Sehari sebelum ledakan dahsyat mercon di Desa Jelantik, pemerintah desa dan aparat temukan 1 mercon jumbo - OPSINTB.com | News References

05/04/25

Sehari sebelum ledakan dahsyat mercon di Desa Jelantik, pemerintah desa dan aparat temukan 1 mercon jumbo

Sehari sebelum ledakan dahsyat mercon di Desa Jelantik, pemerintah desa dan aparat temukan 1 mercon jumbo

 
Sehari sebelum ledakan dahsyat mercon di Desa Jelantik, pemerintah desa dan aparat temukan 1 mercon jumbo

Foto: Ergi, korban ledakan mercon di Desa Jelantik, Senin (31/3).


OPSINTB.com - Setelah berhasil menelusuri tempat kejadian perkara (TKP) ledakan mercon di Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Kamis (3/4) kemarin, opsintb.com berhasil menjumpai kepala desa berkat petunjuk salah seorang warga. Kebetulan kepala desa saat itu berada di rumah Kepala Dusun Aik Ampat. 


Untuk diketahui, Dusun Aik Ampat merupakan tempat bermukim ketiga korban ledakan mercon, yakni Ergi, Imran, dan Iwan. Saat ditemui di rumah kepala dusun, kepala desa sedang membahas peristiwa ledakan pada Senin (31/3) sore.


Kepala Dusun Aik Ampat yang ditemui menolak diwawancarai. Ia berdalih tak mau terlibat dalam perkara ini. Sebab, TKP berada di Gubuk Gunde, Dusun Repok Bunut. Kedua dusun ini hanya dipisahkan sebuah jalan desa dan persawahan warga.


''Maaf! Saya tidak mau berkomentar. Saya tidak mau dilibatkan dalam kasus ini, karena TKP berada di dusun lain,'' katanya.


Kepala Desa Jelantik, Mariadi, yang berada di lokasi saat itu berbaik hati; menyapa dan ingin mengkonfirmasi kejadian sebenarnya.


''Kami tidak tau peristiwa waktu itu, karena pada saat kejadian kami sedang berada di Polsek Jonggat untuk bersilaturahmi,'' jelasnya.


Ia juga heran duduk perkara mercon tersebut sampai dibawa dan meledak di Gubuk Gunde Dusun Repok Bunut, padahal ketiga korban merupakan warga Dusun Aik Ampat.


''Kami juga heran kenapa kejadian di sana,'' ujarnya.


Mariadi berkata, sebelum ledakan pada Senin sore, sehari sebelum kejadian pihaknya bersama Bhabinkamtibmas melakukan razia dan berhasil mengamankan sebuah mercon berukuran jumbo. Selain itu, ditemukan juga 12 mercon berukuran kecil.


Perihal penemuan itu juga dibenarkan saksi lain, yaitu Amaq Saini. Mercon tersebut ditemukan terendam di sebuah telaga belakang rumahnya.


''Takut meledak mungkin, sehingga ditaruh di sana,'' ungkap pria sepuh itu.


Ia ingat betul, selain sebuah mercon berukuran jumbo, ditemukan juga 12 mercon ukuran kecil. ''Ada juga kecil-kecil. Ada 12 batang,'' katanya.


Dari pantauan opsintb.com di TKP, terlihat sisa-sisa kertas pembungkus mercon masih berserakan. Selain itu, 7 kaca jendela rumah Amaq Saini luluh lantak oleh kerasnya ledakan.


''Tembok juga terkelupas, di dalam retak, serta atap jebol kemarin,'' kata Saini.


Sebelumnya, diberitakan sebuah mercon berukuran jumbo meledak dan melukai tiga warga Aik Ampat, Desa Jelantik. Ketiganya adalah Ergi, Imran, dan Iwan. 


Imran adalah korban ledakan dengan luka paling berat. Tulang betis kiri patah, dua jari kiri putus dan lengan kanan sudah diamputasi.


Tim Gegana Densus Anti Teror Polda NTB juga sudah turun ke TKP dan meminta supaya acara adu mercon di Embung Jelantik pada lebaran ketupat mendatang ditiadakan.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama