OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

05/08/26

Sembalun Bumbung dan Lawang jadi lokasi panen raya bawang putih

 
Sembalun Bumbung dan Lawang jadi lokasi panen raya bawang putih

OPSINTB.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dijadwalkan bakal menghadiri panen bawang merah di Sembalun, Lombok Timur. Dinas Pertanian sebagai leding sektor pemerintah pun mengaku sudah siap. 


Kepala Dinas Pertanian Labupaten Lombok Timur, Lalu Kasturi mengatakan, pihaknya memang telah memaksimalkan persiapan, sudah melakukan koordinasi dengan Kapolres Lotim dan Polda NTB. 


‎"Memang pak Kapolri rencana berkunjung dalam rangka melakukan panen raya dan memberikan bantuan gudang kepada pemerintah kabupaten Lombok Timur," ucap Lalu Kasturi, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026). 

‎Dia membeberkan, persiapan lainnya yang telah dilakukan yaitu memastikan jumlah penanaman pada lahan seluas 447 hektar pada tahun 2026 dalam kondisi siap panen.

‎Secara kedinasan dan pemerintah Kabupaten Lombok Timur, pihaknya menyambut baik kedatangan Kapolri dan Komisi IV DPR RI, Titik Soeharto.

‎"Kalau kita presentasikan persiapan kita sudah mencapai 25 persen dan taman-teman kepolisian juga sudah bergerak," jelasnya.

‎Kasturi menyampaikan, pihaknya telah menentukan dua lokasi panen raya bawang putih di kecamatan Sembalun yaitu Sembalun Bumbung dan Lawang.

‎Menurutnya, kedua titik panen tersebut merupakan lokasi yang representatif setelah dilakukan peninjauan, baik akses jalan hingga tempat parkir.

‎Dari luas lahan 447 hektar tersebut dapat menghasilkan ribuan ton bawang putih dengan akumulasi 16 ton perhektar.

‎Kunjungn bapak Kapolri, imbuhnya, langkah ini mengawal swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subinato. Untuk mencapai swasembada pangan bawang putih pada tahun 2029.


Disamping itu, ia mengaku masih kekurangan fasilitas berupa gudang untuk menampung produksi bawang putih tersebut. 

‎"Target ini tentu kita akan kawal dari semua jajaran hingga ke tingkat kecamatan," pungkasnya. (kin)

04/08/26

PUPR NTB bantah tuduhan proyek Dam Mpiri Jago di Kabupaten Bima

 
PUPR NTB bantah tuduhan proyek Dam Mpiri Jago di Kabupaten Bima

OPSINTB.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membantah besaran anggaran Rp 1 miliar untuk pembangunan proyek Dam Mpiri Jago di Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.


Informasi ini pertamakali beredar, melalui siaran video akun facebook Jager Donggo Ger.


Akun tersebut menarasikan bahwa penampakan pipa proyek Dam Mpiri Jago. Menurutnya, pekerjaan itu hanya sebatas selesai yang penting dapat untung tidak memikirkan asas manfaatnya. 


"Anggaran Rp 1 miliar lebih untuk pembangunan Dam Mpiri Jago, Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Kami masyarakat Desa Sampungu, mendesak pihak PUPR Provinsi agar menyelesaikan pekerjaan tersebut," tulis akun itu.


Terkait hal itu, Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengklarifikasi hal tersebut. Dia menerangkan, setelah dilakukan kroscek proyek tersebut dikerjakan oleh PU Kabupaten Bima tahun 2025 dengan pagu Rp 197.000.000.


"Dengan adanya pemberitaan ini bahwa narasi yang tertulis dalam flyer ini adalah hoax," tegasnya. (kin)

Polisi dalami dugaan kekerasan seksual anak 5 tahun di Keruak

 
Polisi dalami dugaan kekerasan seksual anak 5 tahun di Keruak

OPSINTB.com - Aparat kepolisian Lombok Timur masih terus melakukan penyelidikan prihal dugaan kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 5 tahun di Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Polisi meminta masyarakat tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya karena berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat.


Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha mengatakan bahwa hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Sejumlah orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap pelaku yang sebenarnya.


"Kami masih melakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap beberapa terduga. Kami terus berupaya mendapatkan pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur tersebut," ucap AKBP Gagah, kepada wartawan Selasa (4/8/2026).


Dikatakannya, hingga saat ini pihaknya  masih memeriksa keterengan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti. Lantaran itu, dia meminta untuk menunggu meski banyak informasi yang beredar tentang jumlah terduga pelaku. 


Terlebih, kata dia, saksi yang mengetahui kejadian hanya korban dan seorang teman korban yang sama-sama masih anak-anak, sehingga keterangannya masih berubah-ubah. 


"Sementara ini kami masih mendalami dua orang terduga. Kami tidak bisa asal menuduh karena belum ada kepastian maupun alat bukti yang cukup," jelasnya.


Untuk memperkuat penyelidikan, polisi telah berkoordinasi dengan kepala desa, kepala dusun, serta berupaya mencari saksi-saksi lain yang mungkin mengetahui peristiwa tersebut.


Polisi juga mengakui penyelidikan mengalami kendala karena lokasi kejadian tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV) dan minim saksi. Saat ini penyidik masih mengandalkan hasil visum sebagai salah satu alat bukti utama.


Karena itu, masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas maupun keberadaan pelaku diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian, bukan menyebarkannya melalui media sosial.


"Kami sangat membuka pintu bagi masyarakat yang memiliki informasi. Jika mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan pelaku, segera sampaikan kepada kami agar dapat segera ditindaklanjuti," katanya.


Kasus tersebut menjadi perhatian serius kepolisian mengingat korbannya merupakan anak di bawah umur. Polisi juga mengimbau seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain maupun beraktivitas di luar rumah.


Orang tua diminta mengingatkan anak agar tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal, termasuk jika diberi iming-iming uang, makanan, atau hadiah yang dapat membahayakan keselamatan mereka.


"Kami mengajak seluruh masyarakat dan orang tua untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita. Jangan sampai ada lagi anak yang menjadi korban kejadian serupa," tutupnya. (zaa)

03/08/26

Warga Darul Hijrah menuntut pengalihan arus pengangkutan material galian

 
Warga Darul Hijrah menuntut pengalihan arus pengakutan material galian

OPSINTB.com - Sejumlah warga Dusun Darul Hijrah, Desa Anjani, Kecamatab Suralaga, datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur. Mereka bukan menolak keberadaan galian, namnun untuk mendesak pemerintah agar mengalihkan arus pengangkut material hasil galian. 


Kepala Wialayah Dusun Darul Hijrah Desa Anjani, H Moh Jeisy mengatakan, warga bukan menolak galian, melainkan meminta pemerintah agar mengalihkan arus pengangkutan material hasil aktivitas tambanMenurutnya menuju dusun Gapuk Daya, Desa Anjani. 


"Jalan sampai ke lokasi galian sekitar 1,5 kilo," terang H Moh Jeisy kepada awak, Senin (3/8/2026). 


Menurutnya, dari lokasi galian menuju Gapuk Daya sekitar 500 meter mengarah ke jalan besar, tepatnya arus ke arah Pringgasela. 


Dikatakannya, arus yang saat ini dilewati merupakan jalan ramai, lain hal dengan jalur Gapuk Daya yang cenderung lebih sepi. Terlebih lagi, sebutnya, kondisi jalan itu yang saat ini mengalami rusak parah. 


Jeisy mengaku sudah berkomunikasi dengan Kepala Wilayah Gapuk Daya prihal pengalihan arus tersebut. Kendati dia mengakui ada sebagian masyarakat yang bakal komplain akan hal itu. 


Warga setempat juga menuntut itu, lantaran salah satu tambang di wilayah itu melewati jalur Gapuk Daya, saat membawa material hasil galian. 


"Kami tidak menolak tambang, tapi pengalihan jalan aja," tegasnya.


Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Safwan menerangkan, jalur tersebut merupakan masuk dalam jalan kabupaten kelas 3. Berat muatannya mencapai 8 ton. Artinya, jalan itu boleh dilalui oleh dum truk. Sebab merupakan berstatus jalan kabupaten. 


Kendati demikian, terangnya, harus memenuhi beberapa kewajiban salah satunya penutup material saat diangkut. 


"Mudah-mudahan bisa dilakukan pengalihan arus," harapnya. 


Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Timur, Nurhasanah mengatakan, persoalan pengalihan arus di Darul Hijrah sudah diperjuangkan warga setempat berjalan empat tahun terakhir. Lantaran itu pihaknya sudah merekomendasi agar OPD terkait dengan Pol PP untuk meninjau langsung lokasi tersebut. 


"Harus ada peralihan, karena kalau kita lihat jalan itu sudah tidak layak," kata Nurhasanah. 


Politisi partai NasDem ini menegaskan, jika warga setempat dan pihak tambang tidak menemukan kesepakatan, maka pihaknya meminta agar aktivitas tambang itu distop untuk sementara. 


"Stop dulu aktivitas pertamabangan sebelum ada solusi," terangnya. 


Sementara itu, Kasat Pol PP Kabupaten Lombok Timur, Salmun Rahman, saat berlangsungnya dialog mengatakan persoalan ini masih menjadi persoalan. Mulai dari aktivitas galian, distribusi hingga penarikan pajak. 


Dalam forum itu dirinya menegaskan sebagai solusi pengawal Perda, pihaknya siap untuk backup. 


"Kami siap backup, apalgi melebih tonase," tegas Salmun. (kin)

SMAN 1 Terara, sekolahnya para juara: Menorehkan prestasi, mengukir masa depan

 
SMAN 1 Terara, sekolahnya para juara: Menorehkan prestasi, mengukir masa depan

OPSINTB.com - Julukan sebagai sekolah para juara, nampaknya bukan hanya selogan bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Terara. Pasalnya sejak lahir tempat ini sebagai pencentak generasi berprestasi. 


Julukan itu lahir dari deretan prestasi yang terus mengalir dari tahun ke tahun. Tak heran bagi masyarakat Lombok Timur, sekolah ini menjadi rumah bagi para juara.


Buktinya, pemerintah pernah memberikan penghargaan BOS Kinerja, sebuah pengakuan atas tata kelola pendidikan yang berkualitas dan berprestasi.


Di bawah kepemimpinan Kepala SMAN 1 Terara, Halid S. Pd, bersama dedikasi para guru yang tak kenal lelah, sekolah ini berhasil membangun budaya kompetisi yang sehat. Setiap siswa didorong untuk berani bermimpi, berani mencoba, dan percaya bahwa mereka mampu berdiri di podium kemenangan.


Motivasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di sekolah. Guru-guru tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi penyemangat agar para siswa berani mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun nonakademik. Hasilnya pun berbicara.


Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026, nama SMAN 1 Terara kembali bergema melalui para atlet mudanya.


Erisa Junia Putri sukses mempersembahkan medali emas pada kategori pasangan mix cabang olahraga Bridge, sekaligus medali perak pada kategori beregu mix.


Di cabang Wushu, Baiq Aura Oktaviana Lestari mengharumkan nama sekolah dengan meraih medali perak pada nomor Jianshu Putri.


Aufa Cahya Isti Falestra mempersembahkan medali perunggu dari cabang Aerobic Gymnastic.


Sementara Dinda Puji Lestari menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan membawa pulang dua medali perak dan satu medali perunggu pada cabang Hockey Outdoor.


Prestasi juga datang dari lapangan futsal. Baiq Cinta Ramadani menyumbangkan medali perak untuk futsal putri, sedangkan Ahmad Alpian meraih medali perak pada futsal putra.


Tak kalah membanggakan, Sigit Harianto berhasil berdiri di podium tertinggi dengan mempersembahkan medali emas dari cabang sepak bola.


Tidak berhenti di arena olahraga, di tingkat Kabupaten Lombok Timur, Asya Avara, siswi kelas X-2, berhasil menjadi Juara I Seleksi Duta Muda Kesehatan dan BPJS RI Tahun 2026.


Dalam dunia sastra, Baiq Elva Julia Erwina menunjukkan bahwa pena juga mampu mengharumkan nama sekolah. Ia berhasil meraih Juara II Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi NTB 2026 pada cabang menulis cerpen jenjang SMA/MA/SMK.


Sementara itu, Baiq Ativa Nabila sukses meraih Juara I pada kejuaraan bola voli tingkat SMA/SMK dan umum dalam ajang SMAVOC SMAN 8 Mataram.


Prestasi lain juga hadir dari Indah Gerhana siswi kelas XII bidang PMR melalui Lomba Jurnalis PMR pada ajang PMR Wira Lokafarma se-NTB.


Rentetan capaian tersebut menjadi bukti bahwa prestasi di SMAN 1 Terara tidak lahir secara kebetulan. Di balik setiap medali dan piala, ada latihan panjang, pengorbanan, serta dukungan penuh dari sekolah.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Lalu Muhammad Thoyib, mengatakan bahwa sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa yang telah mengharumkan nama Lombok Timur di Porprov NTB 2026, baik yang berhasil meraih medali maupun yang belum.


Menurutnya, sekolah tengah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk memberikan penghargaan sekaligus pembinaan berkelanjutan kepada para atlet muda tersebut.


"Yang terpenting bukan hanya medali yang mereka bawa pulang, tetapi bagaimana sekolah mampu memfasilitasi mereka agar terus berkembang. Kami ingin prestasi olahraga berjalan beriringan dengan prestasi akademik," ucapnya saat diwawancara opsintb.com Senin, (3/8/2026)


Ia mengakui, sekolah selalu membuka ruang bagi siswa yang harus menjalani pemusatan latihan maupun mengikuti kejuaraan. Melalui komunikasi dengan para guru, siswa tetap mendapatkan kesempatan belajar sehingga tidak tertinggal pelajaran.


Bagi SMAN 1 Terara, prestasi tidak boleh mengorbankan pendidikan. Sebaliknya, keduanya harus berjalan berdampingan.


"Kami ingin anak-anak sukses di lapangan sekaligus sukses di ruang kelas," katanya.


Dari sisi sarana, SMAN 1 Terara dinilai telah memenuhi standar pendidikan dengan raihan akreditasi unggul. Meski demikian, sekolah masih berharap adanya pengembangan fasilitas untuk beberapa cabang olahraga yang membutuhkan arena khusus seperti atletik.


Sekolah berkomitmen menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet yang nantinya dapat dibina lebih lanjut di tingkat kabupaten hingga nasional.


Kata dia, dibalik setiap seragam putih abu-abu yang dikenakan para siswa, tersimpan mimpi besar untuk membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi.


"SMAN 1 Terara membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai rapor, tetapi juga tempat menempa karakter, disiplin, dan mental juara," ujarnya. (zaa)

Dukung program Desa Berdaya NTB, Bank NTB Syariah salurkan bantuan budidaya ayam petelur untuk masyarakat Desa Lendang Nangka Utara

 
Dukung program Desa Berdaya NTB, Bank NTB Syariah salurkan bantuan budidaya ayam petelur untuk masyarakat Desa Lendang Nangka Utara

OPSINTB.com - Sebagai wujud komitmen nyata dalam mendorong percepatan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, Bank NTB Syariah turut berpartisipasi aktif mendukung Program Desa Berdaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi NTB.


Dalam keterlibatannya, Bank NTB Syariah menyerahkan Bantuan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Budidaya Ayam Petelur kepada 20 orang penerima manfaat di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi warga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.


Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Timur yang diwakili oleh Sekda masing-masing, pimpinan OJK Pusat dan Provinsi NTB, kepala dinas terkait, mitra lembaga keuangan lokal dan internasional (Astra Financial, PT SMF, WWB, ILO), serta jajaran Pemerintah Desa dan warga setempat.


Program ini menjadi bagian dari sinergi strategis antara OJK, Pemerintah Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal di tingkat desa.


Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa keikutsertaan Bank NTB Syariah dalam program ini merupakan manifestasi dari fungsi sosial dan bisnis bank syariah untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat NTB.


"Bank NTB Syariah berkomitmen penuh untuk senantiasa hadir dan berkontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui keterlibatan aktif pada Program Desa Berdaya bersama OJK dan Pemprov NTB. Penyaluran bantuan budidaya ayam petelur bagi 20 penerima manfaat di Desa Lendang Nangka Utara ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi produktif yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, membuka lapangan usaha mandiri, serta mewujudkan kemandirian ekonomi desa berbasis prinsip syariah," ujar Adhi Susantio.


Lebih lanjut, Adhi Susantio menambahkan bahwa sektor usaha mikro dan peternakan rakyat memiliki potensi besar jika dikelola secara terstruktur dan berkelanjutan. Melalui bantuan sarana budidaya ayam petelur ini, para penerima manfaat diharapkan dapat mengelola usahanya secara optimal sehingga hasilnya mampu menopang kebutuhan keluarga sekaligus menggerakkan roda perekonomian di Desa Lendang Nangka Utara.


Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus memperluas jangkauan program-program pemberdayaan dan pendampingan keuangan inklusif, guna memastikan akselerasi kesejahteraan masyarakat NTB dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok desa. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama