: 1.282 lowongan kerja dibuka

 
Job Fair Masmirah 2026: 1.282 lowongan kerja dibuka

OPSINTB.com - Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Lalu Pathul Bahri berharap Job Fair Masmirah 2026 dapat menampung 1.282 kuota kerja. Hal itu untuk mengurangi jumlah pengangguran di daerah ini, yang persentasenya saat ini 33,5 persen, dengan angka absolut 22 ribu orang.


''Peminatnya cukup besar, dan diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran di Loteng,'' ucap Pathul Bahri, Kamis (15/10/2026).


Job Fair Masmirah 2026 digelar selama tiga hari. Dari 14-16 Oktober 2026. Pemda telah mengundang 57 perusahaan untuk membuka booth di Bencingah Agung Komplek Kantor Bupati Loteng sebagai lokasi job fair ini.


''Job fair ke depan menjadi barometer untuk menghimpun perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja agar masyarakat tidak lelah mencari kerja, dan bisa di satu tempat,'' Pathul menambahkan.


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Loteng, H Abdul Qodir, menyebut job fair menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.


Ia mengatakan, berdasarkan infografik Job Fair Masmirah 2026, sektor perhotelan dan pariwisata mendominasi peserta dengan 24 entri.


''Sektor keuangan, perdagangan, alih daya mencatat 6 entri, perdagangan dan otomotif mencatatat 5 entri, disusul sektor jasa dan layanan telekomunikasi,'' terang Qodir.


''Komposisi tersebut menunjukkan beragamnya peluang pekerjaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik lulusan baru maupun yang berpengalaman.''


Muhammad Nasar, peserta job fair dari Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, menyebut sangat antusias mengikuti job fair ini. 


Ia tertarik mengikuti job fair ini karena ingin bekerja di dunia perhotelan.


''Rasanya sangat luar biasa. Dan lowongan kerjanya sangat banyak sekali,'' ucap Nasar.


Selama mengikuti job fair hari pertama ini, ia telah mengunjungi tiga booth perhotelan. Tak ingin sebatas sebagai peserta saja, Nasar sebelumnya telah mempersiapkan diri dengan mengikuti pelatihan di BLK Loteng untuk memantapkan persiapannya mengikuti job fair.


''Belum pernah ikut sebelumnya. Baru mau memulai di dunia perhotelan,'' kata Nasar. (wan)

13/10/26

Gubernur NTB tekankan soliditas KONI, Mohan Roliskana terpilih

 
Gubernur NTB tekankan soliditas KONI, Mohan Roliskana terpilih

OPSINTB.com - Gubernur NTB, H Lalu Muhamad Iqbal menegaskan soliditas dan kebersamaan seluruh insan olahraga menjadi kunci menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan digelar bersama NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia meminta seluruh elemen olahraga mengesampingkan perbedaan dan memusatkan perhatian pada persiapan penyelenggaraan serta peningkatan prestasi atlet.


Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) KONI NTB 2026 di Mataram, Selasa (13/10/26). Menurutnya, musyawarah ini bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum konsolidasi untuk memperkuat kesiapan olahraga NTB menghadapi agenda nasional tersebut.


“Kita tidak punya waktu lagi untuk menunda-nunda. Kita harus segera mempersiapkan diri, segera fokus ke penyelenggaraan PON 2028. Apa yang kita lakukan hari ini adalah komitmen kecil yang akan menumbuhkan nanti kesuksesan PON 2028,” tegas Iqbal.


Ia mengatakan, kesempatan menjadi tuan rumah PON merupakan momentum bersejarah bagi NTB dan NTT. Karena itu, keberhasilan harus dipersiapkan melalui kerja bersama, koordinasi yang kuat, dan pembinaan atlet yang berkelanjutan. Kesuksesan PON, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh kelancaran penyelenggaraan, tetapi juga oleh prestasi yang mampu diraih atlet.


Gubernur juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam Musprovlub merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh mengalahkan kepentingan yang lebih besar, yakni kemajuan olahraga daerah dan kesiapan NTB menjadi tuan rumah PON 2028.


Untuk menggambarkan pentingnya kebersamaan, Iqbal mengangkat kisah Putri Mandalika yang mengajarkan nilai kepentingan bersama. Ia berharap proses pemilihan kepemimpinan KONI NTB menghasilkan keputusan terbaik dan menjadi awal penguatan organisasi.


“Kesuksesan satu orang adalah kesuksesan yang lainnya. Kesuksesan satu orang adalah kesuksesan kita bersama-sama,” ujarnya.


Dalam Musprovlub tersebut, H. Mohan Roliskana terpilih sebagai Ketua Umum KONI NTB periode 2026–2030. Wali Kota Mataram itu memperoleh 45 suara, mengungguli petahana Mori Hanafi yang meraih 29 suara. Dua pemilik suara menyatakan abstain dari total 76 suara yang diperebutkan.


Pemilihan berlangsung dinamis sejak pembahasan mekanisme pemungutan suara. Kubu Mori Hanafi menghendaki sistem tertutup, sedangkan kubu Mohan mengusulkan sistem terbuka. Dalam pemungutan suara untuk menentukan mekanisme, 43 suara memilih sistem terbuka dan 30 suara menghendaki sistem tertutup. Hasil tersebut menetapkan pemilihan ketua dilakukan secara terbuka.


Pimpinan sidang Musprovlub, Baiq Isvie Rupaers, kemudian membacakan hasil pemilihan yang menetapkan Mohan sebagai ketua umum terpilih.


“Dengan hasil ini, Saudara Dr. H. Mohan Roliskana terpilih sebagai Ketua KONI NTB dengan perolehan 45 suara,” kata Baiq Isvie.


Mohan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengakui dinamika pemilihan cukup menyita waktu dan menegaskan bahwa memajukan olahraga NTB membutuhkan dukungan banyak pihak.


“Saya butuh bantuan dari banyak pihak untuk membangun olahraga di NTB. Terima kasih kepada Pak Mori Hanafi, sahabat saya, atas wejangan-nya,” kata Mohan saat menyampaikan visi dan misi.


Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, mengapresiasi kerja pengurus KONI NTB periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Mori Hanafi, terutama dalam membangun koordinasi dengan KONI Pusat terkait persiapan PON 2028. Ia berharap Musprovlub menghasilkan kepemimpinan yang mendapat kepercayaan masyarakat olahraga dan mampu menjaga keberlanjutan persiapan daerah.


Sementara itu, Caretaker Ketua KONI NTB, Josef Adreanus Nae Soi, mengajak seluruh peserta menjaga persatuan dan marwah daerah. Menurutnya, perbedaan pendapat harus disikapi secara dewasa, dengan tetap menghormati pilihan masing-masing dan menjaga hubungan baik antarpengurus olahraga.


Menutup pesannya, Gubernur Iqbal kembali menekankan bahwa kepentingan bersama harus menjadi landasan seluruh insan olahraga NTB setelah proses pemilihan selesai. Ia berharap kepemimpinan baru KONI NTB mampu merangkul seluruh elemen olahraga, memperkuat konsolidasi, dan memastikan persiapan penyelenggaraan berjalan seiring dengan pembinaan prestasi atlet.


“Di tengah perbedaan-perbedaan itu, satu yang mempertemukan kita adalah semangat untuk menyukseskan PON 2028. Dan semangat untuk menunjukkan bahwa NTB pantas bersama NTT menjadi tuan rumah PON 2028,” ungkapnya. (red)

Dokumentasi rapat kerap bermasalah, Diskominfo Lombok Timur kembangkan aplikasi SIDARA

 
Dokumentasi rapat kerap bermasalah, Diskominfo Lombok Timur kembangkan aplikasi SIDARA

OPSINTB.com - Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Lombok Timur mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Kehadiran dan Administrasi Rapat (SIDARA) untuk mendukung digitalisasi kegiatan rapat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah administrasi rapat, mulai dari pendaftaran peserta secara daring, pencatatan notulensi, hingga pencetakan sertifikat peserta kegiatan.


Kepala Diskominfo Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Fauzan, mengatakan pengembangan aplikasi tersebut dilatarbelakangi oleh masih seringnya ditemukan kendala dalam dokumentasi kegiatan rapat, terutama terkait ketersediaan berita acara dan notulensi.


"Biasanya, kadang-kadang kita sering rapat, tetapi berita acara atau notulensinya tidak ada. Karena itu, kita kembangkan aplikasi ini agar kegiatan rapat memiliki rekam jejak secara digital dan datanya tidak hilang," uacap Fauzan kepada opsintbcom, Selasa (13/10/2026).


Melalui aplikasi Sidara katanya, peserta rapat dapat melakukan pendaftaran secara daring. Selain itu, aplikasi tersebut memungkinkan peserta mencetak sertifikat secara mandiri apabila kegiatan yang diselenggarakan berbentuk seminar, pelatihan, atau kegiatan sejenis yang menyediakan sertifikat.


Dengan sistem digital tersebut, setiap kegiatan di lingkungan pemerintah daerah diharapkan terdokumentasi dengan lebih baik, sehingga data peserta, pelaksanaan kegiatan, dan hasil rapat dapat tersimpan serta ditelusuri kembali ketika dibutuhkan.


Fauzan menjelaskan, aplikasi Sidara telah memasuki tahap uji coba dan pertama kali digunakan dalam kegiatan beberapa hari di Pendopo Bupati Lombok Timur. 


"Penerapannya masih kita akan perluas secara bertahap ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemda,"katanya


Diskominfo Lombok Timur berencana mengadakan pelatihan bagi operator di masing-masing OPD agar aplikasi tersebut dapat digunakan secara optimal.


"Untuk sementara, aplikasi ini diperuntukkan bagi pemerintah daerah, khususnya untuk melayani kebutuhan OPD. Kami akan melakukan pelatihan bagi operator supaya nantinya semua OPD bisa menggunakannya," jelasnya


Dengan pengembangan aplikasi Sidara pihaknya berharap tata kelola administrasi pemerintahan semakin tertib, dokumentasi kegiatan lebih terjamin, dan keamanan data publik dapat terus ditingkatkan.


Selain pengembangan aplikasi Sidara, Diskominfo Lombok Timur juga terus memperkuat keamanan siber dan perlindungan data pemerintah daerah melalui integrasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).


Menurut Fauzan, integrasi tersebut bertujuan mempercepat penyampaian informasi apabila terdeteksi adanya potensi serangan siber yang dapat mengancam keamanan data dan sistem informasi milik pemerintah daerah.


Ia mencontohkan, serangan terhadap sistem informasi pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berpotensi mengganggu pencatatan pembayaran pajak masyarakat. Sementara itu, gangguan terhadap data kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dapat berdampak pada pelayanan administrasi kependudukan.


"Bayangkan kalau data pembayaran pajak diretas. Kita bisa kesulitan mengetahui siapa yang sudah membayar dan siapa yang belum. Begitu juga jika data kependudukan diretas, tentu pelayanan bisa terganggu. Karena itu, keamanan data ini harus kita jaga," ungkapnya.


Ia berharap integrasi keamanan siber dengan BSSN dapat meningkatkan perlindungan terhadap data pemerintah daerah sekaligus membantu petugas memperoleh informasi lebih cepat apabila terdapat indikasi serangan siber. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama