Tiyu, tradisi berkuda warga Jantuk meriahkan Idul Fitri - OPSINTB.com | News References

01/04/25

Tiyu, tradisi berkuda warga Jantuk meriahkan Idul Fitri

Tiyu, tradisi berkuda warga Jantuk meriahkan Idul Fitri

 
Tradisi tiyu

OPSINTB.com - Warga Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, kembali gelar Tiyu. Tradisi satu ini merupakan gelaran tahunan setiap lebaran. 


Rasulullah SAW bersabda dalam Hadist Riwayat At Thabrani, “Ajari lah anak-anak kalian memanah, berenang, dan berkuda.”


Hadist inilah yang menjadi dasar digelarnya tradisi Tiyu di Desa Jantuk, saat lebaran tiba. Tepatnya dilaksanakan selama dua hari setelah Idul Fitri yaitu tanggal 1-2 Syawal. 


Tiyu, dalam bahasa Desa Jantuk berarti pawai menggunakan kuda. Tradisi satu digelar bemaksud untuk memeriahkan datangnya bulan syawal dan menyambut kemenangan. 


“Pawai kuda ini selalu kami laksanakan sejak dulu oleh para pendahulu kami di Desa Jantuk, rutin setiap tahunnya sampai sekarang," terang Azizul Hakim, Sekretaris Desa Jantuk, Senin (01/4/2025).


Dia menjelaskan, tradisi ini mulai dari sore kemarin, selesai shalat hari raya Idul Fitri. Kemudian dilanjutkan paginya, tujuannya itu untuk memeriahkan lebaran.


Dia menjelaskan, asal muasal tradisi Tiyu sendiri banyak persepsi. Sebab, kata dia, tidak adanya bukti maupun catatan sejarah yang menjelaskan hal tersebut.


Namun beberapa pendapat orang tua yang berkembang di desa setempat, sebutnya, Tiyu ini berkaitan langsung dengan kerajaan Sumbawa. Tepatnya saat terjadi peperangan melawan kerajaan Karang Asem Bali.


Tradisi ini dilakukan menyambut kemenangan suku Sasak diserang oleh kerajaan Karang Asem dari Bali, berkat bantuan oleh kerajaan Sumbawa.


"Sehingga saat itulah muncul tradisi ini dan dilakukan rutin ketika lebaran Idul Fitri,” tuturnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama