OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

23/08/26

Warga Desa Adat Sade terdampak kebakaran akan diungsikan ke rusus dan gedung KDMP

 
Warga Desa Adat Sade terdampak kebakaran akan diungsikan ke rusus dan gedung KDMP

OPSINTB.com - Masjid Nur Syahada Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) menjadi saksi bisu keganasan api yang melahap seluruh rumah Desa Adat Sade pada Sabtu malam (22/8/2026) pukul 22.05 WITA.


Tidak ada lagi yang tersisa. Tumpukan Al-Qur'an didekat mimbar hanya tinggal abu. Meski samar-samar beberapa huruf masih terlihat. Pun dengan tiang-tiang penyangga, saat opsintb.com datang, asap dan bara api membuat tak betah berlama-lama.


''Belum setahun direhab Pak. Bulan Januari 2026 lalu selesai rehab,'' kata Dimas, warga sekitar lokasi.


Masjid Nur Syahada adalah masjid utama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar desa adat. Masjid yang terletak di posisi timur desa adat ini juga sering dikunjungi wisatawan. 


Di sudut lain, galeri, art shop, dan Museum Sade juga tak bersisa. Di museum ini, hasil tenun karya penenun desa adat disimpan. 


''Kain sesek dan pernak-pernik di museum dan galeri habis terbakar,'' ujar Amaq Emi.


Sementara, dari hasil rapat tindak lanjut kebakaran yang digelar Minggu pagi (23/8) di kantor desa setempat, Pemda Loteng telah memetakan titik pengungsian sementara warga terdampak.


''Nanti kita manfaatkan rumah khusus (rusus) di selatan kantor desa dan gedung KDMP yang belum beroperasi,'' kata Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri.


Pathul menyebut, korban terdampak kebakaran berjumlah 120 kepala keluarga, yang terdiri atas 320 jiwa. 


''Ada 120 rumah yang terlalap habis, termasuk masjid, dan museumnya,'' ungkapnya.


Api melahap habis seluruh rumah di Desa Adat Sade, Sabtu malam. Menurut Rembun, warga setempat, titik api mulai muncul dari rumahnya yang berada di tengah-tengah permukiman.


''Waktu itu saya sedang ngecas HP, lalu saya tinggal tidur sebentar. Tau-taunya api sudah menyala di atap rumah saya,'' tuturnya.


Posisi rumah yang berdesakan dan atap rumah yang terbuat dari alang-alang serta berpagarkan bambu menyebabkan api dengan cepat melahap rumah.


''Tidak sampai 30 menit semua rumah sudah habis terbakar,'' ungkap Rembun.


Untuk sementara, ia dan warga desa adat lain mengungsi ke rumah sanak saudara, dan sebagiannya mendirikan tenda-tenda di persawahan dekat rumah adat.


''Kalau pakaian hanya tinggal yang melekat di badan saja yang tersisa,'' tutup Rembun. (iwn)

Pimpinan DPR tinjau lokasi kebakaran Desa Adat Sade, serahkan bantuan dan siapkan revitalisasi

 
Pimpinan DPR tinjau lokasi kebakaran Desa Adat Sade, serahkan bantuan dan siapkan revitalisasi

OPSINTB.com - Kebakaran besar melanda Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (22/8/2026) malam. 


Sedikitnya 120 bangunan yang sebagian besar berbahan kayu, bambu, bedek, dan beratap ilalang hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa, namun warga masih mengais puing-puing sisa rumah mereka hingga Minggu (23/8/2026).


Begitu menerima kabar kebakaran, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati langsung menuju lokasi kejadian. 


Setibanya di Desa Adat Sade, Sari meninjau area terdampak, berdialog dengan warga, dan melihat langsung proses pembersihan material sisa kebakaran.


Dalam kunjungannya, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyerahkan bantuan uang tunai Rp 200 juta serta 100 paket sembako kepada warga terdampak.


 Ia juga memastikan bahwa bantuan lanjutan akan diberikan melalui program pemerintah pusat.


“Saya sudah berkoordinasi agar revitalisasi pembangunan di Desa Adat Sade dapat segera dilakukan. Ini bukan sekadar musibah bagi satu desa, tetapi duka bagi kita semua,” ujar Sari.


 Ia menegaskan bahwa pemulihan kawasan adat tersebut akan menjadi perhatian khusus.


Selain menyerahkan bantuan, Sari mengunjungi posko kesehatan untuk memastikan layanan bagi warga terdampak berjalan cepat dan tepat.


Respons Cepat Pemerintah Desa dan Aparat Pemadam


Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, mengapresiasi kehadiran Sari Yuliati yang turun langsung ke lokasi kebakaran.


“Terima kasih kepada Ibu Sari yang turun langsung menyapa warga dan memberikan bantuan uang serta sembako. Kehadiran beliau memberi semangat bagi warga,” ujarnya.


Winakse menjelaskan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. 


Ia berada di lokasi saat api mulai membesar dan segera berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengevakuasi warga.


Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah, Supardan, mengatakan pihaknya mengerahkan petugas dan mobil pemadam ke lokasi. 


Arus lalu lintas di Jalan Raya Sengkol–Mandalika sempat terganggu akibat proses pemadaman.


“Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman,” ujarnya.


Pemadaman Berlanjut Hingga Pagi


Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menyebut pemadaman berlangsung hingga Minggu pagi. 


Petugas gabungan TNI–Polri, pemerintah daerah, dan warga bekerja membersihkan material sisa kebakaran.


“Hingga pagi hari ini petugas masih memadamkan kepulan asap sisa kebakaran. Mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu proses pendinginan,” katanya.


Ridwan menambahkan bahwa penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.


 “Apakah akibat arus pendek listrik atau faktor lain, masih dalam penyelidikan,” ujarnya.


Desa Adat Sade: Ikon Wisata yang Terluka


Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu ikon wisata budaya Lombok. 


Rumah-rumah tradisionalnya yang khas kini sebagian besar tinggal puing. 


Warga berharap pemulihan dapat dilakukan segera agar aktivitas kehidupan dan pariwisata dapat kembali berjalan. (red)

Baru tiba dari NTT, Gubernur NTB langsung turun di tengah kebakaran Sade

 
Baru tiba dari NTT, Gubernur NTB langsung turun di tengah kebakaran Sade

OPSINTB.com - Gubernur NTB, H Lalu Muhamad Iqbal, langsung turun ke lokasi kebakaran besar yang melanda Kampung Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). Baru saja tiba dari Nusa Tenggara Timur setelah empat hari mendampingi misi kemanusiaan bagi korban gempa M7,7, Gubernur Iqbal segera menuju Sade saat api masih berkobar.


Di lokasi kejadian, Gubernur Iqbal berada di tengah petugas pemadam kebakaran, aparat TNI-Polri, dan warga yang masih berjibaku menghadapi kobaran api. Di tengah suasana kepanikan dan duka, ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas pertama dalam penanganan musibah tersebut.


“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ujar Gubernur Iqbal di lokasi kebakaran.


Kebakaran yang melanda kawasan permukiman adat Sade diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari salah satu bangunan, sebelum kemudian dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Struktur bangunan yang didominasi material kayu, bambu, dan atap ilalang membuat kobaran api mudah meluas.


Petugas Damkar dan Penyelamatan Lombok Tengah bersama unsur TNI, Polri, warga, serta bantuan armada dari Pemerintah Provinsi NTB, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur dikerahkan untuk mengendalikan api. Hingga tengah malam, proses pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung.


Di tengah upaya pemadaman, pemerintah segera menyiapkan langkah darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Desa Rambitan telah menyiapkan sementara bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai lokasi pengungsian bagi masyarakat terdampak.


Gubernur Iqbal menegaskan, penanganan warga tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian. Pemerintah harus segera memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk sandang, pangan, serta rasa aman bagi keluarga yang rumahnya terdampak kebakaran.


“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” katanya.


Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak agar kehidupan mereka tidak semakin terganggu akibat musibah tersebut. Gubernur menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak Sade di tengah proses penanganan dan pemulihan pascakebakaran.


“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” tegasnya.


Untuk langkah selanjutnya, Gubernur Iqbal mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan seluruh pihak terkait untuk menyusun langkah penanganan yang cepat dan tepat, termasuk rencana pemulihan serta rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade.


“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujarnya.


Desa Adat Sade bukan sekadar kawasan permukiman. Kampung adat ini merupakan salah satu ruang hidup masyarakat Sasak yang selama puluhan generasi mempertahankan tradisi, bentuk hunian, dan tata kehidupan leluhurnya. Karena itu, kebakaran yang melanda Sade tidak hanya menjadi kehilangan bagi warga yang rumahnya terdampak, tetapi juga duka bagi Nusa Tenggara Barat.


Di tengah kobaran api dan kepanikan malam itu, kehadiran Gubernur Iqbal membawa pesan bahwa penanganan musibah tidak dapat ditunda. Setelah warga berada dalam kondisi aman dan kebutuhan darurat terpenuhi, pemerintah akan bersama-sama membangun kembali kehidupan masyarakat.


Bagi Pemerintah Provinsi NTB, Sade tidak boleh menghadapi malam musibah ini sendirian. Keselamatan warga, pemulihan kehidupan, dan upaya menghidupkan kembali kampung adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Sasak akan menjadi langkah bersama untuk bangkit dari abu kebakaran. (red)

Dugaan awal penyebab kebakaran Desa Adat Sade

 
Dugaan awal penyebab kebakaran Desa Adat Sade

OPSINTB.com - Kebakaran hebat melanda Desa Adat Sade Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah Sabtu malam (21/8/2026). Menurut salah seorang warga, dugaan sementara api disebabkan arus pendek yang mulai muncul dari tengah pemukiman.


''Mulanya kecil, tapi kemudian membesar. Tidak ada korban jiwa, tapi barang-barang habis, kerugian miliaran,'' kata warga tersebut.


Ia menambahkan, kobaran api dengan cepat melahap rumah-rumah warga karena sebagian besar beratapkan ilang dan berdinding pagar bambu. Selain itu, kata warga tersebut, angin yang bertiup kencang dari arah selatan ke utara menyebabkan kobaran api semakin tak terkendali.


''Sebagian besar masyarakat Sade juga pakai tong gas, jadi itu juga banyak yang meledak,'' tambahnya.


Desa Adat Sade diperkirakan mulai didiami dan didirikan perkampungannya oleh masyarakat Suku Sasak sejak tahun 1079 Masehi atau sudah berusia 500 tahun lebih.


Terdapat kurang lebih 400 rumah adat yang berdiri di Dusun Sade. Sebagian besar masyarakat mengandalkan perekonomian dengan menenun dan menjadi pemandu wisata.


Informasi yang dihimpun opsintb.com, api saat ini sudah bisa dijinakkan, tapi Damkar Lombok Tengah masih berjaga di lokasi. (wan)

22/08/26

Kader Posyandu Lombok Timur wakili NTB di kompetisi nasional

 
Kader Posyandu Lombok Timur wakili NTB di kompetisi nasional

OPSINTB.com - Kader Posyandu asal Kabupaten Lombok Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada ajang penilaian kader berprestasi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026, kader asal Lombok Timur berhasil meraih juara dan selanjutnya dipercaya mewakili NTB dalam lomba kader berprestasi tingkat nasional.


Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H Lalu Aries Fahrozi, menyampaikan apresiasinya atas prestasi tersebut. Ia berharap prestasi itu dapat menjadi motivasi bagi para kader dan jajaran kesehatan untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


"Alhamdulillah, dari hasil penilaian lomba kader berprestasi, kader kita berhasil menjadi juara tingkat Provinsi NTB dan mewakili provinsi untuk lomba kader tingkat nasional," ucap Aries, Jumat (21/8/2026).


Kader yang berhasil mengharumkan nama Lombok Timur tersebut adalah Rina Hastuti, kader Posyandu Pelangi Rinjani di wilayah kerja Puskesmas Denggen. Rina mengusung inovasi KERABAT (Kelas Remaja Hebat) dalam ajang tersebut.


Menurut Aries, prestasi Rina menjadi kebanggaan tersendiri karena penilaian tingkat provinsi diikuti oleh kader terbaik dari 10 kabupaten/kota se-NTB.


"Ini tentu menjadi berkah dan motivasi bagi kita untuk lebih baik lagi. Mudah-mudahan kader kita, atas nama Rina Hastuti, bisa juara di tingkat nasional dan membawa nama baik NTB," katanya.


Prestasi Rina Hastuti bukan yang pertama bagi kader Lombok Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, kader dari daerah tersebut telah beberapa kali menjadi wakil NTB dalam ajang kader berprestasi tingkat nasional.


Pada 2023, Shalatiyah, kader Posyandu Serumpun Bambu 1, Desa Labuhan Lombok, berhasil menjadi wakil NTB dengan inovasi Bioskop Kita.


Kemudian pada 2024, Baiq Nurullah Hidayati, kader Posyandu Saroja, Desa Rarang, mewakili NTB dengan inovasi Tancap Terus (Taman Baca Posyandu untuk Generasi Penerus).


Sementara pada 2026, giliran Rina Hastuti, kader Posyandu Pelangi Rinjani, yang membawa inovasi KERABAT (Kelas Remaja Hebat) untuk mewakili NTB di tingkat nasional.


Aries juga mengungkapkan bahwa Lombok Timur sebelumnya pernah meraih juara pertama tingkat nasional. Prestasi tersebut bahkan mendapat perhatian dari Kementerian terkait yang datang langsung dan memberikan penghargaan berupa sepeda motor.


Lebih lanjut, Aries menegaskan bahwa kader memiliki peran penting dalam pelayanan masyarakat. Peran kader saat ini tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan, tetapi juga mendukung pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), salah satunya bidang kesehatan.


Terkait kesejahteraan kader, Dinas Kesehatan Lombok Timur terus berkoordinasi dengan pemerintah desa. Menurutnya, telah terdapat Peraturan Bupati yang mengatur mengenai batas minimal penghargaan atau reward yang diberikan pemerintah desa kepada kader.


Namun, besaran insentif yang diterima kader di masing-masing desa masih bervariasi.


"Memang dari sisi nominal masih sangat bervariasi. Tapi alhamdulillah, kader kita memang mempunyai jiwa relawan yang luar biasa," bebernya


Aries menilai, menjadi kader membutuhkan semangat kerelawanan yang kuat. Sebab, jika hanya melihat dari sisi materi, penghargaan yang diterima kader dinilai belum sebanding dengan beban pengabdian mereka kepada masyarakat.


"Untuk menjadi seorang kader memang harus memiliki jiwa volunteer yang luar biasa. Kalau kita nilai dari sisi material, apa yang didapatkan tentu sangat tidak layak kalau dibandingkan dengan upah minimum," terangnya


Meski demikian, ia memastikan perhatian terhadap kesejahteraan kader tetap menjadi bagian yang diperjuangkan pemerintah.


Menurut Aries, keikhlasan para kader dalam melayani masyarakat merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai besar. 


"Saya berharap berbagai prestasi yang diraih kader Lombok Timur dapat menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu dan pemberdayaan masyarakat," pungkasnya. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama